3 Prediksi Perak Tembus Rp1,5 Juta: Peter Schiff Peringatkan Dolar AS Mulai “Loyo”!

Di-update
April 16, 2026
Bagikan
Gambar 3 Prediksi Perak Tembus Rp1,5 Juta: Peter Schiff Peringatkan Dolar AS Mulai “Loyo”!

Jakarta, Pintu News – Sektor logam mulia kembali menunjukkan taringnya di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut hingga pertengahan April 2026 ini. Emas dan perak kompak mencatatkan kenaikan stabil, di mana perak kini kembali menyentuh angka psikologis penting sementara emas terus membidik target harga yang lebih ambisius. Di balik kilau logam mulia ini, ekonom senior Peter Schiff memberikan peringatan keras mengenai potensi pelemahan Dolar AS (USD) yang bisa menjadi titik balik bagi dominasi aset keras (hard assets) di pasar finansial dunia.

1. Perak Siap Meledak Menuju Rp1,5 Juta di Akhir April

prediksi perak 2026
Sumber: Forbes

Ekonom ternama Peter Schiff memprediksi bahwa pergerakan perak saat ini hanyalah awal dari reli panjang yang akan jauh lebih besar dalam waktu dekat. Kamu harus memperhatikan bahwa perak telah berhasil bangkit dari fluktuasi tajam dan kini kembali stabil di atas level harga yang sangat krusial bagi para spekulan. Schiff menekankan bahwa penguatan perak berjalan beriringan dengan melemahnya daya tarik mata uang fiat, terutama Dolar AS, yang mulai kehilangan tenaga akibat beban ekonomi domestik dan gejolak geopolitik.

Beberapa analis pasar lainnya bahkan memberikan estimasi yang lebih berani terkait kecepatan kenaikan harga logam perak ini di bursa internasional. Perak tercatat telah reli sebesar 15% hanya dalam kurun waktu satu minggu, menunjukkan adanya akumulasi besar-besaran dari para investor institusi. Kamu dapat mempertimbangkan data berikut sebagai panduan melihat potensi keuntungan dari logam perak di pasar global:

  • Harga Perak Saat Ini: $80 per ons (Sekitar Rp1.370.240)
  • Target Mingguan Berikutnya: $90 per ons (Sekitar Rp1.541.520)
  • Persentase Kenaikan Mingguan: Estimasi lonjakan sebesar 12% – 15%.

2. Peter Schiff: Jual Crypto Kamu dan Beralih ke Emas Sekarang!

Dalam pernyataan terbarunya melalui media sosial X, Peter Schiff kembali menyuarakan skeptisismenya terhadap aset digital seperti Bitcoin . Meskipun Bitcoin terpantau mendekati level $75.000, Schiff memperingatkan bahwa nilai tersebut sangat rentan terhadap koreksi tajam seiring dengan melemahnya posisi Dolar AS secara fundamental. Kamu disarankan oleh Schiff untuk segera merealisasikan keuntungan dari pasar crypto dan mengalihkan dana tersebut ke instrumen yang memiliki wujud fisik seperti emas dan perak.

Schiff berargumen bahwa emas siap memulihkan seluruh kerugian yang terjadi selama periode konflik Iran dan akan segera melonjak melewati angka $5.000 per ons. Ia memperingatkan investor untuk membeli emas sebelum harganya benar-benar melambung tinggi dan menjadi sulit dijangkau oleh investor ritel. Kamu perlu mencermati pergerakan Dolar AS yang sudah kehilangan seluruh keuntungan dari masa awal konflik, yang menjadi sinyal kuat bagi kebangkitan logam mulia.

  • Target Harga Emas: $5.000 per ons (Sekitar Rp85.640.000)
  • Kondisi Dolar AS: Mengalami tren pelemahan (rolling over).
  • Rekomendasi Strategi: Diversifikasi dari cryptocurrency ke logam mulia fisik.

3. Krisis Geopolitik Iran Jadi Katalis Utama Kenaikan Logam Mulia

Ketegangan yang masih terjadi di wilayah Timur Tengah, khususnya antara Iran dan AS, telah mengubah peta risiko di mata para pelaku pasar keuangan. Logam mulia secara historis selalu menjadi pilihan utama bagi kamu yang ingin mengamankan nilai kekayaan dari ketidakpastian akibat perang. Peter Schiff menekankan bahwa meskipun aset digital sering diklaim sebagai “emas digital”, realitas pasar saat ini menunjukkan bahwa investor besar lebih memercayai aset tradisional yang teruji waktu saat krisis melanda.

Kebangkitan harga emas dan perak ini diprediksi akan terus berlanjut selama tensi politik dunia tidak menunjukkan tanda-tanda mereda secara signifikan. Kamu harus memahami bahwa pelemahan Dolar AS sering kali menjadi bahan bakar bagi kenaikan harga komoditas dalam jangka menengah dan panjang. Dengan perencanaan yang matang, kamu dapat memanfaatkan pergerakan harga ini untuk melindungi daya beli kamu dari ancaman inflasi dan guncangan ekonomi makro yang mungkin terjadi di masa depan.

  • Faktor Pendorong: Krisis perang Iran dan pelemahan mata uang Dolar AS.
  • Perilaku Investor: Pergeseran masif dari aset berisiko ke aset pelindung nilai (safe haven).
  • Potensi Jangka Panjang: Pembentukan level harga tertinggi baru (all-time high) untuk emas dan perak.

Baca Juga: Beli Perak Dimana? 5 Tempat Terbaik untuk Membeli Perak di 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->