Defini Terlengkap: Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar Serta Jenisnya

Updated
February 11, 2022
• Waktu baca 5 Menit
Gambar Defini Terlengkap: Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar Serta Jenisnya
Reading Time: 5 minutes

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh individu, perusahaan, atau negara dengan harapan akan memberikan manfaat finansial di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dimiliki untuk meningkatkan nilai perusahaan atau memberi keuntungkan pada perusahaan.

Aset merupakan sumber daya ekonomi yang aksesnya tidak dimiliki individu atau perusahaan lain. Hak atau akses penggunaannya hanya dimiliki oleh pemiliknya. Aset adalah sumber daya ekonomi yang langka dan terbatas yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan manfaat ekonomi dengan menghasilkan arus kas masuk atau mengurangi arus kas keluar.

Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang di masa depan dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, dan meningkatkan penjualan. Terlepas bentuk dari aset itu peralatan manufaktur atau paten. Aset dapat secara luas dikategorikan ke dalam aset lancar, aset tetap, aset keuangan, dan aset tidak berwujud.

Aset Lancar

aset lancar

Aset lancar adalah aset dengan likuiditas tinggi yang dapat digunakan untuk membayar liabilitas atau hutang jangka pendek. Aset lancar adalah aset yang dapat dijual atau diuangkan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Aset lancar meliputi uang tunai, surat berharga, piutang, persediaan, dan berbagai biaya yang dibayar di muka. Aset dicatat di neraca perusahaan berdasarkan konsep biaya historis, yang mewakili biaya awal aset, disesuaikan dengan setiap perbaikan atau penuaan.

Beberapa contoh dari aset lancar adalah:

Uang Tunai

Disebut juga uang kas yang disimpan pada akun bank atau akun lain yang dapat digunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Alasan utama uang tunai dikategorikan sebagai aset lancar adalah karena likuiditasnya yang tinggi.

Surat Berharga

Alasan surat berharga berada dalam kategori aset lancar adalah kemudahannya untuk dijual pada pasar modal dalam kurun waktu yang singkat. Bentuk dari surat berharga bisa bermacam-macam mulai dari obligasi, saham, kontrak berjangka, wesel tagih, surat sanggup, bilyet giro, travels cheque,dan lain sebagainya.

Piutang

Jenis aset yang termasuk dalam kategori aset lancar adalah piutang dagang. Piutang dagang merupakan aset yang masih belum tertagih pada konsumen atau klien. Ketika masa penarikan piutang telah datang maka aset ini dapat dicairkan. Akan tetapi apabila terdapat bukti bahwa piutang tidak dapat ditagih karena pemilik hutang kabur atau wanprestasi, maka aset ini dapat dihapus dari neraca keuangan.

Persediaan

Untuk perusahaan manufaktur, bahan baku yang masih belum digunakan dapat dihitung sebagai aset. Akan tetapi menimbun terlalu banyak bahan baku dapat mempersulit likuiditas perusahaan. Menjaga persediaan dalam jumlah yang ideal dapat menjaga konsistensi kegiatan operasional dan menjaga perusahaan dari risiko fluktuasi harga bahan baku di pasar.

Biaya Dibayar di Muka

Dikenal juga dengan istilah Prepaid expenses, merupakan jenis aset lancar yang biasa didapat ketika konsumen menyerahkan sejumlah uang sebagai uang muka atau down payment. Aset ini dapat dimasukkan dalam neraca keuangan sebagai aset lancar dan digunakan untuk modal awal kegiatan produksi.

Aset Tidak Lancar/Aset Tetap

aset tidak lancar

Aset yang memiliki sifat yang berbeda dengan aset lancar adalah aset tidak lancar atau non-current asset. Aset tidak lancar adalah aset yang tidak dapat diuangkan dalam kurun waktu satu tahun. Hal ini dikarenakan aset tidak lancar memiliki bentuk yang sulit untuk dijual contohnya properti, pabrik, ataupun mesin produksi. Aset tidak lancar memiliki fungsi yang besar untuk meningkatkan nilai kapitalisasi perusahaan sekaligus meningkatkan produktifitas dan mengurangai arus kas keluar.

Beberapa aset tidak lancar seperti tanah dan bangunan mengalami pertambahan nilai atau apresiasi. Sedangkan aset tidak lancar dalam bentuk mesin biasanya mengalami depresiasi karena usia pakai, keusangan mode, dan biaya perawatan & perbaikan. Berikut ini beberapa contoh dari aset tidak lancar:

1. Aset Berwujud

Aset berwujud atau tangible asset mengacu pada aset dengan bentuk yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pusat dari kegiatan operasi inti. Nilai aset berwujud dihitung dengan total biaya perolehan asli dikurangi akumulasi biaya penyusutan. Tidak semua aset berwujud harus disusutkan nilainya. Aset fisik dalam bentuk tanah cenderung meningkat nilainya.

2. Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud atau asset adalah aset yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi dapat meningkatkan nilai perusahaan. Contoh aset tak berwujud di antaranya adalah kekayaan intelektual, merek dagang, paten, dan hak cipta.

3. Investasi Jangka Panjang

Disebut juga dengan aset keuangan, yakni penempatan modal usaha pada perusahaan lain yang berfungsi untuk upaya diversifikasi atau mitigasi risiko. Bentuk aset keuangan di antaranya adalah aset kripto, aset derivatif, saham, ekuitas prefren, dan aset sekuritas lainnya.

Perbedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar

Perbedaan aset lancar dan tidak lancar terletak pada tiga hal yaitu jangka waktu, tujuan, dan manfaat. Ketiga hal tersebutlah yang dapat membantu manajer keuangan untuk menggolongkan jenis aset yang dikelola perusahaan.

Faktor yang pertama adalah jangka waktu baik jangka waktu panjang maupun pendek. Aset dapat dikatakan sebagai aset lancar apabila bentuk dari aset tersebut dapat dikonversi menjadi uang dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan aset tetap membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk mengkonversi bentuknya menjadi uang tunai.

Faktor Kedua Adalah Tujuan

Kedua, tujuan dari pembelian atau perolehan aset tersebut. Aset lancar dimiliki untuk membayar kebutuhan jangka pendek perusahaan seperti biaya operasional, gaji pegawai, dan lain sebagainya. Sedangkan tujuan pembelian aset tidak lancar adalah untuk meningkatkan produktivitas dan nilai kapitalisasi perusahaan dalam jangka panjang.

Faktor yang ketiga yakni manfaat yang diperoleh perusahaan dari pembelian aset tersebut. Aset lancar dimiliki untuk keperluan pembayaran jangka pendek yang sewaktu-waktu dapat dicairkan atau digunakan. Sedangkan aset tidak lancar dapat digunakan sebagai jaminan saat melakukan pinjaman pada kreditur.

Apakah Tenaga Kerja Termasuk Aset?

Tidak. Tenaga kerja adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang perlu dibayar dengan upah atau gaji. Tenaga kerja tidak dapat dianggap sebagai aset, namun dapat dianggap sebagai modal.

Kesimpulan

Aset lancar dan aset tidak lancar merupakan dua jenis aset yang sama pentingnya dalam sebuah perusahaan. Proporsi yang dapat dikatakan ideal berbeda-beda tergantung jenis industri yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.

Aset lancar dan tidak lancar akan menjadi sebuah indikator yang berharga yang dapat digunakan oleh investor dan kreditur untuk memberikan tambahan modal kepada perusahaan. Hal ini tentunya akan berdampak baik pada perusahaan karena memiliki modal yang lebih besar untuk melakukan efisiensi dan peningkatan daya saing.

Pengelolaan aset tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar saja, individu seperti kamu juga harus memiliki kemampuan pengelolaan aset yang baik. Hal ini bertujuan agar dapat memberi keamanan finansial dan mencapai tujuan finansial yang kamu miliki. Aset yang bisa kamu gunakan untuk berinvestasi bisa bermacam-macam, mulai dari aset fisik seperti properti, hingga aset non-fisik seperti saham, mata uang asing, dan mata uang kripto.

Salah satu alasan kenapa kamu harus mempertimbangkan mata uang kripto sebagai aset lancar adalah karena mudahnya menjual aset ini di bursa mata uang seperti pintu.co.id. Dengan pintu.co.id kamu bisa berinvestasi melalui mata uang digital seperti bitcoin, ethereum, dan 20 jenis mata uang digital lainnya. Dengan fee yang rendah, persyaratan yang mudah, serta minimum deposit hanya Rp11.000 saja, kamu bisa mulai berinvestasi hanya melalui genggamanmu tanpa harus repot keluar rumah.

Referensi:

Adam Barone, What Is an Asset, diakses tanggal 30 Januari 2022

Andrew Erkins, Assets vs. Liabilities, diakses tanggal 30 Januari 2022

Steven Nicholas, How Current and Noncurrent Assets Differ, diakses tanggal 30 Januari 2022

Adam Hayes, What Are Current Assets, diakses tanggal 30 Januari 2022

Will Kenton, What Are Noncurrent Assets, diakses tanggal 30 Januari 2022

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->