3 Sinyal Analis Peringatkan Prediksi Bitcoin Rp4,3 Miliar Terlalu Halu, Harga Bisa Jatuh?

Di-update
May 3, 2026
Bagikan
Gambar 3 Sinyal Analis Peringatkan Prediksi Bitcoin Rp4,3 Miliar Terlalu Halu, Harga Bisa Jatuh?

Jakarta, Pintu News – Prediksi ambisius mengenai lonjakan harga Bitcoin hingga ratusan ribu dolar pada tahun 2026 terus menjadi perbincangan panas di kalangan investor. Di tengah euforia prediksi tersebut, para analis cryptocurrency profesional justru mulai mengeluarkan peringatan keras bagi para trader yang terlalu optimis akan datangnya tren reli besar-besaran. Analisis data historis serta pengamatan grafik teknikal saat ini menunjukkan adanya risiko koreksi yang cukup dalam, di mana kamu wajib mewaspadainya sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Pola Historis Tahun Pemilihan Umum

Analisis pertama datang dari seorang pakar bernama Merlijn The Trader yang menyoroti adanya pola penurunan tajam pada aset digital ini yang selalu berulang setiap tahun. Berdasarkan pengamatan grafik historisnya, aset ini secara konsisten selalu mengalami aksi jual besar-besaran atau sell-off pada setiap bulan Mei yang bertepatan dengan tahun pemilihan umum sela di Amerika Serikat. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 2014 harganya anjlok hingga 60%, diikuti penurunan 65% di tahun 2018, dan kembali terpuruk sebesar 66% pada tahun 2022.

Pola penurunan yang sangat konsisten ini memberikan sinyal peringatan serius bagi pergerakan harga aset saat memasuki bulan Mei di tahun ini. Jika aset kripto perintis ini mengikuti skrip sejarah yang persis sama, valuasi harga yang saat ini berada di sekitar level $77.000 atau setara dengan Rp1.338.029.000 berpotensi merosot tajam. Berikut ini adalah rincian proyeksi ancaman penurunan harga akibat gejolak ketidakpastian pasar selama periode pemilu berdasarkan pola teknikal historis:

  • Potensi penurunan harga aset diperkirakan bisa mencapai lebih dari 60%.
  • Target harga batas bawah terburuk bisa menyentuh angka $30.000 (Rp521.310.000).
  • Anjloknya pasar secara masif akan sangat menekan pertumbuhan token spekulatif seperti Pepe Coin .

Baca Juga: Harga Emas 22 Karat Hari Ini, 30 April 2026

Kritik Tajam Terhadap Prediksi Rp4,3 Miliar

Sementara harga raja kripto ini sudah tergelincir sekitar 40% dari rekor harga tertinggi di bulan Oktober lalu, sebagian tokoh ternama masih saja menyuarakan optimisme ekstrem. Pengusaha seperti Tim Draper hingga analis Tom Lee bersikeras mempertahankan prediksi bahwa harga aset digital ini masih sangat sanggup menembus angka ambisius di level $250.000 atau Rp4.344.250.000 pada akhir tahun. Target harga yang sangat tidak realistis ini memaksa trader berjangka veteran, Peter Brandt, untuk merilis kritik secara terbuka yang menyebut para penganut prediksi itu hanya sedang bermimpi di siang bolong.

Peter Brandt menyoroti adanya formasi struktur saluran bear flag atau bendera penurunan yang tergambar sangat jelas pada pola grafik harian aset saat ini. Analis kawakan ini menekankan bahwa pola tersebut sama sekali bukanlah formasi pembalikan harga bawah atau bottoming pattern, melainkan sekadar bentuk jeda sesaat dari tren pergerakan turun (downtrend) yang dominan. Berikut adalah pemaparan target level harga yang diyakini oleh Brandt apabila tekanan arus penjualan di pasar kembali meningkat secara tajam:

  • Batas resistensi yang baru saja diuji berada di level harga $79.500 (Rp1.381.471.500).
  • Level pengujian batas bawah saluran saat ini menargetkan angka $69.000 (Rp1.199.013.000).
  • Ancaman terburuk yang perlu diwaspadai jika garis dukungan jebol adalah penurunan hingga ke level $50.000 (Rp868.850.000).

Siklus Halving Menandakan Puncak Harga Berlalu

Argumen kuat lainnya yang mendukung pelemahan tren harga saat ini bersumber langsung dari riwayat siklus peristiwa pemotongan pasokan atau halving pada jaringan aslinya. Data historis membuktikan bahwa setiap titik puncak pergerakan siklus harga sebelumnya selalu tercapai secara konsisten dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan pasca peristiwa halving. Sebagai contoh nyata, puncak harga pasca peristiwa tahun 2012 tiba tepat dalam waktu 12 bulan, sementara periode 2016 membutuhkan 17 bulan, dan siklus tahun 2020 memakan waktu hingga 18 bulan lamanya.

Kesimpulan

Mengingat bahwa peristiwa halving terakhir terjadi pada bulan April tahun 2024, rekor puncak senilai $126.000 (Rp2.189.502.000) yang terjadi pada bulan Oktober tahun lalu sejatinya sudah sangat sesuai dengan jendela waktu 17-18 bulan tersebut. Kini, setelah lebih dari dua tahun berlalu sejak peristiwa pemotongan pasokan, penurunan nilai harga yang terus terjadi saat ini semakin menegaskan bahwa puncak dari siklus investasi ini kemungkinan besar memang telah usai. Fakta siklus fundamental inilah yang seharusnya membuat kamu lebih rasional dan tidak mudah terpancing emosi untuk memborong berbagai aset tinggi risiko layaknya Ripple di harga pucuk.

Baca Juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini, 30 April 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->