
Jakarta, Pintu News – Nvidia tetap menjadi “permata mahkota” dalam revolusi AI, dengan sejumlah kenaikan rekomendasi analis terbaru yang memproyeksikan valuasi hingga $5 triliun pada akhir 2026 seiring ledakan permintaan GPU.
Harga saham saat ini berkisar di sekitar $185 setelah gejolak pasca-laporan keuangan, namun target harga di rentang $300–$500 mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 60–170%, didorong oleh peningkatan produksi Blackwell dan hype platform Rubin yang mendominasi pencarian “AI stocks” di Google Trends.
Nvidia menguasai lebih dari 90% pasar akselerator pelatihan AI lewat lini H100/Blackwell dan keunggulan ekosistem perangkat lunak CUDA, membuat para pesaing kelabakan mengejar.
Baca juga: Analisis Saham Nvidia (NVDA): Saatnya Buy, Sell, atau Hold di 2026?
Beberapa panggilan analis kunci: Morgan Stanley memasang target harga agresif di $280 (naik sekitar 51% dari level saat ini), dengan menyoroti visi “pabrik AI” di mana data center berevolusi menjadi pusat komputasi berdaulat; sementara itu Goldman Sachs memasang target $250 (sekitar +35%), merujuk pada kinerja Q4 yang melampaui ekspektasi dan proyeksi pendapatan $39 miliar di tengah ledakan belanja modal (capex) hyperscaler seperti AWS dan Azure.
Pendapatan segmen Data Center, yang kini menyumbang 87% dari total, melonjak 122% pada kuartal terakhir berkat komitmen lebih dari $200 miliar dari raksasa teknologi. Segmen otomotif (self-driving) dan Omniverse turut menambah diversifikasi sumber pendapatan.
CEO Jensen Huang memproyeksikan belanja infrastruktur AI akan mencapai $1 triliun per tahun, menempatkan Nvidia pada jalur potensi penjualan kumulatif sekitar $500 miliar hingga 2030.
Wall Street memperkirakan harga wajar Nvidia di kisaran $265 (potensi kenaikan sekitar 43%), namun pihak yang lebih optimistis seperti Evercore ISI (target $352) memproyeksikan Nvidia bisa kembali menyentuh valuasi $5 triliun dengan asumsi price-to-earnings forward 40x dan pertumbuhan laba 79%.
Pemicu utama (catalyst) antara lain: kesepakatan AI dengan dana kekayaan negara (sovereign fund) di UEA dan Arab Saudi, langkah Tesla yang kembali mengandalkan chip Nvidia alih-alih Dojo, serta lini software NIM yang berpotensi mencapai Annual Recurring Revenue (ARR) US$1 miliar untuk optimalisasi inference.

Meski pembatasan ekspor ke China memangkas sekitar $8 miliar potensi pendapatan, pabrik di AS dan Taiwan menjaga kelancaran pasokan. Tumpukan kas sebesar $43 miliar mendukung program buyback, sementara posisi tanpa utang bersih membuat valuasi di kelipatan 55x tampak “remeh” jika dibandingkan dengan Total Addressable Market (TAM) AI yang diperkirakan mencapai $4 triliun.
Baca juga: Whale Misterius Borong 2 Crypto Ini Setelah Pasar Rontok!
Larangan ekspor dan pengembangan chip kustom oleh Meta/Google menjadi risiko nyata, namun efek “terkunci” di ekosistem CUDA—mirip dengan ketergantungan pada App Store di iPhone—membuat perpindahan (defection) pelanggan menjadi sangat sulit.
Valuasi yang sudah tinggi membuka ruang koreksi, tetapi Jensen Huang menepis kekhawatiran gelembung: “AI adalah produktivitas 10x.” Laporan keuangan bulan Februari dipandang sebagai pemicu volatilitas berikutnya.
Ekosistem Nvidia—dari chip hingga layanan cloud—menjadikannya proxy utama untuk tren AI global. Dengan lonjakan pencarian “AI” di seluruh dunia, valuasi $5 triliun terasa lebih seperti keniscayaan daripada sekadar ambisi.
Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Nvidia, Amazon , hingga Meta dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: