Kurs Rupiah Hari Ini 15 Juli 2026: Menguat ke Rp18.070/USD

Di-update
July 15, 2026
Bagikan
Gambar Kurs Rupiah Hari Ini 15 Juli 2026: Menguat ke Rp18.070/USD

Jakarta, Pintu News – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak menguat pada perdagangan Rabu pagi, 15 Juli 2026, meski tekanan dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar valuta asing. Rupiah tercatat naik 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp18.070 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.091 per dolar AS.

Kurs Rupiah Pagi Ini: Menguat ke Rp18.070 per Dolar AS

Penguatan rupiah pagi ini melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan Selasa (14/7), saat rupiah naik 18 poin atau 0,10 persen ke Rp18.091 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia melemah 0,08 persen ke posisi 101,15, turut memberi ruang bagi mata uang Asia termasuk rupiah untuk bergerak lebih stabil.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah sempat menguat hingga 25 poin pada perdagangan intraday kemarin. Namun, penguatan tersebut terpangkas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga rupiah akhirnya ditutup menguat lebih tipis di kisaran 18 poin. Pola serupa berpotensi kembali terjadi pada perdagangan hari ini apabila sentimen dari Timur Tengah kembali memanas menjelang penutupan pasar.

Baca juga: “Kurs Rupiah Hari Ini 14 Juli 2026: Stagnan di Kisaran Rp18.100/USD

Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Bayangi Pasar Global

Sentimen utama yang menekan sekaligus membentuk arah pasar valuta asing global saat ini datang dari kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump. Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran mulai Selasa waktu setempat, dengan kebijakan yang menargetkan lalu lintas kapal yang berkaitan dengan Iran, sementara kapal komersial netral tetap diizinkan melintasi jalur tersebut. Selain itu, pemerintah AS juga akan mengenakan pungutan sebesar 20 persen terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz untuk menutup biaya pengamanan jalur tersebut.

“Investor tetap khawatir bahwa eskalasi militer lebih lanjut atau tindakan balasan dapat mengganggu aliran dari Teluk, yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global,” kata Ibrahim. Kekhawatiran ini membuat harga minyak mentah dunia berpotensi naik, yang pada gilirannya dapat menekan pasar keuangan global, melemahkan bursa saham, sekaligus memicu kekhawatiran inflasi baru karena investor kembali menghitung dampak kenaikan biaya energi terhadap pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan bank sentral di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Uang dolar Amerika Serikat yang menjadi mata uang acuan pergerakan kurs rupiah
Uang dolar AS, mata uang acuan utama kurs rupiah hari ini. Sumber: Katie Harp via Unsplash / Unsplash License

Sinyal The Fed dan Risiko Kenaikan Suku Bunga

Dari sisi global, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan bahwa apabila inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat kembali meningkat, bank sentral AS perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan. Pernyataan ini menambah lapisan ketidakpastian baru bagi pasar mata uang, sebab kenaikan suku bunga The Fed umumnya membuat imbal hasil aset dolar semakin menarik dibandingkan aset di negara berkembang seperti Indonesia.

Jika ekspektasi kenaikan suku bunga AS menguat, arus modal asing berpotensi kembali mengalir keluar dari pasar keuangan domestik menuju aset dolar, sehingga menambah tekanan pada rupiah dalam beberapa pekan mendatang. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi konsumen AS berikutnya sebagai penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Baca juga: “Kurs Rupiah vs Dolar AS Hari Ini, 2 Juli 2026: Ambruk ke Rp17.984

Alternatif Lindung Nilai Aset Melalui Stablecoin di Pintu

Fluktuasi mata uang fiat yang terus bergerak membuat penyimpanan aset dalam bentuk dolar menjadi salah satu opsi diversifikasi. Kini semakin mudah dilakukan berkat kehadiran aset crypto berjenis stablecoin. Proses penukaran pun menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu mengunjungi money changer secara fisik.

Melalui aplikasi Pintu, tersedia akses untuk berinvestasi pada stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 dengan Dolar AS, seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC).

Selain menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi, penyimpanan USDT atau USDC di platform Pintu juga memberikan peluang keuntungan tambahan melalui fitur Earn.

Cek Stablecoin di Pintu Sekarang!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->