
Jakarta, Pintu News ā Morgan Stanley semakin serius memperkuat posisinya di industri crypto dan cryptocurrency global. Bank investasi raksasa ini resmi menunjuk Amy Oldenburg sebagai kepala strategi aset digital, menandai langkah strategis menuju ekspansi besar di sektor aset digital.
Penunjukan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Morgan Stanley mengumumkan rencana peluncuran sejumlah produk crypto, termasuk exchange-traded fund (ETF) dan dompet digital. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa institusi keuangan tradisional semakin agresif memasuki pasar cryptocurrency.
Amy Oldenburg merupakan eksekutif senior Morgan Stanley yang telah bergabung sejak 2001 dan lama berkecimpung di divisi emerging markets equity. Sejak November 2021, ia memimpin tim pasar berkembang dengan mandat khusus untuk mengembangkan strategi aset digital. Dengan penunjukan terbarunya, Oldenburg akan memimpin unit crypto yang baru dibentuk secara penuh. Peran ini mencerminkan perubahan fokus Morgan Stanley dari eksplorasi terbatas menuju eksekusi strategis.
Pengangkatan Oldenburg juga menunjukkan pendekatan internal yang berbasis pengalaman jangka panjang. Morgan Stanley memilih figur internal yang memahami pasar global sekaligus dinamika teknologi finansial. Dalam beberapa kesempatan publik, Oldenburg dikenal vokal mengenai pentingnya infrastruktur crypto yang berorientasi pada pengguna. Hal ini memberi gambaran bahwa strategi bank tidak semata mengejar produk, tetapi juga ekosistem.
Baca juga: Pidato Jerome Powell Jadi Penentu Arah Crypto? Ini Ekspektasi Pasar Jelang Rapat The Fed

Selain menunjuk pimpinan baru, Morgan Stanley juga mulai memperluas tim crypto secara aktif. Sejumlah lowongan kerja terkait strategi dan produk aset digital tercantum di LinkedIn. Posisi yang dibuka antara lain direktur strategi aset digital, strategist crypto, hingga product lead untuk digital assets. Langkah ini mengindikasikan investasi sumber daya manusia yang signifikan.
Ekspansi tim ini bertujuan menopang pengembangan produk crypto yang semakin kompleks. Morgan Stanley tidak hanya menyasar produk investasi pasif, tetapi juga solusi berbasis utilitas. Dalam konteks industri cryptocurrency, penguatan internal sering kali menjadi indikator kesiapan jangka panjang. Hal ini juga mencerminkan meningkatnya permintaan klien institusional terhadap eksposur crypto.
Pada awal 2025, Morgan Stanley mengajukan permohonan peluncuran ETF spot Bitcoin dan Solana . Langkah ini menjadi debut besar bank tersebut di ranah ETF crypto setelah relatif pasif pada gelombang adopsi institusional sebelumnya. Tak lama berselang, Morgan Stanley juga mengajukan ETF Ethereum dengan fitur staking. Produk ini dirancang untuk memberikan potensi imbal hasil tambahan dari aktivitas staking.
Baca juga: XRP Terkunci di Level $2 Selama 14 Bulan, Analis Crypto Isyaratkan Breakout Besar?
Jika disetujui regulator, ETF tersebut berpotensi menarik arus dana baru dari sekitar 19 juta klien wealth management Morgan Stanley. Dengan basis klien yang luas, dampaknya terhadap likuiditas pasar crypto bisa signifikan. ETF ini juga mencerminkan perubahan sikap regulator Amerika Serikat yang semakin terbuka terhadap variasi produk cryptocurrency. Bagi pasar, hal ini menjadi katalis penting dalam siklus adopsi institusional.
Selain ETF, Morgan Stanley juga tengah mempersiapkan peluncuran crypto wallet. Dompet ini dirancang untuk mendukung cryptocurrency serta aset dunia nyata yang ditokenisasi, seperti saham, obligasi, dan properti. Inisiatif ini menempatkan Morgan Stanley dalam persimpangan antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain. Integrasi tersebut berpotensi memperluas use case aset digital.
Amy Oldenburg sendiri dikenal sebagai pendukung kuat konsep self-custody dengan prinsip ānot your keys, not your coins.ā Ia menilai akses likuiditas 24/7 dan kontrol penuh atas aset sebagai nilai utama crypto. Meski sebelumnya sempat mengkritik ETF karena keterbatasan staking, perubahan regulasi membuat pendekatan produk kini lebih fleksibel. Pandangan ini menunjukkan bahwa strategi Morgan Stanley bersifat adaptif terhadap perkembangan pasar.
Sebagai penutup, langkah Morgan Stanley menunjuk kepala strategi aset digital dan memperluas lini produk crypto menegaskan perubahan besar di sektor keuangan global. Bank investasi ini tidak lagi sekadar mengamati, tetapi aktif membangun fondasi cryptocurrency yang komprehensif. Dengan kombinasi ETF, wallet, dan fokus self-custody, Morgan Stanley berpotensi menjadi pemain kunci di era aset digital. Perkembangan ini memperkuat narasi bahwa crypto semakin terintegrasi dengan sistem keuangan arus utama.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: