Stock opname adalah istilah dalam manajemen persediaan yang merujuk pada proses penghitungan fisik dan verifikasi stok barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk kemudian dicocokkan dengan catatan administrasi atau sistem. Kegiatan ini biasanya dilakukan di gudang atau toko sebelum barang dipasarkan atau dijual, bertujuan memastikan bahwa jumlah fisik barang sesuai dengan data yang tercatat dalam pembukuan perusahaan. Proses stock opname dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan teknologi seperti barcode atau sistem manajemen gudang.
Tujuan utama dari stock opname adalah untuk memastikan akurasi data inventaris yang tercatat dalam sistem dan jumlah barang fisik yang tersedia di lapangan. Dengan melakukan stock opname secara berkala, perusahaan dapat meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, mendeteksi selisih stok, serta mencegah kerugian akibat barang hilang, rusak, atau kesalahan administrasi. Aktivitas ini juga mendukung penyusunan laporan keuangan yang lebih akurat karena nilai persediaan merupakan salah satu komponen penting dalam laporan tersebut.
Contoh stock opname dapat ditemukan pada sebuah toko ritel yang melakukan penghitungan fisik semua unit produk di rak dan gudang pada akhir bulan, kemudian membandingkannya dengan catatan stok di sistem point of sale. Jika terdapat perbedaan antara jumlah barang yang dihitung secara fisik dan jumlah yang tercatat, tim gudang akan menelusuri penyebabnya, misalnya karena kesalahan pencatatan penjualan atau kehilangan barang, lalu melakukan penyesuaian di sistem untuk memastikan data inventaris akurat. Pada perusahaan manufaktur, contoh lain stock opname adalah penghitungan bahan baku, barang setengah jadi, dan produk jadi secara periodik untuk memastikan ketersediaan bahan produksi dan mencegah gangguan proses produksi.