Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS (4/6/26),Aturan Baru Ekspor Tak Mampu Redam Tekanan Global?

Di-update
June 4, 2026
Bagikan
Gambar Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS (4/6/26),Aturan Baru Ekspor Tak Mampu Redam Tekanan Global?

Jakarta, Pintu News – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus level 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) per Kamis, 4 Juni 2026. Pelemahan sebesar 0,29% ini terjadi meski pemerintah Indonesia telah memberlakukan aturan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor mulai 1 Juni 2026.

Kondisi ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh ketidakpastian global, khususnya terkait negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran, terhadap mata uang negara berkembang. Gejolak geopolitik di Timur Tengah terus menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas nilai tukar hingga pertengahan 2026.

Aturan Baru Devisa Ekspor: Harapan dan Realita

Sumber: Yahoo Finance

Pemerintah Indonesia resmi menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 atau DHE SDA, yang mewajibkan eksportir non-tambang menahan 100% devisa hasil ekspor di rekening dalam negeri selama minimal 12 bulan. Sementara itu, eksportir sektor tambang dan energi hanya diwajibkan menahan 30% devisa selama tiga bulan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pasokan dolar di dalam negeri dan menstabilkan rupiah.

Namun, menurut analis pasar, efek positif dari kebijakan ini diperkirakan hanya bersifat sementara di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi. Pada hari pertama pemberlakuan aturan ini, rupiah justru melemah di pasar offshore, berbalik dari penguatan pada penutupan perdagangan onshore sebelumnya di level 17.805 per dolar AS.

Hal ini menandakan bahwa sentimen global dan risiko geopolitik masih menjadi penentu utama pergerakan rupiah, bahkan di tengah upaya pemerintah memperkuat fundamental domestik.

Faktor Eksternal Masih Mendominasi Pergerakan Rupiah

Pelemahan rupiah terjadi di saat indeks dolar AS justru turun tipis sebesar 0,03% ke posisi 99,17, mengindikasikan tekanan terhadap rupiah lebih disebabkan oleh faktor domestik dan geopolitik, bukan karena penguatan dolar secara global.

1 Barel Minyak Berapa Liter?
Generated by AI

Ketidakpastian terkait negosiasi gencatan senjata AS-Iran dan risiko distribusi energi di Selat Hormuz membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah. Lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 3,18% ke $94,98 per barel turut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Kondisi ini menyebabkan investor lebih memilih aset safe haven dan menekan nilai tukar rupiah. Dalam situasi seperti ini, kebijakan domestik sering kali kalah pengaruh dibandingkan sentimen global yang bergerak sangat dinamis.

Dampak bagi Investor dan Prospek Pasar Indonesia

Pelemahan rupiah memberikan tantangan tersendiri bagi investor yang memiliki eksposur pada aset Indonesia, terutama melalui instrumen seperti iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang merefleksikan kinerja saham-saham besar Indonesia dalam denominasi dolar AS. Nilai tukar yang lebih lemah cenderung menekan imbal hasil investasi berbasis dolar dari pasar saham domestik.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga dapat berdampak pada sentimen investor asing yang selama ini menjadi penopang utama pasar modal Indonesia. Secara lebih luas, sentimen pasar negara berkembang dapat dipantau melalui iShares MSCI Emerging Markets ETF (EEM) yang mencerminkan pergerakan ekuitas di Asia dan Amerika Latin.

Selama risiko geopolitik di Timur Tengah masih tinggi, tekanan terhadap mata uang dan saham negara berkembang diperkirakan akan berlanjut. Investor global disarankan untuk terus memantau perkembangan harga minyak, indeks dolar AS, serta dinamika diplomasi AS-Iran sebagai katalis utama pergerakan pasar dalam waktu dekat.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->