
Berbeda dengan pasar spot, perpetual futures trading adalah jenis pasar yang memiliki banyak komponen penting yang perlu dipahami sebelum benar-benar terjun ke dalamnya, terutama karena pasar ini membawa risiko yang jauh lebih tinggi dibanding pasar spot. Dalam artikel ini, kami akan membahas 2 komponen penting yang wajib dipahami oleh setiap trader, yaitu perbedaan antara Cross Margin dan Isolated Margin.
Cross Margin dan Isolated Margin adalah dua Margin Mode yang wajib dipahami oleh setiap trader yang aktif membuka posisi dengan leverage di pasar perpetual futures. Kedua mode ini menentukan cara alokasi Margin atau aset jaminan, yang digunakan untuk menopang setiap posisi yang dibuka.
Perpetual futures trading adalah instrumen yang menuntut manajemen risiko jauh lebih ketat dibandingkan pasar spot, termasuk dalam hal perhitungan position sizing. Berbeda dengan spot, position sizing di pasar perpetual futures sangat bergantung pada besarnya Margin yang dimiliki trader dan Margin Mode yang digunakan.
Mengingat kedua Margin Mode ini memiliki karakteristik dan peruntukan yang berbeda, memahami keduanya akan sangat membantu dalam menentukan mode yang paling sesuai dengan strategi dan profil risiko masing-masing trader.
Dalam perpetual futures trading, Cross Margin adalah mode yang menggunakan seluruh saldo margin di akun futures untuk menopang semua posisi yang sedang terbuka. Persentase Margin Usage atau penggunaan Margin akan berfluktuasi secara dinamis mengikuti kondisi posisi yang aktif, baik dalam keadaan profit maupun rugi.
Alokasi Margin pada kedua mode ini bekerja secara berbeda. Pada Cross Margin, perubahan Margin Usage terjadi secara dinamis mengikuti kondisi posisi yang aktif, karena seluruh saldo Margin di akun Futures digunakan seluruhnya untuk menopang semua posisi yang dibuka.
| Komponen | Nilai | Keterangan |
| Margin Mode | Cross Margin | Seluruh saldo akun yang menjadi jaminan |
| Margin Balance | 1.500 USDT | Total saldo awal di akun futures |
| Jumlah Posisi | 1. BTCUSDT-PERP 2. ETHUSDT-PERP | 2 posisi aktif secara bersamaan |
| Ukuran Posisi | 1.000 USDT × 2 | Total nilai posisi = 2.000 USDT |
| Leverage | 5x | |
| Initial Margin / Biaya Margin (IM) 20% dari nilai posisi | 400 USDT (Masing-Masing Posisi 200 USDT) | Total saldo yang digunakan untuk membuka posisi |
| IM Buffer (ON) 1% MM + 19% Buffer | 400 USDT | Saldo yang dikunci |
| Maintenance Margin (MM) 1% dari nilai posisi | 20 USDT | Ambang batas saldo yang harus dijaga untuk terhindar dari likuidasi |
| Floating PnL | 1. BTCUSDT-PERP (+100 USDT) 2. ETH USDT-PERP (-50 USDT) | Net unrealized PnL = +50 USDT |
| Margin Balance (Setelah PnL) | 1.550 USDT | 1.500 + 50 = 1.550 USDT, profit langsung menambah margin balance di mode Cross Margin |
| Available Margin (Setelah PnL) Margin Balance – IM & MM | 1.150 USDT | 1.550 – 400 = 1.150 USDT |
Dalam Cross Margin, ketika posisi berada dalam kondisi floating loss terus menerus, Margin akan berkurang secara bertahap hingga berada di bawah batas MM dan posisi dapat terancam terlikuidasi oleh sistem.
Di sisi lain, Cross Margin menawarkan fleksibilitas alokasi Margin yang lebih besar. Ketika posisi berada dalam kondisi floating profit, keuntungan tersebut akan langsung terakumulasi ke dalam Available Margin.
Artinya, ketika trader berada dalam kondisi floating loss lalu tetap memaksakan membuka posisi baru atau menambah ukuran posisi yang sudah ada, hal tersebut justru meningkatkan risiko likuidasi. Hal ini terjadi karena penggunaan Margin menjadi semakin besar, sementara Margin yang dimiliki terus tergerus oleh floating loss.
Isolated Margin adalah Margin Mode yang dialokasikan secara manual dan spesifik untuk membuka satu posisi tertentu dengan leverage. Berbeda dengan Cross Margin yang menggunakan seluruh Margin di akun sebagai saldo yang menopang posisi, Isolated Margin membatasi risiko hanya pada jumlah Margin yang telah ditetapkan untuk posisi tersebut. Artinya, kerugian maksimum yang dapat dialami trader sudah terlihat jelas sejak awal sebelum posisi dibuka.
Pada saat trader ingin membuka posisi dengan mode Isolated Margin, trader tidak bisa langsung alokasikan spesifik Margin yang diinginkan trader, melainkan alokasi Margin yang digunakan akan sesuai dengan Initial Margin yang digunakan untuk membuka posisi tertentu.
