
Jakarta, Pintu News – Paraguay bersiap menjalankan program penambangan Bitcoin yang dikelola negara, memanfaatkan kombinasi yang jarang terjadi: ribuan rig mining sitaan dan surplus listrik tenaga air. Inisiatif ini menempatkan kebijakan energi sebagai fondasi strategi crypto, dengan tujuan mengubah aset sitaan dan kapasitas listrik murah menjadi arus pendapatan dalam ekosistem cryptocurrency.
Perusahaan listrik milik negara Paraguay, Administración Nacional de Electricidad (ANDE), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan infrastruktur Morphware. Kerja sama ini ditujukan untuk membangun program mining Bitcoin yang dijalankan dan dimiliki oleh negara. Dalam skema ini, ANDE akan menjadi operator utama, sementara Morphware berperan sebagai penasihat teknis karena ANDE belum punya pengalaman menambang Bitcoin.
Program ini memanfaatkan dua sumber daya domestik: rig penambangan hasil sitaan dan listrik hidro murah dari PLTA Itaipú. Alih-alih mengekspor listrik dengan harga rendah berdasarkan ketentuan perjanjian, sebagian pasokan akan dialihkan ke fasilitas mining yang dikontrol ANDE. Bagi investor crypto, ini menarik karena mencerminkan upaya negara menangkap nilai tambah dari energi, bukan sekadar menjualnya sebagai komoditas.
Baca Juga: Bank Sentral Ceko Kejar Cadangan Emas 100 Ton, Bitcoin (BTC) Masih Jadi Pertimbangan
Pada fase pilot, sekitar 1.500 miner sitaan akan dipasang di bangunan utilitas milik ANDE yang berada dekat gardu (substation). Lokasi seperti ini dapat diubah menjadi fasilitas mining dasar dengan kebutuhan teknis yang relatif jelas: ventilasi, trafo, unit distribusi, serta sistem metering yang memadai. Dengan pendekatan tersebut, ANDE dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk menekan waktu dan biaya implementasi.
Dari perspektif cryptocurrency, keputusan menempatkan rig di dekat gardu juga terkait efisiensi transmisi dan kontrol operasional. Semakin dekat sumber listrik dan titik distribusi, semakin mudah mengelola beban daya, pemantauan, serta kepatuhan metering. Ini juga mengurangi ruang bagi praktik “unmetered connection” yang sebelumnya menjadi masalah utama.

Keputusan ini mengikuti rangkaian razia nasional sejak awal 2024, ketika ANDE menindak sambungan listrik tegangan tinggi ilegal dan tidak bermeter yang digunakan penambang. Banyak rig yang akan dipakai dalam program ini disita pada periode Mei–Juni 2024, saat inspeksi diperketat di area hotspot penambangan. Dalam konteks kebijakan publik, ini mengubah orientasi penegakan hukum dari sekadar memutus praktik ilegal menjadi memonetisasi aset sitaan.
Salah satu contoh yang disorot terjadi di Salto del Guairá, ketika ANDE menyita 2.738 rig setelah menemukan beban tinggi tanpa meter. Kerugian listrik yang dicuri diperkirakan sekitar 1,1 miliar guaraní per bulan, yang disebut setara sekitar $146.000 atau sekitar Rp2.470.174.000 per bulan (kurs 1 USD = Rp16.919). Skala ini membantu menjelaskan mengapa negara melihat mining bukan sekadar isu crypto, tetapi juga isu tata kelola energi.

Akumulasi dari berbagai penindakan membuat stok ASIC sitaan disebut mendekati 30.000 unit. Dalam pasar crypto, jumlah rig sebesar ini cukup untuk membentuk kapasitas hash rate yang bermakna jika benar-benar dioperasikan dan ditopang pasokan listrik stabil. Namun, besarnya stok juga membawa tantangan: kualitas rig bervariasi, kebutuhan perawatan tidak kecil, dan efisiensi energi menjadi faktor penentu profitabilitas.
Bagi kamu yang membaca ini sebagai investor pemula, poin pentingnya adalah perbedaan antara “punya rig” dan “punya operasi mining yang efisien.” Profitability mining Bitcoin sangat bergantung pada biaya listrik, efisiensi mesin (watt per terahash), tingkat kesulitan jaringan, serta strategi manajemen treasury. Karena itu, peran Morphware sebagai penasihat teknis menjadi elemen kunci dalam eksekusi program cryptocurrency ini.
Program ANDE–Morphware mengadopsi pola yang sedang berkembang: mempertahankan energi di dalam negeri, membangun infrastruktur, lalu membiarkan negara menangkap upside dari produksi Bitcoin. Dalam logika pasar crypto, ketika energi domestik melimpah dan murah, mining bisa diposisikan sebagai “industrial load” yang mengonversi energi menjadi aset digital. Ini berbeda dari pendekatan fiskal murni seperti membeli BTC di pasar spot.
Di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan pertanyaan tata kelola: bagaimana transparansi kepemilikan BTC hasil mining, standar audit, dan mekanisme pelaporan pendapatan. Karena itu, untuk menilai dampak jangka panjangnya, kamu perlu memantau desain kebijakan treasury, bukan hanya headline tentang rig sitaan.
Jika operasi mining dikelola untuk menahan sebagian BTC hasil produksi (bukan langsung dijual), pasokan yang mengalir ke bursa dapat berkurang pada margin tertentu. Dalam teori likuiditas crypto, penahanan pasokan baru berpotensi memperketat ketersediaan di pasar spot, terutama ketika permintaan naik. Namun, dampaknya bergantung pada skala produksi dibanding total penerbitan BTC harian serta perilaku penambang lain.
Karena itu, berita ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal kebijakan energi dan institusionalisasi mining daripada pemicu harga jangka pendek. Untuk kamu yang fokus edukasi cryptocurrency, pelajaran utamanya adalah bagaimana negara dapat memanfaatkan kombinasi penegakan hukum, energi murah, dan infrastruktur untuk menciptakan model pendapatan berbasis crypto.
Baca Juga: Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.