
Coinbase Global, Inc. adalah perusahaan layanan aset kripto asal AS yang menyediakan infrastruktur untuk membeli, menjual, menyimpan (custody), serta menggunakan aset kripto untuk kebutuhan ritel maupun institusional. Secara umum, Coinbase berevolusi dari sekedar “exchange” kripto menjadi platform layanan finansial berbasis aset digital. Coinbase kini semakin kuat pada pendapatan non-trading seperti stablecoin, staking, dan layanan institusi.
Coinbase didirikan pada 2012 oleh Brian Armstrong dan Fred Ehrsam di San Francisco sebagai platform jual beli Bitcoin yang menargetkan pengguna ritel. Sejak awal, Coinbase memposisikan diri sebagai pintu masuk utama ke ekosistem kripto dengan fokus pada kemudahan, keamanan, dan kepatuhan regulasi. Strategi ini mendorong pertumbuhan basis pengguna yang pesat seiring meningkatnya adopsi aset kripto secara global.
Tonggak penting terjadi pada 2021 ketika Coinbase listing di Nasdaq melalui mekanisme direct listing dengan ticker COIN. Pada hari debutnya, harga referensi Nasdaq ditetapkan di $250, saham dibuka di level $381 dan ditutup pada $328,28. Peristiwa ini menandai legitimasi industri kripto di pasar modal tradisional pada puncak siklus bullish saat itu.
Memasuki periode 2022–2023, bear market kripto menekan volume transaksi dan profitabilitas sehingga Coinbase melakukan efisiensi biaya dan penyesuaian operasional. Kondisi mulai membaik pada 2024 seiring pemulihan pasar kripto, dengan kinerja keuangan dan laba bersih kembali menguat. Pada 2025, fokus strategi perusahaan bergeser ke diversifikasi bisnis melalui penguatan derivatives, pengembangan infrastruktur, serta eksplorasi tokenisasi dan produk ekuitas on-chain.
Direct listing adalah metode listing saham di bursa di mana perusahaan langsung memperdagangkan saham yang sudah ada tanpa menerbitkan saham baru dan tanpa melibatkan penjamin emisi seperti pada IPO.
Model bisnis Coinbase Global, Inc. berakar pada struktur pendapatan yang dirancang untuk menangkap nilai dari berbagai aktivitas di ekosistem kripto, tidak hanya sekadar biaya trading. Perusahaan mengintegrasikan layanan konsumen dan institusi melalui tiga pilar pendapatan utama:
Transaction revenue merupakan sumber pendapatan utama Coinbase sejak awal berdiri dan berasal dari biaya trading spot kripto, baik dari pengguna ritel maupun institusi. Besarnya pendapatan ini sangat bergantung pada volume dan aktivitas perdagangan di pasar kripto. Pada fase awal bisnis, sekitar 2020, pendapatan transaksi menyumbang hingga kurang lebih 96% dari total pendapatan Coinbase sebelum perusahaan melakukan diversifikasi layanan.
Seiring waktu, Coinbase mengembangkan pilar pendapatan yang lebih berulang melalui layanan non-trading:
Segmen ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dan pada 2025 diperkirakan menyumbang sekitar 41% dari total pendapatan Coinbase, meningkat tajam dibandingkan kontribusinya yang masih sangat kecil lima tahun sebelumnya. Pendapatan dari subscription & services diproyeksikan mencapai sekitar US$2,9 miliar, dengan USDC menyumbang sekitar US$1,4 miliar dan staking rewards sekitar US$723 juta berdasarkan estimasi analis.
Selain trading dan layanan langganan, Coinbase juga mengeksplorasi sumber pendapatan dari aktivitas infrastruktur kripto:
Segmen ini memperkuat posisi Coinbase sebagai penyedia “pipa” teknis bagi ekosistem kripto yang lebih luas, serta menambah stabilitas pendapatan di luar volatilitas pasar trading.
COINx umumnya merujuk pada “Coinbase xStock”, yaitu token yang merepresentasikan harga saham Coinbase (COIN) dalam format aset on-chain. Secara konsep, tokenized stock seperti COINx bertujuan memberi akses yang lebih fleksibel (misal. integrasi dengan ekosistem kripto, potensi fractional, dan perdagangan lintas infrastruktur), tetapi bukan “saham biasa” di rekening sekuritas.
COINx adalah instrumen yang berbeda dari saham COIN di bursa. Risiko produk mencakup risiko penerbit, struktur hukum, pembatasan yurisdiksi, serta potensi perbedaan likuiditas/market microstructure dibanding saham asli.
COINx tidak diciptakan langsung oleh Coinbase sebagai emiten saham, melainkan diterbitkan oleh pihak ketiga yang bergerak di bidang tokenisasi aset.
COINx diterbitkan oleh Backed Assets AG, sebuah perusahaan tokenisasi berbasis di Swiss yang mengembangkan produk xStocks, yaitu token yang merepresentasikan saham publik secara on-chain. Dalam struktur ini, Backed bertindak sebagai penerbit token, sementara saham Coinbase (COIN) yang menjadi underlying disimpan melalui kustodian yang ditunjuk sesuai kerangka hukum setempat.
Sementara itu, Coinbase berperan sebagai pihak yang mendukung ekosistem dan distribusi produk, bukan sebagai penerbit langsung COINx. Dengan kata lain, COINx adalah tokenized stock atas saham Coinbase yang diterbitkan oleh Backed Assets AG, bukan saham resmi yang diterbitkan oleh Coinbase Global, Inc.

Pergerakan harga saham Coinbase (COIN) sepanjang 2021–2022 mencerminkan fase koreksi tajam pasca euforia awal pasar kripto. Setelah IPO pada 2021, anjlok lebih dalam pada 2022 dengan penurunan tahunan mencapai 85,90%. Tekanan ini dipicu oleh bear market kripto, penurunan volume trading, serta sentimen negatif terhadap aset berisiko secara global.
Titik balik terjadi pada 2023 ketika saham COIN mencatatkan rebound yang sangat kuat. Dari level terendah sekitar $32,53 pada Desember 2022, harga saham melonjak signifikan dan menutup 2023 dengan kenaikan tahunan sekitar 417,62%. Pemulihan ini didorong oleh stabilisasi pasar kripto, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta perbaikan persepsi terhadap keberlanjutan bisnis Coinbase.
Pada 2025, saham COIN sempat mencetak harga penutupan tertinggi sepanjang sejarah di kisaran $419,78, meski secara tahunan berakhir terkoreksi sekitar 12,08%. Memasuki 2026, saham COIN kembali mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sekitar 12,73%, mencerminkan fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi pada siklus sebelumnya.

Grafik pendapatan menunjukkan bahwa kinerja keuangan Coinbase sangat dipengaruhi oleh siklus pasar kripto. Pendapatan melonjak tajam pada 2021 hingga mendekati US$8 miliar seiring bull market, lalu turun signifikan pada 2022–2023 ke kisaran US$3 miliar akibat penurunan volume trading dan melemahnya sentimen pasar.
Pemulihan terlihat jelas sejak 2024, ketika pendapatan kembali meningkat ke sekitar US$6,56 miliar, dan berlanjut pada 2025 dengan pendapatan trailing twelve months (TTM) mencapai sekitar US$7,67 miliar. Kenaikan ini mencerminkan kombinasi pemulihan aktivitas pasar kripto dan kontribusi yang semakin besar dari pendapatan non-trading seperti subscription, stablecoin, dan layanan institusional.
Revenue adalah total pendapatan yang dihasilkan perusahaan dari aktivitas penjualan produk atau layanan dalam periode tertentu sebelum dikurangi biaya.

Grafik rasio price-to-earnings (P/E) mencerminkan volatilitas profitabilitas Coinbase sepanjang 2021–2023. Setelah mencatat P/E yang sangat tinggi pada 2021, rasio ini turun drastis dan bahkan sempat berada di level negatif pada 2023, mencerminkan periode kerugian bersih selama bear market kripto.
Seiring pemulihan laba pada 2024, rasio P/E kembali positif dan mencapai level di atas 60 sebelum mengalami normalisasi. Per Januari 2026, P/E TTM Coinbase berada di kisaran 19,5, lebih rendah dibanding akhir 2024, yang mengindikasikan valuasi yang relatif lebih moderat seiring stabilisasi kinerja keuangan dan ekspektasi pertumbuhan yang lebih rasional dari pasar.
P/E Ratio adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan laba bersih per saham untuk menilai valuasi perusahaan.
Dalam laporan prospek sektor crypto 2026 yang dirilis pada 5 Januari 2026, Goldman Sachs menaikkan peringkat saham Coinbase (COIN) dari Neutral menjadi Buy. Keputusan ini didorong oleh penilaian bahwa peluncuran produk baru serta meningkatnya porsi pendapatan non-trading memperkuat prospek pertumbuhan jangka panjang Coinbase. Goldman menetapkan target harga $303, atau sekitar 34% di atas level terendah terbaru di kisaran $225, dengan penekanan bahwa pandangan ini bersifat selektif dan tidak mencerminkan optimisme terhadap seluruh sektor kripto.
Menurut Goldman Sachs, sekitar 40% pendapatan Coinbase kini berasal dari bisnis yang lebih struktural seperti custody, staking, dan layanan berbasis langganan, naik dari kurang dari 5% lima tahun lalu. Sumber pendapatan ini dinilai lebih stabil dibandingkan trading spot. Meski demikian, Goldman memperkirakan margin keuntungan akan relatif datar pada 2026 akibat persaingan yang semakin ketat dan sensitivitas terhadap penurunan suku bunga.
Goldman juga menyoroti ekspansi Coinbase ke produk baru seperti perdagangan saham AS, prediction markets, derivatives, dan layanan perbankan. Prediction markets dan tokenisasi dipandang memiliki potensi jangka panjang yang besar, meski monetisasinya sangat bergantung pada skala dan likuiditas.
Di Pintu, pembelian COINx dapat dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap valuasi Alphabet tanpa modal besar.
Selain COINx Pintu juga menyediakan berbagai tokenized stock lain seperti CRCLX, HOODX, QQQX, dan aset sejenis lainnya melalui laman Market Tokenized Stocks, memungkinkan pengguna mengakses beragam saham global dalam bentuk on-chain dengan mudah.
Berikut cara mudah beli COINx di Pintu:
Coinbase menunjukkan transformasi struktural yang signifikan dari platform trading kripto menjadi penyedia infrastruktur keuangan berbasis blockchain dengan sumber pendapatan yang semakin beragam. Kinerja saham COIN mencerminkan sensitivitas tinggi terhadap siklus pasar kripto, namun didukung oleh perbaikan fundamental dan ekspansi produk jangka panjang. Kehadiran COINx menegaskan arah tokenisasi aset sebagai tema besar industri, meski membawa risiko struktural tersendiri. Dengan dukungan analis institusional dan struktur teknikal yang masih konstruktif, COIN berada pada fase krusial antara konsolidasi jangka pendek dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Referensi:
Bagikan
Lihat Aset di Artikel Ini
Harga COINX (24 Jam)
Kapitalisasi Pasar
-
Volume Global (24 Jam)
-
Suplai yang Beredar
-