
Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga Ripple kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan golden cross pada grafik dua jam terakhir. Fenomena teknikal ini muncul di tengah tekanan pasar kripto yang sedang mengalami penurunan, termasuk Ripple (XRP) sendiri. Banyak pelaku pasar kini bertanya-tanya, apakah sinyal ini mampu membawa Ripple (XRP) bangkit dari tren negatif?
Ripple (XRP) baru saja menyelesaikan golden cross pada grafik dua jam, di mana Simple Moving Average (SMA) 200 turun di bawah Moving Average (MA) 50. Sinyal teknikal ini biasanya dianggap sebagai pertanda potensi pembalikan arah harga ke tren naik. Namun, kemunculan golden cross kali ini terjadi di saat mayoritas aset kripto, termasuk Ripple (XRP), sedang mengalami tekanan jual.
Kondisi ini membuat para trader semakin waspada dalam mengambil keputusan. Pada saat artikel ini ditulis, Ripple (XRP) diperdagangkan turun 0,80% dalam 24 jam terakhir ke level $1,35 dan melemah 1,36% secara mingguan. Penurunan ini sejalan dengan koreksi pasar kripto secara keseluruhan, di mana terjadi likuidasi senilai $172 juta dalam satu hari terakhir.
Tekanan jual juga diperparah oleh laporan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. Selain itu, penguatan indeks dolar Amerika Serikat turut menekan harga aset kripto yang dipasangkan dengan dolar.
Baca Juga: Prediksi Gila! Bitcoin Bisa Tembus Rp2,02 Miliar Maret 2026, ETH ke Rp202 Juta?

Pada hari Minggu, Ripple (XRP) menunjukkan aktivitas perdagangan yang relatif sepi dengan volume transaksi turun 36% dalam 24 jam terakhir menjadi 1,32 miliar, menurut data CoinMarketCap. Penurunan volume ini menandakan bahwa pelaku pasar cenderung menahan diri dan menunggu kejelasan arah harga berikutnya. Sejak 4 Maret, harga Ripple (XRP) terus mengalami tekanan dan kini memasuki hari keempat penurunan berturut-turut.
Ripple (XRP) sempat menyentuh $1,37 sebelum kembali melemah ke $1,34 pada saat penulisan. Para trader kini mengamati apakah level $1,34 mampu bertahan sebagai support utama.
Jika terjadi rebound, Ripple (XRP) berpotensi menguji level resistance berikutnya di kisaran $1,36 hingga $1,37, bahkan bisa menuju $1,40 jika momentum positif berlanjut. Namun, jika support $1,34 jebol, harga Ripple (XRP) berisiko turun lebih dalam ke area support berikutnya di $1,30 hingga $1,32. Situasi ini membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam mengambil posisi, mengingat volatilitas yang masih tinggi.
Pergerakan harga Ripple (XRP) saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi ketimbang katalis baru dari dalam ekosistem kripto itu sendiri. Ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang membayangi pasar.
Banyak trader kini menantikan keputusan The Fed pada pertemuan mendatang, yang diperkirakan akan membahas kemungkinan pemangkasan suku bunga. Selama ketidakpastian ini berlangsung, harga Ripple (XRP) cenderung bergerak sideways dengan volatilitas yang cukup tinggi.
Di sisi lain, arus dana institusional ke produk investasi berbasis Ripple (XRP) juga menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Produk Exchange Traded Fund (ETF) Ripple (XRP) mencatatkan outflow sebesar $16,62 juta pada 6 Maret, menandakan berkurangnya minat spekulatif dari investor besar. Aktivitas derivatif Ripple (XRP) juga mengalami sedikit penurunan, memperkuat sinyal bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi. Kondisi ini membuat potensi rebound Ripple (XRP) sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar secara keseluruhan.
Dengan selesainya golden cross pada grafik dua jam, Ripple (XRP) memang memiliki peluang untuk mengalami rebound dalam waktu dekat. Namun, tekanan dari faktor makroekonomi dan arus dana institusional yang masih negatif membuat pergerakan harga Ripple (XRP) tetap penuh ketidakpastian.
Para pelaku pasar disarankan untuk terus memantau level support dan resistance kunci serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan investasi. Dalam situasi seperti ini, disiplin dan manajemen risiko menjadi kunci utama untuk menghadapi volatilitas pasar kripto.
Baca Juga: 5 Isu Besar Crypto Maret 2026: FOMC, Stablecoin, hingga Unlock Token Bernilai Miliaran
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.