
Likuidasi umumnya terjadi akibat kesalahan trader dalam mengelola posisi pada perpetual futures. Kesalahan ini sering dialami oleh trader yang masih memiliki keterbatasan pengalaman dan pemahaman mengenai manajemen risiko perpetual futures. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lima kesalahan umum dalam perpetual futures trading yang dapat dihindari oleh pemula, sehingga risiko likuidasi dapat dihindari dan potensi kerugian dapat diminimalisir.
Perpetual futures merupakan jenis pasar derivatif yang memungkinkan trader dapat membuka posisi dengan nilai yang jauh lebih besar dibandingkan modal yang dimiliki melalui mekanisme leverage. Meskipun penggunaan leverage memberikan potensi keuntungan yang tinggi tetapi risiko yang dihadapi juga sebanding, mulai dari kerugian besar hingga likuidasi posisi apabila trader gagal mengelola posisi dan risiko dengan baik.
Berbeda dengan pasar spot, risiko yang dihadapi trader umumnya terbatas pada penurunan nilai aset yang dimiliki, bukan kehilangan aset secara keseluruhan seperti rugpull. Berdasarkan perbedaan tersebut, pasar spot dan perpetual futures masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disesuaikan dengan profil risiko trader.
Maka dengan itu, strategi pengelolaan posisi pada kedua pasar ini juga berbeda. Penting untuk tahu bagaimana cara mengurangi risiko likuidasi dalam perpetual futures trading lewat manajemen risiko. Contoh seperti menentukan batas maksimal kerugian menjadi aspek fundamental yang wajib dikuasai oleh futures trader.
Pelajari lebih lanjut: Cara Kelola Risiko Trading Futures Dengan Leverage 25x
Dengan memahami kesalahan yang umum terjadi dalam futures trading, trader dapat membangun kesadaran sejak awal bahwa futures trading merupakan aktivitas berisiko tinggi yang menuntut disiplin. Berikut ini kesalahan umum dalam perpetual futures trading.

Mengabaikan manajemen risiko adalah salah satu kesalahan paling umum dalam futures trading. Pada pasar perpetual futures, trader tidak hanya berfokus untuk mencari potensi keuntungan, tetapi juga untuk mengelola risiko secara disiplin agar dapat bertahan dalam kondisi pasar yang volatil. Tanpa manajemen risiko yang memadai, trader berisiko mengalami kerugian besar hingga kehilangan margin akibat likuidasi.
Terdapat berbagai tipe trader yang mengabaikan manajemen risiko. Salah satunya adalah trader yang terlalu berfokus pada potensi keuntungan besar sehingga mengambil keputusan secara spekulatif tanpa perhitungan risiko yang memadai.

Membuka posisi tanpa pemahaman yang memadai terhadap kondisi pasar dapat meningkatkan risiko kerugian, terutama ketika pergerakan harga berlawanan dengan posisi yang dibuka. Sebagai contoh, saat pasar berada dalam sentimen negatif dengan volatilitas tinggi dan tren bearish, sebagian trader membuka posisi long dengan asumsi bahwa penurunan harga merupakan kesempatan. Namun, alih-alih memperoleh keuntungan, posisi tersebut justru dapat berujung pada kerugian hingga likuidasi apabila tekanan jual masih berlanjut.
Ungkapan populer “jangan pernah menangkap pisau yang sedang jatuh” menjadi relevan dalam konteks ini. Trader yang masuk ke pasar tanpa mempertimbangkan kondisi dan momentum yang tepat harus siap menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut.
Baca: Daftar 5 Downtrend Chart Pattern Untuk Posisi Short di Futures
Terlalu percaya diri atau overconfidence merupakan bias psikologis yang muncul ketika trader merasa memiliki pemahaman superior terhadap kondisi pasar tanpa didukung analisis yang mendalam. Bias ini muncul seiring dengan frekuensi aktivitas trading yang tinggi, terutama ketika trader mengalami keuntungan dari beberapa transaksi yang langsung dinilai sebagai tanda kesuksesan.
Kondisi tersebut mendorong trader untuk menarik kesimpulan secara cepat berdasarkan keyakinan pribadi, bukan pada data dan analisis yang objektif. Salah satu bentuk perilaku overconfidence ditunjukkan melalui penggunaan strategi yang sama pada berbagai kondisi pasar tanpa melakukan evaluasi dan penyesuaian yang diperlukan.
Overtrading di futures adalah perilaku membuka posisi secara berlebihan dalam futures trading, baik dari sisi frekuensi maupun ukuran posisi. Kondisi ini sering kali dipicu oleh emosi, seperti keinginan mengejar kerugian (revenge trading) atau overconfidence, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kerugian lebih lanjut.
Kondisi ini juga dapat terjadi ketika trader tidak memiliki disiplin dan strategi yang jelas sebelum membuka posisi. Akibatnya, batasan risiko sering kali dilanggar tanpa mempertimbangkan skenario terburuk, karena trader hanya terpaku pada ekspektasi keuntungan.
Jurnal trading membantu trader mencatat setiap aktivitas trading yang dilakukan untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas keputusan dan strategi yang digunakan. Melalui jurnal trading, trader dapat mengidentifikasi kesalahan serta area yang memerlukan perbaikan secara berkelanjutan.
Namun, masih banyak trader yang mengabaikan pencatatan ini, sehingga mereka kesulitan memahami penyebab kesalahan yang berujung pada kerugian berulang. Jurnal trading dapat memuat berbagai informasi penting yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas trading.
Berikut adalah contoh elemen yang sebaiknya dicatat dalam jurnal trading:
Setelah mengetahui berbagai macam kesalahan umum dalam perpetual futures trading, kamu bisa membuka posisi long dan short seperti BTC, SOL, dan lainnya langsung melalui Pintu Pro Web. Di Pintu Pro Web, kamu bisa langsung trading Futures dan spot!
Cara trading Crypto Futures di Pintu Pro Web:
Selain trading, Pintu juga memungkinkan Anda belajar lebih banyak tentang kripto melalui berbagai artikel di Pintu Academy, diperbarui setiap minggu!
Pada dasarnya, manajemen risiko merupakan faktor utama untuk menghindari lima kesalahan umum dalam perpetual futures trading. Dengan menerapkan manajemen risiko secara disiplin, trader dapat mengendalikan potensi kerugian, menjaga konsistensi pengambilan keputusan, serta mengurangi pengaruh emosi dalam aktivitas trading. Pemahaman pasar, pengelolaan psikologi trading, dan evaluasi berkelanjutan lewat jurnal trading menjadi fondasi agar trader dapat bertahan di pasar.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Bagikan