
Jakarta, Pintu News ā Kenaikan harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah berhasil melonjak lebih dari 28% sejak titik terendah di Februari lalu. Berbagai indikator teknikal, likuiditas, dan data on-chain menunjukkan bahwa potensi reli lanjutan masih terbuka lebar.
Para analis menyoroti tiga grafik utama yang memperkuat peluang Bitcoin (BTC) untuk menembus level $82.000 dalam waktu dekat. Dengan kondisi pasar yang semakin kondusif, para investor kini mulai menaruh harapan besar pada pergerakan positif aset kripto terbesar ini.
Sejak awal April, pergerakan harga Bitcoin (BTC) membentuk pola channel naik yang konsisten, di mana harga terus menghormati garis support dan resistance yang semakin tinggi. Setiap kali harga menyentuh batas bawah channel, terjadi rebound sebesar 8% hingga 10%, yang kerap membawa harga kembali ke batas atas channel tersebut.
Saat ini, Bitcoin (BTC) sedang berkonsolidasi di area support bawah channel sekitar $76.800ā$77.500, yang juga bertepatan dengan level Exponential Moving Average (EMA) 20-periode dan 50-periode pada grafik empat jam. Jika terjadi pantulan dari zona ini, peluang harga Bitcoin (BTC) untuk menembus batas atas channel di sekitar $82.700 semakin besar, atau naik sekitar 7,70% dari harga saat ini.

Namun, jika terjadi breakdown dari area support tersebut, risiko penurunan harga menuju $73.600 menjadi lebih tinggi. Level ini sejalan dengan garis Fibonacci 0,786 dan EMA 200 pada grafik empat jam, yang menjadi area support dinamis berikutnya.
Pola channel naik ini telah beberapa kali terbukti menjadi sinyal kuat bagi kelanjutan tren bullish jangka pendek. Oleh karena itu, para pelaku pasar kini mengamati dengan seksama pergerakan harga di sekitar zona kritis ini.
Baca juga: Bitcoin Berpotensi Cetak Rekor April Terbaik Sejak 2020, Hanya Butuh Kenaikan 0,5% Lagi?
Selain faktor teknikal, kondisi likuiditas di pasar kripto juga menunjukkan perbaikan signifikan. Data dari CryptoQuant mencatat bahwa Binance menerima inflow stablecoin hampir $6.000.000.000 selama Maret dan April, dengan $3.500.000.000 masuk hanya dalam bulan April. Angka ini merupakan pembalikan tajam dari tren outflow sebelumnya yang mencapai $7.600.000.000, menandakan kembalinya modal ke bursa kripto terbesar dunia.

Masuknya stablecoin seperti Tether dan USD Coin ke Binance (BNB) menjadi sinyal bahwa para trader mulai bersiap untuk kembali mengambil risiko di pasar kripto. Likuiditas yang meningkat ini biasanya menjadi bahan bakar utama bagi reli harga aset digital, termasuk Bitcoin (BTC).
Meskipun ketegangan geopolitik seperti konflik ASāIran dan kenaikan harga minyak masih membayangi, optimisme tetap tumbuh di kalangan investor. Dengan modal baru yang siap dideploy, potensi lonjakan harga Bitcoin (BTC) semakin terbuka lebar.
Baca juga: 3 Altcoin Paling Menarik di Akhir April 2026

Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) menjadi salah satu alat analisis on-chain yang kini banyak diperhatikan oleh para analis. Saat ini, harga Bitcoin (BTC) telah kembali berada di atas pita deviasi standar -0,5 MVRV di kisaran $72.750, yang selama ini sering menjadi area support dan resistance penting dalam siklus pasar sebelumnya.
Ketika harga berhasil menembus pita deviasi bawah ini, pasar biasanya tidak lagi diperdagangkan di bawah nilai realisasi, sehingga membuka peluang kenaikan menuju pita rata-rata berikutnya.

Jika pola historis berulang, target kenaikan berikutnya untuk Bitcoin (BTC) berada di sekitar $94.500, sesuai dengan pergerakan harga pada siklus bear market tahun 2014 dan 2018. Namun, sinyal ini belum sepenuhnya mengonfirmasi dimulainya bull market baru, melainkan memperkuat kemungkinan terjadinya relief rally di tengah pasar yang masih mencari titik dasar.
Analis on-chain Willy Woo menegaskan bahwa Bitcoin (BTC) masih membentuk fondasi harga, dengan level $65.000 sebagai support utama. Untuk memperkuat tren pemulihan, harga harus mampu menembus cost basis investor baru di kisaran $79.000 dalam beberapa minggu ke depan.
Dengan kombinasi sinyal teknikal, peningkatan likuiditas, dan indikator on-chain yang semakin positif, prospek kenaikan harga Bitcoin (BTC) menuju $82.000 hingga $94.500 semakin nyata. Meskipun tantangan eksternal masih ada, sentimen pasar mulai menunjukkan pergeseran ke arah optimisme. Para investor kini menantikan konfirmasi lebih lanjut dari pergerakan harga dalam beberapa pekan mendatang. Jika semua faktor ini berjalan seiring, Bitcoin (BTC) berpotensi mencetak rekor baru di tahun ini.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
SebagaiĀ aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga aksesĀ investasi emas cryptoĀ secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ danĀ harga emas batangan hari iniĀ untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu sertaĀ belajar cryptoĀ lewat Pintu Academy.
UnduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi