
Jakarta, Pintu News – Ethereum akhirnya memutus tren negatif arus keluar ETF selama empat pekan berturut-turut. Pada pekan yang berakhir 18 Februari, tercatat adanya inflow yang menandakan kembalinya permintaan institusional.
Di saat yang sama, dompet-dompet Whale mulai kembali melakukan akumulasi. Namun, para pemegang jangka panjang justru terus melakukan aksi jual setiap kali harga Ethereum mengalami pantulan (bounce). Konflik langsung antara akumulasi institusi dan tekanan jual pemegang lama ini akan menjadi penentu: apakah pemulihan harga Ethereum akan berlanjut atau justru tertahan.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Pada 20 Februari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $1,957 atau setara dengan Rp33.180.719 mengalami kenaikan koreksi 0,87% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp32.400.178 dan level tertingginya di Rp33.711.121.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp3.975 triliun, dengan volume perdagangan harian yang turun 11% menjadi Rp286,52 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Terkini: Naik ke $67.000 Hari Ini (20/2), Analis Pantau Support MA 200 BTC
Setelah mengalami tekanan jual institusional selama empat minggu berturut-turut, tren negatif pada Ethereum akhirnya menunjukkan tanda-tanda berhenti. Berdasarkan data pekan yang berakhir pada 23 Januari hingga 13 Februari, ETF Ethereum spot terus mencatatkan arus keluar bersih (net outflows). Fenomena ini sempat mencerminkan rendahnya kepercayaan investor institusi yang berimbas pada penurunan harga Ethereum secara umum.

Kabar baik muncul pada pekan yang berakhir 18 Februari. Tren jual tersebut resmi terputus dengan adanya arus masuk bersih (net inflow) sebesar $6,80 juta. Meskipun angka ini belum sebanding dengan besarnya volume penjualan di minggu-minggu sebelumnya, pergeseran ini menandakan bahwa tekanan jual dari pihak institusi setidaknya telah mereda.
Dalam siklus pasar, kembalinya arus positif setelah periode arus keluar yang panjang sering kali menjadi sinyal awal fase stabilisasi harga.
Di saat yang sama, aktivitas akumulasi oleh para whale (investor besar) kini telah kembali. Data menunjukkan bahwa dompet-dompet dengan saldo jumbo telah meningkatkan kepemilikan mereka dari 113,50 juta ETH pada 15 Februari menjadi 113,63 juta ETH saat ini. Peningkatan sebesar 130.000 ETH ini, jika dikonversi dengan harga pasar sekarang, setara dengan akumulasi senilai kurang lebih $253 juta hanya dalam waktu beberapa hari.

Fenomena akumulasi oleh whale di tengah kondisi pasar yang lemah merupakan indikator penting, karena investor besar sering kali mengambil posisi lebih awal sebelum pemulihan pasar yang lebih luas dimulai. Namun, tumbuhnya optimisme ini tampaknya masih akan menghadapi hambatan dari kelompok investor lainnya.
Grafik 8 jam (19/2) Ethereum saat ini memperlihatkan sebuah sinyal momentum penting yang secara historis sering menjadi pertanda awal kenaikan harga.
Dari tanggal 2 hingga 18 Februari, harga Ethereum sempat menyentuh level terendah baru (lower low), yang berarti harganya anjlok melewati batas support sebelumnya. Akan tetapi, pada periode yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI)—yang mengukur kekuatan beli dan jual—justru mencatatkan titik terendah yang lebih tinggi (higher low).
Pola pergerakan yang berlawanan antara harga dan RSI ini dikenal dengan istilah bullish divergence (indikasi tren naik).
Baca juga: Zora Ekspansi ke Solana: Hadirkan Fitur Spekulasi Tren di Tengah Optimisme SOL Tembus $500!

Sinyal ini terbukti akurat dua kali pada awal bulan ini:
Menariknya, dua momen pantulan harga ETH tersebut terjadi saat dana ETF masih terus keluar (outflow). Hal ini mengindikasikan bahwa pembeli (bulls) sudah berusaha mengambil alih kendali pasar bahkan di tengah tekanan.
Saat ini, situasinya lebih mendukung karena arus dana masuk (inflow) ETF telah kembali dan para whale (investor besar) mulai memborong aset. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya pantulan harga selanjutnya.

Sayangnya, pemegang aset jangka panjang (long-term holders) menunjukkan pergerakan yang bertolak belakang. Hal ini terlihat dari indikator Hodler Net Position Change, yang melacak apakah mereka sedang menimbun atau melepas aset. Nilai negatif pada indikator ini menegaskan bahwa mereka sedang mendistribusikan (menjual) asetnya.
Sebagai gambaran, pada 17 Februari, investor jangka panjang tercatat menjual 34.841 ETH dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Hanya dalam waktu satu hari (18 Februari), angka tersebut melonjak tajam menjadi 38.877 ETH. Lonjakan tekanan jual ini terjadi tepat saat sinyal positif (bullish divergence) sedang terbentuk.
Fakta ini memperlihatkan bahwa para investor jangka panjang sedang memanfaatkan momentum penguatan harga untuk mencairkan keuntungan (exit position). Perilaku serupa juga menjadi biang kerok kegagalan reli harga di awal Februari lalu, di mana pemulihan harga tidak bertahan lama karena tertahan oleh masifnya aksi jual dari kelompok ini.
Saat ini, Ethereum bergerak di dalam pola symmetrical triangle (segitiga simetris) pada grafik 8 jam. Pola ini terbentuk ketika pergerakan harga terjepit di antara garis support dan resistance yang semakin menyempit.
Pola ini mencerminkan adanya keseimbangan kekuatan antara pembeli dan penjual. Dalam kasus Ethereum, kubu pembeli didorong oleh para whale dan arus masuk dana ETF institusional. Sebaliknya, kubu penjual didominasi oleh pemegang aset jangka panjang yang sedang mencairkan posisi mereka. Tarik-menarik inilah yang membuat pergerakan harga Ethereum masih terjebak dalam fase konsolidasi.
Untuk potensi kenaikan, level resistance pertama berada di sekitar $2.030—level yang sebelumnya menggagalkan upaya pemulihan. Jika harga berhasil menembus titik ini, momentum penguatan akan tervalidasi sekaligus mengonfirmasi breakout dari pola segitiga tersebut. Rintangan besar selanjutnya ada di $2.100. Jika level ini berhasil dilewati, pemulihan tren naik akan semakin kuat dan membuka jalan untuk harga yang lebih tinggi.

Meski begitu, risiko penurunan tetap membayangi. Titik terdekat yang harus dipertahankan (reclaim level) berada di $1.960. Jika gagal bertahan di area tersebut, Ethereum berisiko merosot ke $1.890. Penurunan yang lebih dalam bahkan bisa menyeret harga hingga ke $1.740 apabila tekanan jual semakin deras.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: