
Jakarta, Pintu News ā Pasar kripto tengah bersiap menghadapi rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk bulan April, yang diprediksi bakal memicu volatilitas tinggi. Ketidakpastian geopolitik, terutama akibat lonjakan harga energi pasca konflik Iran, membuat investor besar atau crypto whale mulai menata portofolio mereka.
Aktivitas akumulasi dan distribusi token oleh para whale ini menjadi sinyal penting bagi pergerakan harga selanjutnya. Berikut analisis mendalam mengenai tiga aset kripto utama yang menjadi incaran dan korban aksi jual whale menjelang pengumuman CPI terbaru.
Ethereum menjadi primadona di antara para whale menjelang rilis CPI April, dengan lonjakan akumulasi yang sangat signifikan. Data dari Santiment menunjukkan bahwa wallet whale Ethereum bertambah dari 122,93 juta menjadi 123,43 juta token hanya dalam hitungan jam.
Penambahan sekitar 500.000 ETH ini setara dengan pembelian baru senilai kurang lebih $1,09 miliar, menandakan optimisme besar terhadap potensi relief rally jika inflasi inti CPI lebih lunak dari perkiraan. Kenaikan harga energi sebesar 10,6% secara bulanan diprediksi akan mendorong headline CPI, namun inflasi inti diperkirakan tetap moderat di 0,3%. Para pemegang besar tampaknya bertaruh bahwa data inflasi inti yang lebih rendah akan memicu sentimen positif di pasar kripto.

Selain itu, Ethereum Foundation baru-baru ini juga melakukan staking sekitar 45.000 ETH untuk mendapatkan yield, bukan menjualnya, sehingga tekanan jual dari institusi besar pun berkurang. Secara teknikal, grafik harian ETH membentuk pola cup-and-handle di dalam channel menurun, dengan potensi breakout di atas $2.270.

Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, target kenaikan selanjutnya berada di kisaran $2.706 atau naik sekitar 19,15%. Namun, jika ETH turun di bawah $2.162, pola bullish ini mulai melemah, dan penutupan harian di bawah $1.938 akan membatalkan skenario kenaikan sepenuhnya.
Baca juga: Lonjakan Pengguna Pi Network Tembus 18 Juta, Validitas Data Verifikasi Jadi Sorotan!
Berbeda dengan Ethereum (ETH), Uniswap justru mengalami tekanan jual dari para whale dalam sepekan terakhir. Data Nansen mencatat bahwa wallet whale UNI memangkas kepemilikan sebesar 2,48% dalam tujuh hari, dengan total penjualan sekitar 90.000 UNI atau senilai $283.000 pada harga $3,14.

Fenomena ini sejalan dengan aksi ambil untung di sektor DeFi yang cenderung stagnan menjelang rilis CPI, di mana para pemegang besar memilih mengurangi risiko daripada menunggu katalis positif khusus dari UNI. Secara teknikal, UNI masih terjebak dalam pola bear flag sejak mencapai puncak $4,21 pada 13 Maret lalu.
Harga sempat menguji batas bawah di $3,01, namun belum mampu menembus resistance penting. Jika trendline bawah bear flag ini jebol, potensi penurunan bisa mencapai 28% dengan target utama di $2,20, sementara support terdekat berada di $2,92 dan $2,72.

Sebaliknya, jika UNI mampu menembus $3,44 dan bertahan di atas $3,67, pola bearish ini bisa saja gagal terbentuk. Aksi distribusi whale pada UNI menandakan kehati-hatian pelaku pasar besar terhadap volatilitas CPI, bukan karena sentimen negatif spesifik terhadap Uniswap. Dengan demikian, pergerakan harga UNI dalam waktu dekat sangat bergantung pada hasil rilis CPI dan reaksi pasar secara keseluruhan.
Baca juga: Solana Unggah Postingan Misterius āXRPā, Apa Artinya?
Chainlink menjadi salah satu altcoin yang juga diborong oleh whale menjelang pengumuman CPI AS. Data Santiment memperlihatkan wallet whale LINK naik dari 660,02 juta menjadi 661,91 juta token, setara dengan pembelian baru sekitar 1,89 juta LINK atau senilai $16,93 juta.
Akumulasi ini mencerminkan pola serupa dengan Ethereum (ETH), di mana para pemegang besar melihat potensi CPI sebagai katalis makro yang bisa mengangkat harga jika inflasi inti lebih rendah dari ekspektasi. Dari sisi teknikal, LINK sedang membentuk pola inverse head-and-shoulders di grafik harian, dengan neckline di area $9,43.

Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, target kenaikan berikutnya berada di $10,82, melewati batas psikologis $10. Support terdekat berada di $8,96, sementara penurunan di bawah $8,68 dapat mengancam pola bullish ini. Namun, selama LINK tetap di atas $8,19, formasi bullish masih valid dan memberikan ruang aman bagi para pembeli.

Akumulasi whale pada LINK juga didukung oleh peran vital Chainlink sebagai infrastruktur oracle bagi protokol DeFi, yang berpotensi diuntungkan jika aktivitas pasar meningkat pasca rilis CPI. Dengan demikian, LINK menjadi salah satu aset yang patut diperhatikan dalam beberapa hari ke depan.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
SebagaiĀ aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga aksesĀ investasi emas cryptoĀ secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ danĀ harga emas batangan hari iniĀ untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu sertaĀ belajar cryptoĀ lewat Pintu Academy.
UnduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi