
Jakarta, Pintu News ā Arus dana ke Bitcoin melalui ETF mencapai Rp950 triliun, memperkuat posisi crypto sebagai alternatif investasi yang mulai menyaingi emas di tengah ketidakpastian global.
Sejak peluncuran ETF Bitcoin, sekitar $56 miliar atau setara Rp951 triliun telah mengalir ke instrumen ini. Angka ini menunjukkan peningkatan minat institusional terhadap cryptocurrency dalam beberapa tahun terakhir.
Masuknya dana dalam skala besar ini mengubah persepsi Bitcoin (BTC) dari aset spekulatif menjadi instrumen investasi yang semakin mainstream. Banyak manajer aset kini mulai memasukkan crypto ke dalam portofolio klien mereka.
Baca Juga:Ā 5 Fakta Besar BVNK Crypto: Mastercard Invest Rp30 Triliun untuk Masa Depan Stablecoin?
CEO Bitmine, Tom Lee, menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) mampu mengungguli inflasi hingga 97% sejak diluncurkan. Sebaliknya, emas justru gagal melindungi nilai dari inflasi sekitar 48% dalam 55 tahun terakhir.
Pernyataan ini menantang narasi lama bahwa emas adalah aset lindung nilai terbaik. Dalam konteks modern, crypto mulai dilihat sebagai alternatif yang lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi global.

Salah satu faktor utama yang membuat Bitcoin (BTC) menarik adalah suplai tetap sebesar 21 juta koin. Tidak seperti mata uang fiat atau emas yang masih bisa ditambang, supply BTC tidak bisa bertambah.
Karakteristik ini membuat Bitcoin sering disebut sebagai ādigital goldā. Dalam jangka panjang, kelangkaan ini berpotensi meningkatkan nilai seiring meningkatnya permintaan di pasar cryptocurrency.
Harga emas dilaporkan turun lebih dari 15% dalam sepekan dan diperdagangkan di sekitar $4.493. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan pasar dan perubahan preferensi investor global.
Sebaliknya, Bitcoin (BTC) tetap menarik perhatian meskipun mengalami volatilitas. Hal ini menunjukkan pergeseran minat dari aset tradisional ke crypto sebagai instrumen lindung nilai alternatif.
Selain Bitcoin, Ethereum juga disebut memiliki potensi besar sebagai fondasi sistem keuangan modern. Blockchain Ethereum dapat digunakan untuk tokenisasi aset, settlement, hingga berbagai aplikasi finansial.
Integrasi antara crypto dan sistem keuangan tradisional semakin terlihat jelas. Ini menandakan bahwa cryptocurrency tidak lagi sekadar aset spekulatif, tetapi mulai menjadi bagian dari infrastruktur keuangan global.
Baca Juga:Ā Apa itu Grok AI? AI Real-Time dari Elon Musk yang Jadi Pesaing ChatGPT di 2026
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
SebagaiĀ aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga aksesĀ investasi emas cryptoĀ secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ danĀ harga emas batangan hari iniĀ untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu sertaĀ belajar cryptoĀ lewat Pintu Academy.
UnduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset crypto berbasis emas.
Emas crypto menawarkan cara investasi emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.