​​Tak Perlu Takut, Ini Cara Investasi Properti untuk Pemula

Updated
January 17, 2023
• Waktu baca 5 Menit
Gambar ​​Tak Perlu Takut, Ini Cara Investasi Properti untuk Pemula
Reading Time: 5 minutes

Salah satu investasi yang masih banyak digandrungi orang, terlepas dari isu resesi, adalah investasi properti. Pasalnya, nilai properti, seperti rumah dengan desain sederhana dan tanah, akan terus meningkat di masa mendatang. Tidak heran bila banyak orang yang mulai mencoba cara investasi properti untuk pemula.

Investasi properti menjadi pilihan karena kamu bisa menjual rumah kapan saja. Sementara itu, kamu juga bisa membeli aset rumah untuk ditinggal. Kedua pilihan tersebut akan mengalami kenaikan harga di masa mendatang.

Pintu berkolaborasi dengan Pinhome telah merangkum beberapa cara yang bisa dilakukan saat akan investasi properti untuk para pemula. Penasaran? Simak info selengkapnya di sini!

1. Memilih Lokasi yang Strategis

menentukan properti
Shutterstock

Lokasi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan ketika baru saja merintis investasi properti. Beberapa orang biasanya memutuskan untuk mulai membangun rumah karena lokasi yang strategis.

Maka dari itu, lokasi menjadi faktor utama. Terlebih lagi, lokasi rumah akan sangat memengaruhi harga jual properti. Sebagai contoh, lokasi strategis yang mudah dijangkau dan dekat dengan pusat keramaian biasanya menaikkan harga jual rumah.

2. Menyiapkan Dana yang Dibutuhkan

menyiapkan dana yang dibutuhkan
Shutterstock

Setelah menentukan lokasi pembelian properti, langkah selanjutnya adalah menyiapkan dana yang dibutuhkan. Hal ini sudah tentu menjadi cara investasi properti untuk pemula yang tidak boleh terlewatkan.

Tanpa uang yang cukup, kamu mungkin akan kurang puas dengan pilihan yang ada atau tidak bisa membeli properti sama sekali. Akibatnya, investasi properti pun tidak berjalan lancar.

Di luar uang muka, booking fee, dan cicilan, kamu perlu menyiapkan sekitar 10-20% dari uang muka. Dana ini bertujuan membayar notaris, terutama ketika kamu membeli rumah via KPR.

Selain itu, ada jenis dana lainnya yang perlu kamu persiapkan saat memulai investasi properti.

Booking fee

Booking fee atau uang tanda jadi adalah uang yang dibayarkan sebagai bentuk komitmen. Uang ini juga menjadi tanda keseriusan seseorang saat membeli properti. Umumnya, booking fee ditentukan berdasarkan pengembang properti, lokasi, dan kualitas properti.

Down Payment (DP)

Tips investasi properti untuk pemula lainnya adalah menyiapkan uang muka, atau down payment. Uang muka untuk pembayaran properti umumnya ditawarkan dalam berbagai pilihan sesuai dengan kemampuan kamu.

Kisaran nominal uang muka pun beragam, mulai dari 5% sampai 50% dari harga barang tergantung developer. Namun, perlu diketahui semakin besar nominal uang muka yang dibayarkan, semakin kecil cicilan yang akan dilunasi. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Cicilan atau angsuran

Membeli properti untuk investasi tidak serta merta harus dalam bentuk cash, atau langsung lunas. Kamu bisa memilih pembayaran dengan cara mencicil atau angsuran. Tips investasi ini akan sangat membantu untuk kamu dengan modal kecil.

Meski begitu, kamu harus memastikan nominal cicilan yang dibayarkan setiap bulan sudah sesuai dengan kemampuan. Mudahnya, kamu bisa menghitung berapa uang angsuran yang mampu dibayarkan setelah dikurangi dengan kebutuhan sehari-hari.

Dana tambahan

Selain ketiga poin di atas, tips investasi properti untuk pemula yang tak boleh dilewatkan adalah menyiapkan dana tambahan. Dana ini sifatnya dipakai ketika ada sesuatu hal yang mendesak berkaitan dengan membeli properti.

Sebagai contoh, kamu ingin merenovasi rumah, membuat kitchen set, atau lainnya. Hal ini juga berlaku ketika kamu ingin menambahkan asuransi untuk rumah yang biasanya berkisar 1 persen hingga 2 persen dari total pinjaman.

Keberadaan dana tambahan ini setidaknya bisa membantu kamu untuk berinvestasi properti dengan aman tanpa khawatir terlilit utang.

3. Memilih Developer yang Terpercaya

memilih lokasi properti
Shutterstock

Mengingat banyak berita yang marak akan developer rumah bodong, tentu kamu tidak hal tersebut terjadi ketika berinvestasi properti, bukan? Oleh sebab itu, kamu perlu memilih developer yang tepercaya agar investasi tetap lancar.

Bagaimana tidak, pengembang perumahan bertanggung jawab atas lokasi, kualitas konstruksi, harga, hingga nilai keseluruhan pada proyek tersebut. Tidak heran bila kamu harus memilih developer rumah yang bisa dipercaya.

Berikut ini beberapa poin penting yang perlu diperhatikan ketika memilih developer tepercaya.

  • Pengalaman developer: semakin lama biasanya semakin aman karena punya jejak sukses yang banyak.
  • Kualitas konstruksi: periksa apakah developer menggunakan teknologi terbaru dan sudah memiliki sertifikat untuk membangun rumah.
  • Legalitas proyek pembangunan: developer punya dokumen penting, seperti hak atas tanah dan informasi penting lainnya yang bisa diakses.
  • Kewajiban developer ketika terjadi wanprestasi: baca secara detil Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum berita acara serah terima.
  • Jadwal penandatanganan Akta Jual Beli (AJB): bukti sah hak atas tanah dan bangunan.

4. Mengecek Fasilitas di Sekitar Properti

mengecek fasilitas disekitar properti
Shutterstock

Tidak hanya lokasi yang strategis, fasilitas yang memadai di sekitar properti ternyata bisa menaikkan harga jual. Jadi, selalu perhatikan fasilitas di sekitar properti yang akan kamu beli, baik internal maupun eksternal, seperti:

  • Tempat ibadah
  • Arena olahraga
  • Area bermain
  • Pintu masuk/keluar perumahan
  • Daerah perkantoran
  • Akses transportasi umum
  • Sekolah
  • Rumah sakit
  • Pusat perbelanjaan

Pengecekan ini penting sebagai cara investasi properti untuk pemula. Jika hendak dikontrakkan, penghuni properti mungkin akan merasa nyaman dan ingin menyewa rumah kembali karena fasilitas yang lengkap.

5. Memeriksa Harga Jual Properti di Sekitar

memeriksa harga jugal properti disekitar
Shutterstock

Setiap properti tentu memiliki harga jual yang berbeda-beda. Harga jual ini biasanya ditentukan berdasarkan lokasi, fasilitas sekitar, hingga prospek pengembangan ke depan.

Maka dari itu, kamu perlu tahu berapa harga normal pasar properti yang akan kamu beli. Tips investasi ini bisa dilakukan dengan bertanya harga rumah yang sudah terjual.

Dengan bertanya dan membandingkan satu rumah dan lainnya, risiko kamu tertipu oleh developer akan semakin kecil. Pasalnya, banyak developer yang ‘mengenali’ calon pembeli yang awam. Akibatnya, tidak jarang mereka menaikkan harga jual secara tidak wajar sehingga kamu perlu survei dulu, ya.

Selain bertanya-tanya, kamu bisa mencoba menghitung estimasi nilai properti di pasaran melalui Pinvalue. Pinvalue adalah kisaran nilai / harga suatu rumah, apartemen atau properti residensial lainnya di pasaran menurut Pinhome. Kisaran harga ini dihitung dari berbagai data properti terkait lokasi/wilayah administratif.

6. Menentukan Desain Properti yang Laris di Pasaran

menentukan desain properti yang laris dipasaran
Shutterstock

Tips investasi properti untuk pemula tidak selamanya harus berpikir tentang uang. Jika persoalan dana, developer, dan pilihan properti sudah aman, kamu bisa mulai menentukan desain rumah yang laris di pasaran.

Hal ini tentu menyenangkan bagi beberapa orang. Mereka bisa mendesain properti yang akan dijual maupun disewakan kembali sesuai dengan tren yang ada di masyarakat.

Sebagai contoh, desain rumah perumahan minimalis menjadi pilihan yang tepat untuk properti yang akan diinvestasikan. Selain cocok untuk hunian yang tidak begitu besar, desain minimalis dibanderol dengan harga terjangkau dan punya nilai investasi tinggi.

Itu tadi sederet cara investasi properti untuk pemula yang bisa jadi pelajaran untuk kamu. Kini, banyak platform online yang dapat kamu gunakan untuk mencari hunian maupun investasi properti, misalnya saja seperti Pinhome. Semoga tips-tips di atas bisa membantu kamu memulai untuk berinvestasi properti meski masih mengumpulkan modal.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->