Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Mata uang Garuda ambruk 32 poin atau 0,18 persen dan menyentuh level Rp17.984 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000. Pelemahan ini melanjutkan tren tekanan yang sudah berlangsung sejak awal pekan, seiring penguatan dolar AS di pasar global.
Sebelumnya pada pembukaan pasar spot pukul 09.05 WIB, rupiah sempat dibuka melemah 25 poin ke level Rp17.977 per dolar AS. Tekanan jual yang berlanjut sepanjang hari membuat pelemahan semakin dalam hingga menembus angka Rp17.984. Situasi ini menambah daftar panjang tekanan terhadap rupiah yang sepanjang 2026 telah terdepresiasi cukup signifikan terhadap dolar AS.
Pelemahan rupiah pada hari ini merupakan kelanjutan dari tren negatif yang terjadi sejak akhir Juni 2026. Sehari sebelumnya, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia tercatat melemah 0,35 persen ke level Rp17.961 per dolar AS. Jika tren ini berlanjut, rupiah berpotensi menembus level psikologis Rp18.000 dalam waktu dekat.

Analis pasar memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada di rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Rentang yang cukup lebar ini mencerminkan tingginya ketidakpastian pelaku pasar menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Di pasar perbankan, kurs jual beli dolar AS turut menunjukkan tren pelemahan rupiah. BCA mematok harga beli dolar AS di level Rp17.962 dan harga jual Rp17.982, sementara BNI mematok harga beli Rp17.920 dan harga jual Rp18.020. Variasi kurs antar bank ini mencerminkan volatilitas pasar valuta asing yang masih tinggi.
Baca juga: “Kurs Rupiah 1 Juli 2026: Rupiah Melemah ke Rp17.907 per Dolar AS“
Menurut analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed menjadi salah satu pemicu utama penguatan dolar AS. Pasar tengah menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payroll yang berpotensi memberi sinyal arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut mendorong minat investor global untuk mengalihkan dana ke aset dolar, sehingga menambah tekanan bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat instrumen berdenominasi dolar semakin menarik dibandingkan aset di pasar berkembang.
Selain faktor eksternal, tekanan jual dari investor asing di pasar keuangan domestik turut memperberat pelemahan rupiah. Arus keluar modal asing dari pasar saham dan obligasi Indonesia menunjukkan bahwa sentimen domestik belum sepenuhnya pulih, sehingga permintaan terhadap dolar AS masih tinggi di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.