
Jakarta, Pintu News ā Harga Ripple kembali menjadi sorotan pelaku pasar cryptocurrency setelah tercatat bergerak di kisaran yang sama selama lebih dari satu tahun. Sejak memasuki fase koreksi pascareli akhir 2024, XRP bertahan di sekitar level USD 2 atau setara Rp33.426.
Kondisi ini membentuk zona konsolidasi teknikal yang jarang terjadi dalam durasi sepanjang itu. Situasi tersebut memicu spekulasi bahwa pasar crypto tengah bersiap menghadapi pergerakan besar berikutnya.
Secara teknikal, area harga di sekitar USD 2 atau Rp33.426 telah berfungsi sebagai zona support utama bagi XRP selama kurang lebih 14 bulan. Beberapa kali harga sempat menembus ke bawah level ini, namun tekanan jual tidak mampu bertahan lama. Hal tersebut menunjukkan adanya minat beli yang konsisten di area tersebut. Dalam analisis teknikal, pola seperti ini sering diartikan sebagai fase akumulasi.

Setelah reli kuat yang dimulai pada akhir 2024, XRP memasuki fase koreksi yang relatif terkendali. Alih-alih mengalami penurunan tajam, harga justru bergerak mendatar dalam rentang sempit. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan sementara antara pembeli dan penjual. Bagi pasar cryptocurrency, fase konsolidasi panjang sering kali menjadi pendahulu pergerakan tren yang signifikan.
Baca juga: Emas dan Perak Ambruk $1,7 Triliun, Sinyal Awal Bitcoin Siap Ngegas?
Data dari Binance menunjukkan funding rate XRP cenderung negatif sejak Desember. Funding rate negatif biasanya menandakan dominasi posisi short dengan leverage di pasar derivatif. Artinya, lebih banyak trader bertaruh pada penurunan harga dibandingkan kenaikan. Situasi ini justru sering dianggap sebagai bahan bakar potensial untuk reli harga.
Menurut Crypto.news, analis crypto Darkfost menyoroti kemiripan kondisi saat ini dengan pola yang terjadi pada April 2025. Pada periode tersebut, XRP juga berada di dekat zona dasar dengan funding rate negatif sebelum akhirnya mengalami pembalikan arah harga. Data historis juga menunjukkan skenario serupa pada Agustus hingga September 2024. Dalam kedua kasus tersebut, tekanan short justru diikuti oleh kenaikan harga yang cukup signifikan.
Baca juga: Bos Ripple Lepas 58,5 Miliar XRP Sejak 2012, Ini Dampaknya ke Pasar Crypto!
Meski support di level USD 2 relatif kuat, XRP masih berada di bawah zona resistensi teknikal penting. Analis mencatat adanya garis tren turun dan level resistensi horizontal yang belum berhasil ditembus. Area ini juga beririsan dengan level Fibonacci retracement, yang sering digunakan untuk mengidentifikasi hambatan pergerakan harga. Selama harga masih tertahan di bawah zona ini, potensi kenaikan tetap terbatas.
Dari sisi indikator, grafik mingguan menunjukkan XRP masih diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 9-mingguan. Namun demikian, Relative Strength Index (RSI) justru membentuk bullish divergence. Pola ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai melemah meski harga belum bergerak naik signifikan. Dalam analisis cryptocurrency, kombinasi ini kerap menjadi sinyal awal perubahan tren.
Sebagai penutup, konsolidasi XRP selama 14 bulan di level yang sama merupakan fenomena penting dalam analisis cryptocurrency. Support kuat, funding rate negatif, dan sinyal divergence membuka peluang terjadinya breakout. Namun, resistensi teknikal yang belum ditembus tetap menjadi penghalang utama. Dalam waktu dekat, pergerakan XRP di sekitar level Rp33 ribu berpotensi menentukan arah tren besar berikutnya.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: