
Jakarta, Pintu News – Peluncuran mainnet Aster yang telah lama dinantikan akhirnya resmi terjadi, membawa harapan baru bagi para investor aset kripto ini. Namun, setelah lonjakan singkat pasca peluncuran, harga ASTER justru mengalami koreksi dan kini diperdagangkan di kisaran $0,71.
Kondisi pasar yang masih stabil membuat para analis memperdebatkan apakah fitur privasi yang diusung Aster mampu menjadi katalis kenaikan harga hingga $3,4. Fenomena “sell the news” pun menjadi ancaman nyata di tengah fase konsolidasi yang sedang berlangsung.
Secara teknikal, pergerakan harga ASTER saat ini berada dalam saluran sempit dengan support kuat di $0,70 dan resistance utama di $0,81. Selama empat minggu terakhir, harga membentuk pola akumulasi yang sering kali menjadi pertanda sebelum terjadinya pergerakan besar pasca pembaruan protokol.
Indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 39,4, menandakan ruang kenaikan masih terbuka lebar sebelum memasuki area overbought. Namun, konfirmasi pembalikan tren baru akan terjadi jika harga mampu menembus resistance $0,81 dengan volume transaksi yang signifikan.

Jika ASTER gagal menembus level resistance tersebut, potensi koreksi lebih dalam masih terbuka lebar. Penurunan di bawah support $0,70 akan mengindikasikan struktur bullish telah gagal dan membuka peluang retest ke zona likuiditas lebih rendah di sekitar $0,65.
Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Anjlok ke $55.000 atau Tembus $170.000 Pasca Keputusan FOMC
Keunggulan utama dari peluncuran mainnet Aster terletak pada dua fitur inovatif, yaitu Stealth Addresses dan Zero-gas DeFi. Stealth Addresses memungkinkan pengguna menghasilkan alamat publik unik untuk setiap transaksi, sehingga identitas penerima tidak dapat dilacak dari riwayat on-chain.
Fitur ini menjawab kebutuhan privasi yang semakin meningkat di tengah maraknya isu keamanan data di sektor teknologi global. Jika implementasi berjalan mulus, Aster berpotensi menjadi pilihan utama bagi pelaku pasar yang mengutamakan anonimitas dalam bertransaksi. Selain itu, Zero-gas DeFi menawarkan pengalaman transaksi tanpa biaya gas yang sering kali menjadi hambatan bagi pengguna di jaringan blockchain lain.
Dengan mensubsidi jenis interaksi tertentu, Aster berupaya menarik pengguna yang selama ini enggan melakukan transaksi frekuensi tinggi akibat biaya tinggi. Para analis menilai, jika hambatan biaya ini berhasil dihilangkan, maka perputaran modal dalam ekosistem Aster dapat meningkat secara signifikan.
Baca juga: Survei: 74% Investor Institusi Siap Tambah Investasi Crypto di 2026
Data on-chain dari fase testnet menunjukkan sinyal yang beragam terkait kesiapan ekosistem Aster. Di satu sisi, testnet publik berhasil menarik lebih dari 50.000 partisipan pada Februari lalu dan menghasilkan pendapatan platform mingguan sebesar $8.000.000.
Mekanisme pembelian kembali token ASTER menggunakan 80% dari fee harian menjadi daya tarik tersendiri karena dapat menciptakan tekanan permintaan secara konstan. Namun, jumlah alamat aktif bulanan yang bertahan hanya 340 pada akhir Februari menandakan tingkat retensi pengguna masih rendah.
Selain itu, aktivitas pengembang yang menjadi indikator utama pertumbuhan ekosistem juga perlu ditingkatkan. Keberhasilan transisi Aster Network sangat bergantung pada banyaknya aplikasi terdesentralisasi (dApp) yang memanfaatkan arsitektur privasi baru ini.
anpa lonjakan jumlah dApp unik pada kuartal kedua, mekanisme fee-burn kemungkinan tidak akan cukup berdampak pada harga token. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pengguna dan pengembang menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekosistem Aster ke depan.
Dilansir dari Coinspeaker, menjelang fase pasca peluncuran mainnet, terdapat dua skenario utama yang menjadi perhatian para trader terkait prediksi harga ASTER. Skenario bullish akan terjadi jika ASTER mampu menutup perdagangan di atas resistance $0,81 dengan volume tinggi, sehingga membuka peluang kenaikan menuju target menengah $3,4 berdasarkan proyeksi Fibonacci dan estimasi kapitalisasi pasar.
Aktivasi mekanisme fee-buyback serta peluncuran fitur “Shield Mode” untuk trading privat akan semakin memperkuat sentimen positif di pasar. Sebaliknya, jika ASTER gagal menembus resistance dan justru turun di bawah support $0,70, maka struktur bullish dinyatakan gagal dan harga berpotensi terkoreksi ke zona $0,65.
Minimnya adopsi fitur zero-gas secara langsung dapat mempercepat aksi jual, terutama jika modal spekulatif beralih ke aset kripto yang lebih mapan seperti Bitcoin , Ethereum , atau Ripple .
Volume transaksi yang meningkat di sisi penurunan akan menjadi sinyal konfirmasi bagi para pelaku pasar untuk mengantisipasi pergerakan selanjutnya. Dengan demikian, volatilitas tinggi masih akan mewarnai perjalanan harga ASTER dalam waktu dekat.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi