
Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru CoinShares mengungkapkan lonjakan dana masuk sebesar $619 juta dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik akibat krisis Iran, yang sempat mendorong investor global mencari perlindungan di aset digital. Namun, reli harga minyak yang tak terduga di akhir pekan justru membalikkan sentimen pasar dan memicu arus keluar dana secara signifikan. Fenomena ini menandai dinamika baru dalam hubungan antara geopolitik, komoditas, dan aset kripto.

Laporan CoinShares menyoroti perbedaan mencolok antara wilayah Amerika Serikat dan kawasan lain dalam hal arus dana kripto. Amerika Serikat mencatatkan inflow terbesar dengan nilai $646 juta, menjadi penopang utama saldo positif mingguan. Sementara itu, Eropa justru mengalami outflow sebesar $23,8 juta, Asia kehilangan $2,2 juta, dan Kanada mencatat arus keluar sebesar $3,6 juta. Perbedaan ini menunjukkan bahwa sentimen investor di Amerika Serikat jauh lebih optimis dibandingkan dengan kawasan lain yang cenderung berhati-hati.
Pada tiga hari pertama perdagangan, arus masuk dana kripto mencapai $1,44 miliar, menandakan tingginya permintaan safe haven di tengah eskalasi konflik Iran. Namun, situasi berubah drastis pada Kamis dan Jumat, ketika $829 juta dana keluar dari pasar. Data payroll Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan sempat mendukung aset berisiko, namun lonjakan harga minyak menghapus harapan inflasi yang lebih rendah. Akibatnya, minat investor terhadap kripto pun menurun tajam di akhir pekan.
Baca Juga: Prediksi Harga EigenLayer (EIGEN): Bisa Tembus Rp125.304 pada 2026?

Bitcoin tetap menjadi primadona dengan total inflow sebesar $521 juta selama sepekan, menegaskan posisinya sebagai aset digital utama pilihan institusi. Namun, produk short-Bitcoin (BTC) juga mencatatkan inflow sebesar $11,4 juta, menandakan adanya perbedaan pandangan di kalangan pelaku pasar institusional. Ethereum menyusul sebagai penerima dana terbesar kedua dengan inflow $88,5 juta, sementara Solana (SOL) memperoleh $14,6 juta. Uniswap dan Chainlink masing-masing mencatatkan inflow sebesar $1,4 juta, memperlihatkan minat yang mulai tumbuh pada altcoin terpilih.
Di sisi lain, Ripple menjadi satu-satunya aset utama yang mengalami outflow signifikan, dengan dana keluar mencapai $30,3 juta dalam sepekan. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor dari Ripple (XRP) ke aset digital lain yang dinilai lebih menjanjikan. Sementara itu, lonjakan dana masuk pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) memperkuat posisi keduanya sebagai aset kripto paling diminati di tengah ketidakpastian global. Namun, perbedaan arus dana pada produk short dan long Bitcoin (BTC) menandakan pasar masih terbelah antara optimisme dan kehati-hatian.

Arus dana kripto minggu ini melanjutkan tren positif setelah pekan sebelumnya mencatat inflow sebesar $1 miliar, memutus tren outflow lima minggu berturut-turut yang totalnya mencapai $4 miliar. Pemulihan ini didorong oleh pelemahan harga yang menarik minat beli, penembusan level teknikal penting, serta akumulasi kembali oleh pemegang besar Bitcoin (BTC). Ethereum (ETH) juga mencatat inflow mingguan terkuat sejak pertengahan Januari, meski secara year-to-date baik Ethereum (ETH) maupun Bitcoin (BTC) masih berada di posisi net outflow.
Solana (SOL) tampil sebagai altcoin dengan performa terbaik sepanjang 2025, dengan total inflow year-to-date mencapai $156 juta. Pencapaian ini menegaskan posisi Solana (SOL) sebagai pilihan utama investor di luar dua aset kripto terbesar. Sementara itu, Uniswap (UNI) dan Chainlink (LINK) mulai menarik perhatian, meski nilainya masih jauh di bawah Solana (SOL). Keberlanjutan tren positif ini sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik global dalam waktu dekat.
Pergerakan dana di pasar kripto dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan betapa sensitifnya aset digital terhadap dinamika geopolitik dan fluktuasi harga komoditas. Lonjakan inflow yang dipicu krisis Iran dan pembalikan sentimen akibat reli minyak menjadi bukti bahwa investor institusi kini semakin responsif terhadap perubahan global. Meski Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih menjadi pilihan utama, munculnya Solana (SOL) sebagai altcoin favorit menambah warna baru dalam peta investasi kripto. Ke depan, arah pasar akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik dan volatilitas harga minyak dunia.
Baca Juga: 3 Sinyal XRP: Futures Meledak 1.000%, Harga Ripple Siap Bergerak Tajam?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.