
Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga Bitcoin belakangan ini memang cukup mendebarkan bagi para investor, terutama setelah aset ini terkoreksi tajam dari rekor tertingginya. Namun, di balik awan mendung yang menyelimuti pasar crypto, sejumlah metrik teknikal tingkat tinggi justru memberikan sinyal yang sangat positif.
Para analis meyakini bahwa level harga saat ini bukanlah awal dari kejatuhan yang lebih dalam, melainkan titik jenuh jual yang menandakan bahwa dasar siklus telah tercapai dan pemulihan besar sudah di depan mata.

Salah satu sinyal paling akurat yang muncul saat ini adalah Sharpe Ratio jangka pendek Bitcoin (BTC) yang anjlok hingga ke level -38. Angka seekstrem ini secara historis hanya pernah terjadi pada titik terendah siklus besar, seperti yang terlihat pada tahun 2015, 2019, dan akhir 2022. Ketika metrik ini menyentuh zona tersebut, hal itu menandakan kelelahan maksimal di sisi penjual, di mana hampir tidak ada lagi pihak yang bersedia membuang aset mereka di harga rendah.
Kondisi “pain zone” atau zona rasa sakit maksimal ini sering kali diikuti oleh pemulihan harga yang sangat agresif. Saat ini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran $66.988 atau setara dengan Rp1.131.226.356, turun sekitar 46% dari rekor tertinggi $126.000 (Rp2,12 Miliar). Penurunan drastis pada Sharpe Ratio ini menjadi indikasi kuat bahwa tekanan jual sudah mencapai puncaknya dan pasar sedang bersiap untuk membalikkan keadaan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Warren Desak Fed dan Treasury Tolak Bailout Miliarder Crypto, Takut Untungkan Trump?

Metrik kedua yang tak kalah penting adalah Stock to Flow Ratio (SFR) Bitcoin (BTC) yang melonjak tajam dari angka 127 menjadi 261. Kenaikan SFR ke level tertinggi sepanjang masa ini menunjukkan bahwa tingkat kelangkaan Bitcoin (BTC) di pasar saat ini sangatlah masif karena pasokan yang beredar semakin menipis. Meskipun tren harga sedang menurun, data menunjukkan bahwa para pemegang jangka panjang tidak melakukan aksi jual secara agresif, melainkan terus melakukan akumulasi.
Kelangkaan yang ekstrem ini biasanya memberikan tekanan besar pada sisi suplai pasar, yang secara otomatis memposisikan harga untuk bergerak ke atas. Selain itu, metrik MVRV Z-Score juga telah jatuh ke level terendah tahun 2023 di angka 0,445. Angka ini memberikan sinyal bahwa harga Bitcoin (BTC) saat ini berada jauh di bawah nilai biaya historisnya, sebuah kondisi klasik di mana “smart money” mulai mengambil alih aset dari tangan investor yang panik sebelum pasar benar-benar pulih.

Meskipun metrik fundamental menunjukkan titik terendah, struktur pasar secara teknis memang masih terlihat cukup lemah dengan Relative Strength Index (RSI) di angka 32 yang mendekati zona jenuh jual. Jika tekanan jual dari pedagang harian masih berlanjut, Bitcoin (BTC) diprediksi akan bergerak menyamping di kisaran $60.000 hingga $65.000 (sekitar Rp1,01 Miliar hingga Rp1,09 Miliar). Namun, zona $60.000 ini diyakini sebagai “reset” yang sehat bagi ekosistem cryptocurrency secara keseluruhan.
Apabila sinyal-sinyal dasar siklus ini terbukti akurat, maka Bitcoin (BTC) diproyeksikan akan segera menembus level psikologis $70.000 (Rp1,18 Miliar) dan kembali mengincar target ambisius di $90.000 atau setara Rp1,51 Miliar. Perpindahan kekayaan dari tangan yang lemah ke tangan yang kuat saat ini menjadi fondasi utama bagi reli berkelanjutan di masa depan. Bagi kamu yang memiliki pandangan jangka panjang, fase konsolidasi ini sering kali dipandang sebagai kesempatan terakhir untuk masuk sebelum siklus bullish berikutnya dimulai.
Baca Juga: Menilik Kejayaan Tron (TRX) di 2026: Raja Transaksi dan Infrastruktur Pembayaran Digital
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: