
Pasar crypto global memasuki fase kritis sepanjang sepekan terakhir. Kombinasi ketidakpastian makroekonomi, koreksi tajam di pasar saham global, dan berkurangnya daya beli besar memaksa aset-aset utama turun mencari support baru. Dalam laporan mingguan ini, kami membedah sentimen ritel, pergeseran posisi institusional, serta perubahan data on-chain dan derivatif, lengkap dengan analisis teknikal Bitcoin , Ethereum , dan Solana .

Level Penting BTC
Pelaku pasar saat ini wait and see karena harga Bitcoin mulai bergerak di bawah area support penting $60.000 hingga $62.899 (sekitar Rp1.068.000.000 hingga Rp1.119.602.200). Area ini menjadi zona krusial penentu arah BTC ke depan.
Tekanan jual yang masih mendominasi membuat risiko penurunan lanjutan perlu diwaspadai. Jika BTC breakdown dan gagal menahan area support tersebut, koreksi berpotensi berlanjut ke support berikutnya di $53.781 (sekitar Rp957.301.800).
Meski demikian, potensi rebound tetap terbuka jika BTC mampu bertahan di atas $62.899, sinyal bahwa tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat.
Reaksi harga di area $60.000 hingga $62.899 menjadi penentu utama arah BTC selanjutnya. Selama support ini bertahan, potensi rebound masih terbuka. Jika gagal bertahan, koreksi berpotensi berlanjut ke $53.781.

Level Penting ETH
Harga ETH masih sideways di area konsolidasi $1.505 hingga $1.743 (sekitar Rp26.789.000 hingga Rp31.025.400). Pelaku pasar masih menunggu konfirmasi arah setelah periode volatilitas sebelumnya.
Area ini krusial, sehingga breakout maupun breakdown dari rentangnya menjadi sinyal penting bagi kelanjutan tren.
Apabila tekanan beli mampu mendorong harga menembus batas atas konsolidasi di level $1.743, maka ETH berpotensi memasuki fase rebound dengan target kenaikan menuju area resistance di kisaran $1.987 hingga $2.100 (sekitar Rp35.368.600 hingga Rp37.380.000). Keberhasilan breakout akan menjadi konfirmasi bahwa momentum bullish mulai kembali mendominasi.
Sebaliknya, apabila harga gagal mempertahankan area support dan breakdown di bawah $1.505, risiko koreksi meningkat menuju support berikutnya di $1.297 (sekitar Rp23.086.600).
Secara keseluruhan, struktur teknikal ETH saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Oleh karena itu, reaksi harga terhadap area $1.505 hingga $1.743 akan menjadi faktor utama dalam menentukan apakah ETH mampu membentuk rebound atau justru melanjutkan tren koreksi.

Level Penting SOL
Pergerakan harga SOL masih mampu bertahan di atas level $60,11 (sekitar Rp1.069.958), yaitu titik terendah penutupan candle harian 6 Juni. Di tengah meningkatnya volatilitas sepekan terakhir, kemampuan menahan level ini menjadi sentimen positif.
Area $60,11 saat ini berfungsi sebagai support penting yang menjaga struktur pemulihan harga tetap valid. Bertahannya harga di atas level tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan minat beli masih cukup kuat untuk menahan penurunan yang lebih dalam.
Selama SOL mampu bergerak dan bertahan di atas level $60,11, maka potensi rebound tetap terbuka. Jika momentum beli meningkat, harga berpotensi naik menuju harmonic resistance $79,34 hingga $83,84 (sekitar Rp1.412.252 hingga Rp1.492.352).
Sebaliknya, jika $60,11 gagal dipertahankan, momentum bullish melemah dan membuka potensi koreksi yang lebih dalam.
Secara keseluruhan, struktur teknikal SOL masih menunjukkan potensi pemulihan selama harga tetap berada di atas support utamanya. Oleh karena itu, level $60,11 menjadi area krusial yang perlu dipertahankan untuk menjaga potensi kenaikan menuju resistance berikutnya.
Laporan on-chain Glassnode Week 25, 2026 yang bertajuk “Waiting for Buyers” menunjukkan pasar crypto, khususnya Bitcoin, berada dalam tekanan struktural yang dalam. Penurunan harga ke bawah level psikologis $60k dipicu kombinasi realisasi kerugian (loss realization), outflow ETF yang persisten, dan posisi defensif di pasar opsi.
Berikut adalah validasi data makro on-chain serta katalis fundamental global yang memengaruhi pasar dalam 7 hari terakhir:

Berdasarkan data CMC Crypto Fear and Greed Index, sentimen pasar ritel tertahan di zona Extreme Fear level 16, tidak berubah dari hari sebelumnya. Tren ini mengonfirmasi pemburukan yang beruntun, melemah dari level Fear (32) sebulan lalu dan terus merosot dari Fear (21) sepekan lalu.
Penurunan dari 21 ke 16 dalam tujuh hari mengindikasikan tekanan jual masif yang memicu kepanikan ritel. Meski begitu, indeks masih di atas titik terendah tahunan Extreme Fear (5) pada 6 Februari 2026, dan jauh dari titik tertinggi tahunan Greed (71) pada Juli 2025. Level 16 yang bertahan menegaskan pasar ritel sedang mengalami kapitulasi psikologis.