Margin Usage dalam hal ini akan dialokasikan porsi yang berbeda dalam setiap posisinya, jika satu posisi terlikuidasi maka posisi dan Margin yang lain tidak akan terdampak. Oleh karena itu, penggunaan Isolated Margin menuntut perhitungan yang lebih presisi serta pengelolaan toleransi risiko yang matang dalam menentukan besaran Margin yang optimal untuk dialokasikan pada setiap posisi.
| Komponen | BTCUSDT-PERP | ETHUSDT-PERP |
|---|---|---|
| Ukuran Posisi | 1.000 USDT | 1.000 USDT |
| Leverage | 5x Leverage | 5x Leverage |
| Initial Margin / Biaya Margin (IM) 20% dari nilai posisi | 200 USDT | 200 USDT |
| Maintenance Margin (MM) 1% dari nilai posisi | 10 USDT | 10 USDT |
| Margin Usage Ratio Maintenance Margin / (Maintenance Margin + Available Margin) x 100% | 5% | 5% |
Pada mode Isolated Margin, floating PnL yang dimiliki trader tidak memengaruhi Margin yang telah dialokasikan untuk membuka suatu posisi. Meski demikian, trader tetap perlu menjaga agar nilai posisi pada setiap kontrak tidak mendekati batas MM. Jika nilai posisi mulai mendekati ambang MM, trader dapat menambahkan Margin pada kontrak tersebut untuk mengurangi risiko likuidasi.
| Aspek | Cross Margin | Isolated Margin |
|---|---|---|
| Kompleksitas Mengatur Posisi | Lebih sederhana. trader tidak perlu menghitung alokasi margin per posisi karena secara otomatis Margin Balance menjadi saldo yang menahan posisi. | Lebih kompleks. trader harus menghitung secara manual berapa margin yang dialokasikan per posisi dan memantau Margin Usage masing-masing posisi secara terpisah. |
| Alokasi Margin | Seluruh saldo Margin Balance digunakan untuk menopang semua posisi yang terbuka, tidak perlu alokasi terpisah per posisi. | Margin harus dialokasikan secara spesifik untuk setiap posisi yang dibuka. Jumlah yang dikunci bergantung pada nilai posisi dan leverage yang digunakan. |
| Risiko Posisi | Risiko lebih tinggi. Floating loss dari satu posisi dapat mengurangi Margin akun dan berpotensi melikuidasi semua posisi sekaligus. | Risiko lebih terkontrol. Kerugian maksimum per posisi sudah terlihat sejak awal dan tidak berdampak pada posisi lain maupun saldo akun yang tidak dialokasikan. |
| Perhitungan PnL | Floating profit langsung menambah Margin Balance secara real-time dan dapat digunakan sebagai buffer untuk posisi lain yang sedang merugi. | Floating profit/loss hanya berlaku dalam posisi itu sendiri. |
Cross Margin dan Isolated Margin merupakan dua Margin Mode dengan pendekatan berbeda dalam mengelola risiko di pasar perpetual futures, di mana Cross Margin menawarkan fleksibilitas tinggi karena seluruh Margin digunakan untuk menopang semua posisi dengan risiko floating loss dapat mempengaruhi seluruh Margin di akun Futures, sementara Isolated Margin memberikan kontrol risiko lebih terukur dengan membatasi kerugian pada setiap posisi, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan strategi serta toleransi risiko masing-masing trader.
Apa perbedaan utama Cross Margin dan Isolated Margin?
Perbedaan utamanya terletak pada cara alokasi margin. Cross Margin menggunakan seluruh saldo Margin Balance untuk menopang semua posisi yang terbuka, sehingga floating profit dari satu posisi dapat membantu posisi lain yang merugi. Sementara itu, Isolated Margin mengalokasikan margin secara terpisah per posisi sesuai Initial Margin yang dibutuhkan, jika satu posisi terlikuidasi, posisi dan margin lainnya tidak akan terdampak.
Apakah Cross Margin bisa melindungi posisi dari likuidasi cepat?
Dalam kondisi tertentu, ya. Karena seluruh saldo Margin Balance menjadi buffer untuk semua posisi, floating profit dari posisi lain dapat memperlambat proses pengurangan margin karena rugi. Namun, jika seluruh posisi mengalami floating loss secara bersamaan, Available Margin akan terus berkurang hingga Margin Usage mendekati 100% dan seluruh posisi berpotensi terlikuidasi sekaligus.
Apakah Isolated Margin membatasi kerugian?
Ya. Margin yang dialokasikan untuk setiap posisi di mode Isolated Margin berfungsi sebagai batas maksimum potensi kerugian pada posisi tersebut. Saldo Margin Balance yang tidak dialokasikan akan tetap aman dan tidak terdampak meski posisi tersebut terlikuidasi.
Apakah Cross Margin cocok untuk pemula?
Meski Cross Margin lebih sederhana dari sisi pengelolaan posisi karena tidak perlu menghitung alokasi Margin per posisi secara manual, risikonya jauh lebih tinggi. Floating loss yang terus berkembang dapat menggerus seluruh saldo akun. Isolated Margin justru lebih direkomendasikan bagi pemula karena trader tidak perlu mengorbankan seluruh margin yang dimiliki dan kerugian per posisi sudah terdefinisi sejak awal.
Apakah semua posisi terdampak saat Cross Margin terkena kerugian?
Ya, itulah risiko utama Cross Margin. Karena seluruh Margin Balance menjadi jaminan seluruh posisi, floating loss dari satu posisi langsung mengurangi Available Margin yang menopang semua posisi lainnya. Jika kerugian terus bertambah dan Margin Usage mendekati 100%, sistem akan melikuidasi seluruh posisi yang terbuka secara otomatis, bukan hanya posisi yang merugi.
Selain bisa mengakses Pintu Futures melalui aplikasi, kamu juga bisa membuka posisi long atau short seperti BTC, SOL, dan lainnya langsung melalui Pintu Pro Web. Di Pintu Pro Web, kamu bisa langsung trading Futures dan spot!
Cara trading Crypto Futures di Pintu Pro Web:
Selain trading, Pintu juga memungkinkan Anda belajar lebih banyak tentang kripto melalui berbagai artikel di Pintu Academy, diperbarui setiap minggu!
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Bagikan