
Jakarta, Pintu News – Crypto Treasury adalah strategi perusahaan menyimpan cadangan kas dalam aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum, alih-alih mata uang fiat konvensional. Langkah ini bukan sekadar spekulasi, melainkan cara modern untuk melindungi nilai aset dari inflasi sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di era ekonomi digital.
Crypto treasury adalah adalah proses pelacakan dan pengelolaan aset digital milik sebuah perusahaan atau DAO. Proses ini memiliki banyak kesamaan prinsip dengan manajemen perbendaharaan perusahaan tradisional.
Baca juga: Apa itu Manajemen Treasury?
Jika manajemen perbendaharaan tradisional berurusan dengan aset yang sudah umum seperti obligasi, manajemen perbendaharaan kripto menggunakan aset berupa token, seperti Bitcoin atau Ethereum .
Mengelola aset-aset ini berarti perusahaan harus memutuskan di mana dan bagaimana cara menyimpan token tersebut. Beberapa pihak memilih untuk melakukan trading secara aktif, sementara yang lain lebih memilih untuk menahannya (hold) dalam jangka panjang. Jika perusahaan menargetkan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi, mereka memiliki opsi untuk memanfaatkan aset digital tersebut ke dalam staking atau peminjaman (lending).
Secara umum, perusahaan mengelola empat aspek operasional dalam manajemen perbendaharaan kripto:

Strategi perbendaharaan crypto (crypto treasury) umumnya mengikuti urutan langkah standar berikut:
Pertama-tama, perusahaan mengumpulkan dana dengan menerbitkan saham melalui penawaran At-the-Market (ATM) atau menerbitkan surat utang (seperti obligasi atau convertible notes). Intinya, uang dari para investor inilah yang secara langsung mendanai perusahaan untuk membeli lebih banyak kripto.
Cara lain yang juga populer akhir-akhir ini untuk mendanai perusahaan perbendaharaan kripto adalah melalui jalur investasi privat di saham publik atau Private Investment in Public Equity (PIPE).
Modal yang sudah terkumpul kemudian digunakan untuk membeli Bitcoin, Ethereum, atau aset digital lain yang telah dipilih sesuai strategi mereka. Pembelian ini dilakukan melalui bursa kripto biasa atau melalui transaksi transaksi langsung antar pihak (Over-the-Counter / OTC) agar harga belinya tidak melonjak tiba-tiba (slippage).
Ketika investor membeli saham dari perusahaan-perusahaan ini di bursa saham tradisional, mereka secara tidak langsung ikut mendapatkan keuntungan (atau kerugian) dari pergerakan harga kripto, tanpa harus repot menyimpan atau mengelola tokennya sendiri.
Selain itu, saat pasar sedang tren naik, perusahaan bisa saja mengumpulkan modal dengan harga saham yang lebih tinggi (premium). Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memborong lebih banyak kripto per lembar saham dibandingkan jika investor individu membelinya sendiri.
Perpaduan antara pasar saham tradisional dan kepemilikan aset kripto inilah yang membuat perusahaan-perusahaan ini menjadi instrumen keuangan yang sangat unik.
Meskipun pada awalnya terlihat sebagai peluang investasi yang sangat menarik, perusahaan perbendaharaan kripto (crypto treasury companies) tetap memiliki risiko-risiko uniknya tersendiri.
Karena kripto dikenal sangat fluktuatif (harganya mudah naik-turun secara drastis), tidak heran jika risiko utama bagi perusahaan-perusahaan ini adalah ancaman penurunan tajam pada nilai aset simpanan mereka.
Selain itu, jika kondisi pasar terus melemah dalam jangka waktu yang lama (bear market), perusahaan mungkin terpaksa menjual sebagian aset kripto mereka untuk menutupi biaya operasional sehari-hari atau untuk membayar utang kepada investor.
Terakhir, model perusahaan perbendaharaan kripto ini baru muncul dalam lima tahun terakhir, dan baru mulai diterima secara luas oleh masyarakat sekitar setahun belakangan. Oleh karena itu, aturan hukum dan standar akuntansi untuk perusahaan ini beserta aset kriptonya masih belum pasti dan terus berubah-ubah.
Baca juga: 3 Cara Memaksimalkan Efisiensi Cash Flow Perusahaan dengan Stablecoin
Jika ke depannya muncul peraturan-peraturan baru yang kurang mendukung atau membatasi ruang gerak industri kripto, hal ini tentu akan berdampak bagi kelangsungan bisnis perusahaan crypto treasury yang sudah ada.
Meskipun dunia kripto memiliki sejumlah tantangan, perusahaan yang mengelola aset digital mereka dengan sistem yang tepat akan mendapatkan banyak keuntungan besar. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

Model bisnis cadangan kas kripto (crypto treasury) berawal dari Strategy (yang kala itu masih bernama MicroStrategy). Awalnya, mereka adalah perusahaan pengembang perangkat lunak murni. Namun, di bawah kepemimpinan sang pendiri, Michael Saylor, perusahaan ini mengambil langkah berani dengan mengalihkan fokus mereka ke strategi “Bitcoin Treasury”.
Intinya, mereka mengalihkan seluruh kelebihan kas perusahaan dan modal baru untuk membeli Bitcoin. Hampir lima tahun sejak pembelian pertama mereka, Strategy kini resmi menjadi pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia dengan koleksi lebih dari 687.000 BTC.
Marathon Digital merupakan salah satu perusahaan penambang Bitcoin publik terbesar di dunia. Sebagai perusahaan tambang, Marathon menggunakan pendekatan hibrida dalam mengelola kas mereka.
Mereka tidak hanya mengumpulkan Bitcoin dari hasil proses menambang sendiri, tetapi juga aktif membeli Bitcoin tambahan menggunakan dana yang diperoleh dari penerbitan utang maupun saham.
Melalui strategi yang dipandu oleh Tom Lee dari FundStrat, Bitmine Immersion Technologies melesat dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemimpin dalam pengelolaan kas berbasis Ethereum.
Ada hal menarik di sini: Bitmine sebenarnya adalah perusahaan penambang Bitcoin. Awalnya, mereka mengumpulkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi bisnis, mirip seperti yang dilakukan Marathon Digital. Namun, mereka kemudian memutuskan untuk menjual sebagian besar Bitcoin mereka dan menukarnya dengan Ethereum.

Dalam pengelolaan treasury perusahaan, salah satu tantangan terbesar adalah memastikan kas yang tidak terpakai (idle cash) tetap bekerja secara optimal. Mengalokasikan kelebihan kas ke instrumen investasi yang tepat bukan sekadar pilihan — ini adalah bagian inti dari strategi manajemen likuiditas yang sehat.
Semakin banyak perusahaan kini melirik aset kripto sebagai instrumen diversifikasi jangka pendek hingga menengah, berkat likuiditasnya yang tinggi dan potensi imbal hasil yang kompetitif.
Pintu hadir sebagai solusi khusus untuk kebutuhan ini. Melalui Pintu Institusional, sebuah perusahaan dapat mengakses pasar kripto dengan infrastruktur berstandar institusi — aman, biaya rendah, dan sepenuhnya berizin serta diawasi oleh OJK dan CFX.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
*Featured Image by Gemini AI