Berdasarkan data Coinglass dan SoSoValue, ETF crypto global mengalami tekanan jual institusional masif dengan total net outflow harian -$437,8 juta. Pelepasan ini didominasi ETF Bitcoin (-$444,5 juta), diikuti ETF Ethereum (-$12,8 juta). Grafik harian 17 hingga 26 Juni 2026 menunjukkan tekanan risk-off memuncak pada 25 Juni dengan outflow terdalam di kisaran -$738,6 juta. Diversifikasi kecil ke aset alternatif seperti ETF XRP (+$15,6 juta), ETF Solana (+$2 juta), dan ETF HYPE (+$1,8 juta) tidak cukup kuat membendung arus keluar aset utama.

Tekanan jangka pendek ini sejalan dengan pelemahan struktural yang lebih luas. Per 26 Juni 2026, pasar mencatat Weekly Total Net Outflow terdalam dalam dua bulan, yaitu -$1,79 miliar. Kejatuhan beruntun selama beberapa pekan terakhir bergerak dari -$1 miliar (15 Mei), sempat melandai ke -$226,8 juta (18 Juni), sebelum anjlok ke -$1,79 miliar. Akibatnya, Total Net Assets ETF Bitcoin terkikis ke $72,82 miliar dengan harga penutupan BTC di bawah level psikologis $59.752.

Secara kumulatif, grafik US Crypto Spot ETF Historical AUM turun tajam dari puncaknya pada April hingga Mei menuju titik terendah baru per 26 Juni 2026. Data kinerja menunjukkan penurunan kuartalan yang sangat berat mencapai -$4.386.128.397. Bahkan, periode Juni 2026 ini resmi tercatat sebagai bulan terlemah sepanjang sejarah performa ETF tahunan dengan total kehilangan modal institusional sebesar -$4.344.346.608. Angka ini menegaskan institusi sedang mengurangi eksposur secara agresif, bukan sekadar rotasi portofolio biasa.

Berdasarkan data Spot Market Overview di Coinmarketcap, kapitalisasi pasar crypto global berada di $2,05 triliun, turun 1,38% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang 22 hingga 28 Juni 2026, pasar tertekan turun tanpa tanda konsolidasi kuat. Angka kapitalisasi ini terus menyusut tajam jika dibanding minggu lalu ($2,2 triliun) dan bulan lalu ($2,49 triliun). Grafik mingguan menunjukkan kejatuhan struktural yang puncaknya sempat menembus rekor terendah tahunan baru di $2,06 triliun pada 26 Juni 2026, jauh dari rekor tertinggi tahunan $4,28 triliun (Oktober 2025).

Volume perdagangan spot global sepekan terakhir bergerak fluktuatif lalu mengering. Aktivitas sempat melonjak ke kisaran $250 miliar pada 24 hingga 25 Juni akibat tingginya tekanan jual. Setelah itu, volume anjlok drastis pada 26 hingga 28 Juni ke area terendah mingguan $65 miliar hingga $118 miliar. Penurunan ini mengonfirmasi absennya daya beli, baik institusional maupun ritel, untuk akumulasi di harga bawah.

Berdasarkan data Derivatives Market Overview di CoinMarketCap, pasar derivatif crypto sedang “membersihkan” leverage secara masif. Open Interest (OI) kontrak Futures turun tajam 20,49% menjadi $1,83 miliar, mendekati titik terendah tahunan $1,76 miliar (28 Juni 2026). OI Perpetuals juga menyusut 7,9% ke $389,19 miliar dari $422,56 miliar sehari sebelumnya. Penurunan posisi terbuka yang drastis ini menandakan banyak trader menutup posisi atau terkena likuidasi massal akibat volatilitas pasar.

Data Coinglass menunjukkan psikologi pasar dalam 24 jam terakhir berada di titik keseimbangan ketat dengan bias beli yang tipis. Rasio Taker Buy/Sell Volume mencatat posisi Long 50,37% (volume $17,25 miliar) berbanding Short 49,63% (volume $17 miliar). Berkurangnya leverage dan rasio yang seimbang ini menandakan pelaku pasar derivatif kini bersikap defensif menjelang pergerakan besar berikutnya.
Penurunan Bitcoin di bawah level psikologis $60k mengonfirmasi koreksi yang dipimpin pasar spot, dengan rata-rata investor merealisasikan kerugian -$205 juta per hari dan menyeret harga menjauh dari batas aman makro strukturalnya. Tekanan jual ini diperparah oleh kondisi pasar saham global yang ditutup merah merona di akhir pekan seiring merangkaknya indeks volatilitas (VIX) ke 19,49, memicu penarikan modal institusional masif hingga mencatat bulan terlemah sepanjang sejarah ETF dengan kehilangan -$4,34 miliar. Hal tersebut menandakan baik dari kalangan investor institusional maupun ritel sedang mengurangi eksposur besar-besaran terhadap aset crypto.
Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.
Bagikan
Lihat Aset di Artikel Ini
3.1%
2.8%
0.0%
0.0%
Harga BTC (24 Jam)
Kapitalisasi Pasar
-
Volume Global (24 Jam)
-
Suplai yang Beredar
-