
Jakarta, Pintu News ā Ethereum memasuki Maret 2026 dalam tekanan berat setelah mencatat penurunan bulanan berturut-turut sejak September 2025, disertai koreksi Februari yang mendekati 20%. Di tengah pasar crypto dan cryptocurrency yang masih fluktuatif, narasi ETH kini terbelah: satu sisi melihat sinyal bearish berlanjut, sisi lain menyorot peluang relief rally jika indikator jangka pendek menguat. Berikut rangkuman edukasional berbasis level teknikal, arus institusi, dan perilaku hodler, dengan konversi 1 USD = Rp16.861.

Rangkaian penurunan bulanan yang panjang membuat ETH masuk fase āsentimen rapuhā karena pemulihan sering dianggap sekadar pantulan sementara. Ketika tren turun menjadi dominan, banyak pelaku pasar lebih fokus pada perlindungan modal dibanding mengejar kenaikan. Kondisi ini biasanya memperbesar peran level teknikal karena pasar mencari patokan objektif di tengah ketidakpastian.
Secara historis, Maret kerap dipandang sebagai bulan yang lebih konstruktif untuk aset crypto tertentu, tetapi statistik musiman tidak selalu berlaku saat struktur tren berubah. Dalam konteks saat ini, pertanyaan utama bukan hanya āapakah bisa naik,ā melainkan āapakah sinyal naik cukup kuat untuk mengubah tren.ā Karena itu, investor pemula perlu membedakan antara rebound jangka pendek dan pembalikan tren.
Baca Juga:Ā 5 Hal Penting Mengenai Gold Bullion, Instrumen Safe Haven Paling Solid Selain Crypto!
Pada kerangka mingguan, pembacaan teknikal menyoroti pola head and shoulders yang diasosiasikan dengan risiko penurunan lanjutan. Proyeksi yang sering dikaitkan dengan pola ini mengarah ke sekitar $1.320, atau kira-kira Rp22.246.520. Selama target dan struktur pola dianggap āaktif,ā pasar biasanya tetap menilai risiko breakdown masih ada.
Ringkasan level yang relevan untuk kamu pantau:
Penting dicatat, target teknikal adalah skenario probabilistik, bukan kepastian. Namun dalam fase bearish, pasar sering lebih responsif terhadap skenario turun karena likuiditas dan sentimen cenderung defensif. Karena itu, manajemen risiko biasanya lebih dominan daripada optimisme musiman.

Selain pola harga, pembacaan rata-rata bergerak eksponensial (EMA) mingguan turut menjadi perhatian karena potensi crossover bearish. Crossover semacam ini sering dipakai sebagai indikator keterlambatan (lagging), tetapi tetap memengaruhi psikologi pasar karena banyak trader menjadikannya acuan tren. Jika crossover terkonfirmasi, pasar dapat menilai tekanan turun punya āpembenaranā teknikal tambahan.
Dalam praktik, EMA tidak memprediksi peristiwa baru, melainkan merangkum tren yang sudah berjalan. Namun, ketika dua sinyal bearish muncul berdekatan, peluang reli yang berkelanjutan biasanya lebih sulit tanpa katalis tambahan. Untuk kamu, sinyal ini lebih tepat dipakai sebagai konteks risiko, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan.

Salah satu faktor yang menambah tekanan adalah arus keluar (outflow) ETF Ethereum yang disebut berlanjut. Februari 2026 disebut mencatat outflow bersih $369,87 juta (ā Rp6.235.249.070.000), lebih besar dari Januari $353,20 juta (ā Rp5.954.815.200.000). Tren outflow beberapa bulan berturut-turut mengindikasikan berkurangnya dukungan permintaan dari jalur institusional.
Sebagai pembanding narasi, Bitcoin sering disebut mulai melihat perlambatan tekanan outflow pada fase tertentu, sementara ETH belum menunjukkan stabilisasi serupa. Dalam pasar cryptocurrency, arus institusi dapat memengaruhi ālantaiā permintaan karena memberi lapisan pembeli yang tidak selalu ada di pasar ritel. Jika arus keluar bertahan, reli ETH lebih bergantung pada demand spot ritel dan rotasi antar-aset di ekosistem crypto.

Di sisi lain, data on-chain menyorot lonjakan net position change hodler yang menunjukkan peningkatan pembelian. Angka yang disorot adalah +252.142 ETH, naik dari +6.829 ETH pada periode sebelumnya, yang sering dibaca sebagai intensifikasi akumulasi. Namun, interpretasinya perlu netral karena akumulasi bisa terjadi karena keyakinan, atau karena investor melakukan average down untuk memperbaiki harga rata-rata.
Ringkasnya, dua pembacaan yang sama-sama masuk akal:
Karena itu, data hodler lebih kuat bila selaras dengan perbaikan struktur harga dan pemulihan volume. Tanpa dukungan teknikal, akumulasi bisa menahan penurunan sementara, tetapi belum tentu memicu tren naik.

Pada timeframe 12 jam, pembacaan RSI menunjukkan bullish divergence, yaitu harga membuat lower low sementara RSI membuat higher low. Pola ini sering memicu relief rally karena menandakan momentum turun melemah. Disebut juga terbentuk pola inverse head and shoulders yang, jika terkonfirmasi, dapat mengubah bias jangka pendek.

Level teknikal yang sering dipakai sebagai āujiā skenario ini:
Bagi kamu, inti pembacaannya adalah konfirmasi. Divergensi bisa gagal jika harga tidak mampu menembus neckline atau jika pasar crypto kembali risk-off. Karena itu, sinyal ini lebih tepat dilihat sebagai peluang jangka pendek dengan risiko tetap tinggi.

Secara keseluruhan, ETH berada di persimpangan: sinyal mingguan masih berat, tetapi sinyal 12 jam membuka peluang pemantulan. Jika arus institusi tetap keluar dan sinyal tren (EMA/pola mingguan) tidak membaik, pasar cenderung mempertahankan bias bearish. Sebaliknya, jika relief rally berlanjut dan menembus area neckline, peluang pemulihan ke target jangka pendek menjadi lebih masuk akal.
Untuk investor pemula, pendekatan rasional adalah memetakan skenario, bukan mengunci pada satu narasi. Rebound 10ā20% bisa terjadi tanpa mengubah tren besar, sementara breakdown lanjutan bisa muncul walau ada akumulasi hodler. Di pasar crypto dan cryptocurrency, disiplin pada level kunci dan manajemen risiko biasanya lebih menentukan daripada prediksi tunggal.
Baca Juga:Ā 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.