
Jakarta, Pintu News – Dompet crypto dengan saldo token besar masih terus memengaruhi pergerakan harga di berbagai blockchain. Para trader sering menyebut dompet-dompet ini sebagai “whale” atau paus. Transaksi yang dilakukan oleh whale bisa menunjukkan aktivitas akumulasi, distribusi, atau strategi penempatan aset tertentu.
Karena alasan inilah banyak pelaku pasar memanfaatkan alat pelacak whale crypto untuk memantau aktivitas dompet dan menganalisis aliran modal. Lalu, platform apa saja yang bisa memantau pergerakan whale crypto?
Nansen.ai memantau aktivitas whale di berbagai blockchain besar yang kompatibel dengan EVM. Fokus platform ini adalah pada pergerakan modal secara keseluruhan, bukan hanya transaksi individu. Fitur Nansen Spotlight menampilkan aset dengan arus masuk (inflows) dan arus keluar (outflows) tertinggi, membantu trader mengidentifikasi token yang sedang tren dengan cepat.
Baca juga: Prediksi Harga Perak 2026-2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun Kedepan?

Pengguna dapat beralih ke dasbor token untuk menganalisis data inflow dan outflow sebagai sinyal bullish (positif) atau bearish (negatif). Pendekatan ini memudahkan pengguna dalam menentukan prioritas riset tanpa harus mengecek dompet satu per satu.
Kekuatan utama Nansen meliputi:
Nansen menyediakan versi gratis dengan fitur terbatas, sementara paket berbayar dimulai dari $69 per bulan.
Arkham Intelligence berfokus pada transparansi dan kustomisasi peringatan. Pengguna dapat melihat detail kepemilikan dompet, riwayat transaksi, dan interaksi dengan bursa di 18 jaringan blockchain yang didukung. Sistem dasbornya memungkinkan pengguna membuat tampilan khusus berdasarkan token, jaringan (chain), atau grup dompet.

Fitur peringatan menjadi keunggulan utama. Pengguna bisa memantau pergerakan besar BTC atau ETH, setoran ke bursa, atau perilaku dompet tertentu—semua tanpa harus membayar biaya berlangganan.
Fitur unggulan Arkham:
Arkham juga menjalankan Intel Exchange yang didukung oleh token ARKM, memungkinkan pengguna memperjualbelikan data intelijen blockchain.
DexCheck mengutamakan aktivitas di bursa terdesentralisasi. Platform ini memantau perdagangan besar di DEX secara real-time dan menampilkan aksi beli/jual dalam jumlah besar (whale) saat terjadi. Trader dapat langsung mengamati perilaku pasar dari transaksi on-chain.

Fitur analitik dompet memungkinkan pengguna meninjau untung-rugi (profit & loss), riwayat perdagangan, dan rasio kemenangan. Bot Telegram memperluas fungsionalitas ini dengan peringatan instan.
Alat unggulan DexCheck:
Akses premium DexCheck diberikan melalui staking atau pembakaran token DCK, dengan harga mulai dari setara $99 per bulan.
Baca juga: Kemitraan Pudgy Penguins dan Manchester City: Mampukah Harga PENGU Melonjak?
Debank berfungsi sebagai pelacak portofolio sekaligus alat pemantau aktivitas whale. Platform ini mendukung berbagai jaringan EVM dan dengan cepat mengintegrasikan token serta protokol baru.
Pengguna dapat melihat kepemilikan dompet, eksposur terhadap protokol, dan riwayat transaksi dalam tampilan yang jelas dan mudah dipahami.

Debank juga memiliki fitur social feed di mana pemilik dompet bernilai tinggi yang telah terverifikasi membagikan pandangan dan strategi mereka. Transparansi ini membantu trader tidak hanya memahami apa yang dilakukan para whale, tetapi juga alasan di balik tindakan mereka.
Fitur unggulan Debank:
Paket Debank Pro dimulai dari $15 per bulan.
Whale Alert memantau transaksi besar di berbagai blockchain utama dan menyebarkannya secara publik. Layanan ini mengirimkan peringatan melalui platform X (sebelumnya Twitter) dan menyediakan akses API untuk pengiriman data secara real-time.
Banyak trader menggunakan Whale Alert untuk mengamati transfer besar antar dompet dan bursa.

Peringatan gratis mungkin mengalami sedikit keterlambatan, sedangkan paket berbayar menawarkan notifikasi instan dan analitik yang lebih mendalam.
Fitur utama Whale Alert:
Harga mulai dari $29,95 per bulan untuk akses peringatan, dengan paket tingkat lanjut ditujukan untuk pengguna institusional.
Trader memanfaatkan whale tracker untuk berbagai tujuan. Mereka memantau tren akumulasi, mengamati arus masuk ke bursa, serta melacak perilaku dompet selama periode volatilitas pasar.
Beberapa trader bahkan menggunakan beberapa alat sekaligus—karena setiap platform menyoroti sinyal yang berbeda, mengandalkan satu sumber data saja bisa jadi kurang optimal.
Pelacakan aktivitas whale memang tidak menjamin kemampuan menentukan waktu pasar dengan tepat. Namun, alat ini memberikan konteks yang penting. Memahami ke mana arah pergerakan modal besar dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih cerdas di pasar kripto yang bergerak cepat.
Seiring meningkatnya transparansi di blockchain, alat pelacak whale pun terus berkembang. Berbagai tools yang telah diulas di atas menunjukkan bagaimana para trader mengamati perilaku smart money di ekosistem terpusat maupun terdesentralisasi.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: