Redemption: Waktu Terbaik Menjual Saham

Updated
February 3, 2022
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Redemption: Waktu Terbaik Menjual Saham
Reading Time: 3 minutes

Ketika kita berinvestasi kita tidak hanya memikirkan berapa banyak dan berapa lama kita menanamkan uang kita. Namun kita juga berpikir kapan akan menariknya atau melakukan redemption.

Redemption adalah istilah dalam dunia investasi yang berarti menjual kembali atau mencairkan sejumlah unit investasi yang telah dibeli sebelumnya, yang mana bisa dilakukan sebelum atau ketika tanggal jatuh tempo. Istilah ini bisa diterapkan pada instrumen sekuritas yang memberikan pengembalian atau bunga tetap seperti saham dan obligasi.

Penggunaan lain dari istilah redemption ada pada konteks kupon dan gift card, redemption dilakukan oleh konsumen yang mendapatkan poin tertentu untuk ditukarkan dengan produk dan layanan gratis.

Sebenarnya istilah redemption tidak hanya dilakukan oleh investor atau konsumen, namun juga perusahaan yang menerbitkan saham.

Mereka melakukan redemption untuk memiliki kembali porsi kepemilikan yang dulu mereka jual. Biasanya dikarenakan perusahaan akan mencetak keuntungan besar, atau karena saham perusahaan dijual dengan harga yang murah sehingga mereka melihat hal ini sebagai peluang untuk melakukan buyback saham.

Ketika seorang investor melakukan redemption, ada beberapa pertanyaan dalam  benaknya. Pertanyaan itu adalah kapan waktu yang tepat untuk melakukan redemption, berapa banyak unit investasi yang harus mereka cairkan saat melakukan redemption, dan bagaimana strategi alokasi dana setelah melakukan redemption. Berikut ini beberapa hal yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

Kapan Saat Terbaik Melakukan Redemption?

Waktu terbaik untuk melakukan redemption di antaranya saat jumlah investasi kamu sudah mencapai target yang kamu tetapkan. Jika tujuan kamu berinvestasi adalah untuk mengumpulkan uang yang cukup untuk membeli rumah, kendaraan, gadget, atau biaya pernikahan, maka lakukan redemption saat tujuan kamu tercapai terlepas dari seperti apa kondisi pasar.

Waktu yang tepat untuk melakukan redemption yang selanjutnya adalah ketika ingin melakukan rebalancing asset. Hal ini dilakukan ketika portofolio investasi kamu berada pada proporsi yang berbeda dikarenakan percepatan pertumbuhan yang tidak sama.

Contohnya ketika kamu memulai berinvestasi dengan proporsi saham 80% dan obligasi 20%. Seiring waktu karena saham nilainya selalu naik dan obligasi selalu turun, proporsi aset kamu menjadi 90% saham dan 10% obligasi. Yang mana hal ini menjadikan portofolio kamu  tidak sesuai dengan profil risiko kamu semula yakni 80% dan obligasi 20%.

Hal ini memang membuat kamu nampak memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi karena kamu memiliki lebih banyak proporsi saham daripada obligasi. Namun hal ini menjadikan portofolio kamu memiliki resiko lebih banyak daripada yang portofolio kamu sanggup toleransi.

Sebagaimana kita ketahui, saham memiliki kecenderungan peningkatan nilai seiring waktu, namun juga memiliki fluktuasi yang tidak semua orang mampu tolerir. Sedangkan obligasi meskipun memiliki kecenderungan penurunan nilai seiring waktu, namun juga menawarkan pendapatan tetap yang stabil.

Jika hal ini terjadi, maka kamu sudah mendapatkan sinyal untuk melakukan redemption agar kamu dapat melakukan rebalancing asset atau penyeimbangan aset kembali.

Berapa Banyak Saya Harus Melakukan Redemption?

Jika alasan kamu melakukan redemption untuk tujuan konsumtif seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi, yang perlu kamu lakukan hanyalah  memperhatikan berapa pajak dan biaya transaksi yang akan mengurangi nilai saham kamu.

Namun jika tujuan kamu melakukan redemption adalah untuk melakukan rebalancing asset, selain memperhatikan berapa pajak dan biaya transaksi, kamu juga harus melihat proporsi aset kamu.

Jika kamu memulai berinvestasi dengan proporsi saham 80% dan obligasi 20%. Kemudian proporsi aset kamu berubah menjadi 90% saham dan 10% obligasi, maka kamu harus menjual 10 % kelebihan saham untuk kemudian menggunakannya kembali ke akun obligasi kamu.

Bagaimana Melakukan Redemption yang Benar?

apa itu redemption

Jangan terlalu sering melakukan redemption, selain karena biaya transaksi dan pajak kamua juga beresiko melakukan banyak kesalahan fatal diakibatkan kamu tidak mampu mengendalikan emosi kamu. Lakukan redemption jika kamu benar-benar membutuhkan uang atau memang perlu melakukan rebalancing asset.

Setiap penjualan yang menghasilkan keuntungan adalah penjualan yang baik, meskipun sedikit. Apalagi jika kamu memiliki alasan yang rasional untuk menjualnya.  Jangan menengok ke belakang agar kamu tidak menyesali penjualan kamu karena mungkin kamu dapat menjualnya lebih tinggi.

Kunci investasi jangka panjang adalah tidak melakukan keputusan jual beli jangka pendek. Namun bukan berarti seorang trader jangka pendek tidak memiliki kesempatan untuk sukses. Hanya saja perlu menggunakan strategi yang berbeda dengan apa yang dipakai oleh investor jangka panjang.

Peluang Sukses Sebagai Day Trader

Sebagai day trader, kamu memerlukan analisa untuk menentukan posisi jual beli  yang tepat, menghitung biaya transaksi, dan memperhatikan jumlah permintaan dan penawaran atau volume penjualan.

Seorang day trader memanfaatkan volatilitas pasar, dan pasar dengan volatilitas tinggi ada pada pasar kripto. Kamu hanya perlu memulai dan mempelajari situasi pasar dengan platform yang tepat.

Salah satu platform trading kripto terbaik di Indonesia adalah Pintu, selain karena interfacenya yang mudah dipahami trader pemula, juga tersedia banyak pilihan mata uang dan bisa dimulai hanya dengan uang sebelas ribu saja.

Salah satu kunci kesuksesan adalah mampu menanyakan pertanyaan yang tepat agar mendapatkan jawaban yang tepat. Kali ini kamu hanya perlu menanyakan satu hal dalam diri kamu, Tunggu apa lagi?

Referensi:

Sham Gad, When to Sell a Stock, diakses tanggal 27-11-21

Cleartax, redemption fee, diakses tanggal 27-11-21

Rob Berger, How To Rebalance Your Investment Portfolio , diakses tanggal 27-11-21

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->