
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin masih bergerak sideways setelah koreksi tajam, membuat pasar crypto menunggu arah baru yang lebih jelas. Meski momentum kenaikan tertahan, sejumlah indikator on-chain menunjukkan pola yang sebelumnya muncul di fase dasar siklus cryptocurrency. Data terbaru bahkan disebut sebagai sinyal bottom pertama dalam hampir tiga tahun terakhir.
Persentase suplai Bitcoin yang berada dalam kondisi profit kini turun ke sekitar 50%. Artinya, setengah dari total BTC beredar sedang berada di posisi rugi. Level ini terakhir terlihat pada bear market 2022 dan secara historis lebih sering bertepatan dengan titik dasar dibanding awal penurunan panjang.

Ketika jumlah investor yang untung menyusut, insentif untuk menjual ikut melemah. Pemegang aset cenderung menahan koin daripada merealisasikan kerugian. Situasi ini biasanya membantu meredakan tekanan jual dan membuka ruang stabilisasi harga.
Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Bitcoin untuk Pemula 2026

Pi Cycle Top Indicator, yang membandingkan rata-rata 111 hari dengan dua kali rata-rata 350 hari, belum menunjukkan sinyal puncak. Saat ini rata-rata jangka pendek masih berada jauh di bawah ambang overheating. Kondisi ini mencerminkan pendinginan pasar, bukan euforia berlebihan.
Dalam siklus sebelumnya, pola serupa sering mendahului fase pemulihan. Sejak Maret 2023, BTC mempertahankan tren naik makro tanpa lonjakan spekulatif ekstrem. Hal ini membuat sinyal bottom kali ini terlihat lebih struktural dibanding sekadar rebound teknikal.
Baca juga: 5 Cara Beli Saham Crypto

Secara teknikal, BTC bertahan di atas level Fibonacci 23,6% di sekitar USD 63.007 atau Rp1.058.135.642. Harga saat ini berada di kisaran USD 68.905 atau Rp1.157.420.830, namun masih tertahan di bawah resistensi USD 71.672 atau Rp1.204.215.632. Penembusan level ini berpotensi membuka jalan ke USD 78.676 atau Rp1.321.909.656.
Namun, risiko tetap ada karena rasio pasokan short-term holder terhadap long-term holder meningkat. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan volatilitas yang lebih tinggi. Jika tekanan jual kembali muncul, BTC berisiko kembali menguji area Rp1,05 miliar.
Beberapa indikator on-chain menunjukkan tekanan jual Bitcoin mulai mereda dan potensi pembentukan dasar harga. Meski demikian, konfirmasi pembalikan tren masih bergantung pada penembusan resistensi penting. Dalam pasar crypto yang tetap fluktuatif, disiplin manajemen risiko tetap menjadi faktor utama bagi investor cryptocurrency.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: