
Jakarta, Pintu News – Harga saham Amazon (AMZN) dan tokenized stock-nya AMZNX pada Selasa (23/6/2026) bergerak turun ke kisaran $232, melemah sekitar 4,75% dalam 24 jam terakhir. Pelemahan ini terjadi justru di hari peluncuran Amazon Prime Day 2026, yang berlangsung pada 23 hingga 26 Juni. Pasar tampak mengambil untung setelah saham Amazon mencatat reli kuat sejak April, meski ekspektasi terhadap data penjualan Prime Day tetap tinggi.

Saham Amazon (AMZN) di Nasdaq ditutup pada $240,27 pada perdagangan Senin (22/6/2026) dan bergerak turun ke kisaran $232 pada awal sesi Selasa. Rentang perdagangan harian AMZN berada di $239 hingga $244, dengan 52-week range $196 hingga $278,56, level tertinggi yang dicapai pada 5 Mei 2026. Sejak puncak tersebut, saham telah terkoreksi sekitar 12%.
Bagi investor di Indonesia, saham Amazon tersedia dalam bentuk tokenized stock AMZNX melalui aplikasi Pintu. AMZNX mengikuti harga saham AMZN secara 1:1 dan bisa diperdagangkan kapan saja selama 24 jam, berbeda dengan bursa saham tradisional yang terikat jam perdagangan Nasdaq.
Baca juga: “Cara Beli Saham Amazon (AMZN) di Indonesia“
Amazon Prime Day 2026 resmi dibuka pada 23 Juni dan berlangsung hingga 26 Juni. Event belanja tahunan ini menjadi salah satu indikator paling ditunggu untuk mengukur daya beli konsumen AS di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian makroekonomi. Bank of America memperkirakan total Gross Merchandise Value (GMV) Prime Day 2026 mencapai $21,6 miliar, menjadikannya Prime Day terbesar sepanjang sejarah jika terwujud.
Analis Bank of America Justin Post mempertahankan rating Buy untuk AMZN dengan target harga $310, sambil menekankan bahwa hasil Prime Day akan menjadi barometer kondisi konsumsi AS yang krusial. Jika angka penjualan melampaui ekspektasi, saham Amazon berpotensi kembali menguat menuju kisaran $260 hingga $280 dalam beberapa minggu ke depan.
Fundamental Amazon tetap solid. Pada Q1 2026, Amazon membukukan pendapatan $181,5 miliar, tumbuh 17% secara year-over-year. Segmen cloud Amazon Web Services (AWS) mencatat pertumbuhan paling impresif yaitu 28% YoY, didorong oleh lonjakan permintaan komputasi untuk kecerdasan buatan dan infrastruktur model bahasa besar.
Kemitraan terbaru Amazon dengan ArcelorMittal untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam produksi baja juga memperkuat narasi bahwa Amazon semakin agresif memonetisasi AI di luar sektor teknologi. Diversifikasi ini dinilai positif karena memperluas potensi pasar AWS ke industri-industri tradisional.
Baca juga: “Analis Wall Street Perbarui Target Harga Saham Amazon, Potensi Kenaikan Semakin Menarik“
Konsensus Wall Street terhadap saham Amazon saat ini berada di level “Strong Buy”, dengan 49 analis merekomendasikan pembelian kuat dan 5 lainnya merekomendasikan pembelian moderat. Target harga rata-rata 12 bulan berada di $315,85, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 36% dari harga perdagangan hari ini.
Secara teknikal, saham Amazon berada dalam koreksi jangka pendek setelah reli April hingga Mei. Support terdekat berada di kisaran $228 hingga $230, sementara resistensi utama ada di $244 dan $250. Investor yang memiliki horison jangka menengah hingga panjang melihat koreksi ini sebagai peluang akumulasi, mengingat pertumbuhan fundamental bisnis yang konsisten.
Nikmati kemudahan investasi saham global seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) hingga aset komoditas seperti emas dan perak dalam wujud tokenized stocks dari xStocks dan Ondo langsung di aplikasi Pintu!
Kenapa harus coba investasi tokenized stocks di Pintu?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi