Hambatan Tarif dan Non-Tarif dalam Perdagangan Internasional

Updated
September 5, 2023
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Hambatan Tarif dan Non-Tarif dalam Perdagangan Internasional
Reading Time: 2 minutes

Kamu mungkin pernah mendengar istilah hambatan tarif dan non-tarif, terutama jika kamu berkecimpung di dunia perdagangan internasional. Namun, apa sebenarnya arti dari kedua istilah tersebut? Bagaimana dampaknya terhadap perdagangan internasional? Yuk, kita ulas lebih dalam!

Apa Arti Hambatan Tarif dan Non-Tarif dalam Perdagangan Internasional?

hambatan perdagangan internasional

(Simply Notes)

Hambatan tarif adalah bentuk penghalang perdagangan yang dikenakan oleh suatu negara dalam bentuk pajak atau bea masuk terhadap barang impor. Tujuannya adalah untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor yang harganya lebih murah.

Sementara itu, hambatan non-tarif adalah segala bentuk penghalang perdagangan selain tarif. Contohnya adalah kuota impor, lisensi impor, atau standar kualitas produk. Meski tidak berbentuk pajak, hambatan jenis ini bisa mempengaruhi aliran barang dan jasa lintas negara.

Tarif Barrier dan Non Barrier, Apa Bedanya?

Dalam Bahasa Inggris, kedua istilah di atas dikenal dengan istilah tariff barrier dan non tarriff barrier. Tariff Barrier merujuk pada hambatan tarif, yaitu yang berbentuk tarif atau pajak impor, sementara Non Tariff Barrier mengacu pada hambatan lainnya yang bukan berbentuk tarif, seperti kuota, lisensi, atau standar kualitas. Memahami kedua konsep ini akan membantu kamu dalam memahami dinamika perdagangan global.

Tujuan Kebijakan Tarif dan Non-Tarif

  • Melindungi Industri Dalam Negeri: Dengan adanya hambatan, produk dalam negeri mendapat kesempatan untuk berkembang tanpa harus bersaing dengan produk impor yang harganya mungkin lebih murah.
  • Meningkatkan Pendapatan Negara: Tarif impor dapat menjadi sumber pendapatan bagi negara, yang nantinya bisa digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan.
  • Mengendalikan Impor: Dengan kuota atau lisensi, pemerintah bisa mengendalikan jumlah barang yang masuk ke negaranya, sehingga impor bisa diatur sesuai kebutuhan.

Contoh Hambatan Tarif dan Non-Tarif

contoh hambatan tarif
  • Hambatan Tarif: Bea masuk sebesar 10% untuk barang elektronik impor.
  • Hambatan Non-Tarif: Kuota impor sebanyak 1000 unit sepeda motor per tahun dari negara tertentu. Atau, standar kualitas produk makanan yang harus memenuhi sertifikasi tertentu sebelum bisa diimpor.

Dampak Hambatan Tarif dan Non-Tarif

  • Positif: Industri dalam negeri bisa tumbuh dan berkembang. Pendapatan negara meningkat dari tarif impor.
  • Negatif: Harga barang impor menjadi lebih mahal, sehingga konsumen harus membayar lebih. Bisa memicu ketegangan hubungan dagang antar negara.

Pro Kontra Hambatan Tarif dan Non-Tarif

AspekProKontra
EkonomiMelindungi industri lokal dan meningkatkan pendapatan negara.Dapat meningkatkan harga barang untuk konsumen.
DiplomasiMembuat negara memiliki kontrol lebih atas impor.Bisa menimbulkan konflik dagang dengan negara lain.
KonsumenProduk lokal lebih mudah ditemukan di pasaran.Kurangnya variasi produk dan harga yang lebih tinggi.

Sebagai penutup, mari kita bicara sejenak tentang dunia trading. Jika kamu berkecimpung di dunia perdagangan internasional, tentu kamu tahu betapa kompleksnya menghadapi hambatan tarif dan non-tarif. Namun, bagaimana jika kamu beralih ke aset crypto? Trading aset crypto menawarkan kelebihan seperti transparansi, kecepatan transaksi, dan tentunya, minimnya hambatan.

Buat kamu yang tertarik untuk berinvestasi aset crypto secara mudah dan sederhana, donwload Pintu sekarang!

Dengan tampilan yang user-friendly dan mudah dipahami, Pintu cocok untuk trader pemula maupun berpengalaman!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->