
Jakarta, Pintu News – Pasar crypto memasuki pekan yang cukup menegangkan. Federal Open Market Committee atau FOMC dijadwalkan bertemu pada 28 dan 29 Juli 2026, dengan pengumuman kebijakan suku bunga yang akan disampaikan Ketua The Fed Kevin Warsh pada Rabu sore waktu Amerika Serikat. Bagi investor saham dan obligasi, pertemuan ini mungkin hanya rutinitas tahunan. Namun bagi pelaku pasar crypto, momen ini bisa memicu ayunan harga yang jauh lebih tajam dibanding aset konvensional.
Beberapa aset bahkan sudah menunjukkan tanda tanda kegelisahan sejak awal pekan, ditandai dengan posisi leverage yang menumpuk di bursa derivatif dan volume perdagangan yang naik turun tajam. Berikut lima crypto yang paling berpotensi bergerak liar jelang dan sesudah keputusan FOMC pekan ini.
Suku bunga acuan AS saat ini bertahan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen selama empat kali pertemuan beruntun. Namun tekanan inflasi yang masih di atas target membuat pasar memperkirakan perdebatan sengit di internal The Fed. Warsh sendiri berulang kali menegaskan bahwa otoritas tidak akan mentoleransi inflasi yang berkepanjangan, sembari mendorong pelaku pasar untuk membaca data ekonomi terbaru ketimbang berpegang pada panduan ke depan.
Crypto selama ini dikenal sebagai aset berbeta tinggi terhadap kebijakan moneter. Ketika sinyal yang keluar cenderung hawkish atau condong menaikkan suku bunga, aset berisiko termasuk Bitcoin dan altcoin biasanya lebih dulu terkena aksi jual dibanding saham. Sebaliknya, sinyal dovish atau pelonggaran kerap memicu reli cepat karena likuiditas dianggap akan kembali mengalir ke aset spekulatif. Reaksi yang cepat dan tajam inilah yang membuat trader menahan posisi mereka jelang pengumuman, sehingga volatilitas justru meningkat beberapa hari sebelum keputusan resmi keluar.
Baca juga: “FOMC 28 – 29 Juli 2026: Warsh Tegas Tolak Bailout Crypto, Efeknya ke Bitcoin?“
Meski sering dianggap sebagai aset crypto paling matang, Bitcoin dan Ethereum tetap tidak kebal dari gejolak jelang FOMC. Data pasar menunjukkan arus keluar dari produk investasi berbasis ETF spot Bitcoin dan Ethereum kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan sikap wait and see investor institusional sebelum arah kebijakan bank sentral jelas. Ethereum bahkan sempat diperdagangkan di kisaran harga yang jauh lebih rendah dibanding puncaknya tahun ini, membuat pergerakannya lebih sensitif terhadap setiap perubahan sentimen makro.
Bitcoin, sebagai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, biasanya bergerak lebih dulu begitu pernyataan resmi The Fed dirilis pukul 14.00 waktu bagian timur AS. Pergerakan Bitcoin ini kemudian menjadi acuan arah bagi sebagian besar altcoin, termasuk tiga aset berikutnya yang punya karakter jauh lebih fluktuatif.
Solana dan XRP masuk daftar aset yang paling diwaspadai trader derivatif pekan ini. Berdasarkan data Coinglass yang dikutip BeInCrypto pertengahan Juli lalu, open interest Solana sempat menyentuh level tertinggi sejak awal 2025 di angka sekitar 7,9 miliar dolar AS. Yang membuat posisi ini rawan adalah dominasi posisi long, alias taruhan bahwa harga akan terus naik. Ketimpangan semacam ini membuat pasar rentan terhadap likuidasi berantai apabila muncul kejutan hawkish dari The Fed dan harga berbalik arah.
XRP berada dalam situasi serupa. Open interest-nya sempat mendekati rekor tertinggi tahun ini, dengan mayoritas trader juga memasang posisi long. Beberapa analis bahkan menilai reli XRP belakangan ini mulai kehabisan tenaga, sehingga sebagian trader mulai mengambil untung lebih awal. Ditambah dengan rentang pergerakan harian XRP yang secara historis memang lebar, aset ini berpotensi mencatat swing tajam begitu keputusan suku bunga diumumkan.
Selain faktor FOMC, tekanan supply juga datang dari jadwal token unlock akhir Juli, di mana sejumlah proyek seperti LayerZero, Kaito, hingga Humanity melepas token baru senilai puluhan juta dolar AS ke pasar. Kombinasi leverage tinggi dan tambahan pasokan token ini membuat volatilitas altcoin berpotensi lebih liar dibanding biasanya.
Baca juga: “5 Altcoin dengan Katalis Kuat di Bulan Juli 2026“
Di antara lima aset ini, Hyperliquid mungkin punya kisah paling dramatis. Token milik bursa derivatif on-chain ini sempat melonjak dari level di bawah 30 dolar AS menjadi lebih dari 75 dolar AS dalam beberapa bulan terakhir, sebelum akhirnya masuk fase konsolidasi dan turun ke kisaran 58 sampai 61 dolar AS menjelang pekan FOMC. Open interest HYPE tercatat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di angka sekitar 2,1 miliar dolar AS, dengan rasio posisi long yang masih mendominasi di sejumlah bursa besar.
Funding rate HYPE dilaporkan mulai mendekati nol seiring melemahnya minat beli ritel, sementara arus dana dari produk investasi institusional untuk aset ini juga tercatat keluar dalam beberapa hari terakhir. Analis mencatat bahwa pergerakan HYPE cenderung mengikuti arah Bitcoin secara ketat, sehingga koreksi lanjutan pada Bitcoin berpotensi menyeret HYPE lebih dalam dan memicu likuidasi pada posisi long yang menumpuk di area resistance.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.