
Jakarta, Pintu News – Ethereum Name Service resmi membatalkan rencana peluncuran jaringan layer-2 Namechain dalam paket upgrade ENSv2. Alih-alih membangun di atas solusi rollup, tim memilih merilis arsitektur baru langsung di mainnet Ethereum , setelah biaya gas pendaftaran nama turun sekitar 99% dalam setahun terakhir berkat serangkaian upgrade skalabilitas jaringan.
Dalam blog terbarunya, pengembang utama ENS, nick.eth, menjelaskan bahwa Namechain tidak lagi diperlukan dalam konteks pasar saat ini. Awalnya, Namechain diumumkan pada November 2024 untuk menyediakan pendaftaran domain dengan biaya rendah lewat mekanisme rollup layer-2. Saat itu, narasi dominan di ekosistem adalah bahwa skalabilitas Ethereum hanya akan datang melalui L2.
Namun, perubahan kondisi on-chain membuat prioritas ENS bergeser. Penurunan tajam biaya gas dan peningkatan kapasitas blok membuat penghematan biaya dari Namechain tidak lagi sebanding dengan kompleksitas teknis yang harus ditanggung. Karena itu, tim memutuskan memfokuskan sumber daya pada penyempurnaan ENSv2 langsung di L1.
Baca juga: Sharpe Ratio Bitcoin Anjlok ke Zona Minus: Tanda Ujung Bear Market Semakin Dekat?

Nick.eth menilai akselerasi skalabilitas Ethereum telah melampaui ekspektasi dua tahun lalu. Upgrade Fusaka yang aktif sejak awal Desember menaikkan gas limit menjadi 60 juta, dua kali lipat dari awal 2025, sekaligus menekan biaya transaksi bagi aplikasi on-chain. Rencana pengembang inti untuk menaikkan gas limit hingga 200 juta pada 2026, ditambah rencana integrasi teknologi zero-knowledge, membuat prospek skalabilitas L1 kian kuat.
Perubahan arah ini berlawanan dengan asumsi lama bahwa Ethereum mainnet tidak akan mengalami peningkatan kapasitas besar. Pada fase awal perancangan Namechain, tim ENS menganggap L2 sebagai satu-satunya jalur realistis untuk menekan biaya registrasi nama. Kini, dengan kapasitas L1 yang melonjak, membangun langsung di mainnet dinilai lebih sederhana sekaligus cukup murah bagi pengguna.
Baca juga: Harga Emas Antam 10 Gram Hari Ini, 10 Februari 2026
Meskipun Namechain dibatalkan, pengembangan ENSv2 tetap berjalan dan menjadi fokus utama rekayasa protokol. Versi baru ini memperkenalkan arsitektur registry yang lebih modular, model kepemilikan yang disempurnakan, serta mekanisme kedaluwarsa nama yang lebih fleksibel. Setiap nama akan memiliki registry sendiri, sehingga manajemen hak dan logika resolusi bisa diatur lebih granular.
ENS juga menegaskan bahwa keputusan bertahan di L1 bukan berarti menutup pintu terhadap ekosistem layer-2. Desain ENSv2 dirancang agar nama-nama di L2 tetap interoperabel dengan registry di L1. Alur pendaftaran baru akan mengabstraksi kompleksitas transaksi lintas-chain, sehingga integrasi dengan rollup dan jaringan sekunder tetap dimungkinkan tanpa memaksa seluruh protokol pindah ke L2.
Keputusan ENS untuk membatalkan Namechain dan tetap membangun ENSv2 di Ethereum L1 mencerminkan perubahan besar dalam peta skalabilitas jaringan tersebut. Penurunan biaya gas dan kenaikan gas limit menjadikan mainnet kembali kompetitif sebagai basis infrastruktur, sementara desain ENSv2 tetap membuka ruang integrasi dengan berbagai L2 di masa depan. Bagi pengguna dan pengembang, langkah ini menandakan bahwa ENS memilih jalur efisiensi teknis tanpa mengorbankan interoperabilitas di ekosistem cryptocurrency yang semakin kompleks.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi