Perang Mata Uang: Kejatuhan Nilai Dolar, Kebangkitan Bitcoin?

Updated
May 5, 2020
• Waktu baca 5 Menit
Gambar Perang Mata Uang: Kejatuhan Nilai Dolar, Kebangkitan Bitcoin?
Reading Time: 5 minutes

Pada tahun 1944, sebanyak 44 negara sekutu bertemu di Bretton Woods, Amerika Serikat, untuk membahas tentang sistem moneter yang akan mengatur sistem, aturan, dan lembaga keuangan internasional.

Selama konferensi, negara-negara sekutu, bersama dengan IMF dan IBRD (saat ini disebut Bank Dunia) sepakat untuk mendukung dolar AS (dan mata uang lainnya) dengan emas. Ini menandai awal era ketika nilai tukar di seluruh dunia dipatok terhadap dolar AS, yang dapat ditukar dengan emas dalam jumlah tetap.

Selama 26 tahun, dolar AS menjadi mata uang cadangan de-facto dunia. Pada akhir Perang Dunia 2 pada tahun 1945, AS menguasai sekitar 2/3 dari cadangan emas dunia.

Negara yang memiliki mata uang cadangan dunia memiliki kekuatan luar biasa sebab mereka dapat mencetak dan meminjam uang untuk dibelanjakan sesuai keinginannya (seperti yang dilakukan AS sekarang). Sementara negara yang tidak memiliki mata uang cadangan dunia harus mendapatkan uang dan kredit yang mereka butuhkan untuk bertransaksi dan menyimpannya.

Kejatuhan Sistem Moneter Bretton Woods

Negara yang memiliki mata uang cadangan dunia cenderung lebih mudah untuk menciptakan kredit dan utang. Namun, negara yang tidak memiliki mata uang cadangan dunia perlu meminjam dalam mata uang yang tidak dapat dicetak (melebihi jumlah emas).

Semua yang dipinjam suatu hari nanti perlu dibayar kembali, tetapi pemerintah AS terus membelanjakan dolar lebih banyak daripada pendapatan pajaknya, sehingga menciptakan utang dalam mata uang dolar. Pada tahun 1971, Federal Reserve telah mencetak begitu banyak hutang sehingga mereka tidak memiliki cukup emas untuk mendukung Dolar AS.

Sistem moneter Bretton Woods akhirnya runtuh ketika Presiden Nixon (seperti halnya Presiden Roosevelt pada tahun 1933) gagal memenuhi janji yang mengizinkan pemegang uang kertas dapat mengubahnya menjadi emas. Akibatnya, terjadilah devaluasi dolar terhadap emas dan mata uang lainnya. Saat itulah AS dan semua negara memasuki era mata uang mengambang bebas di mana nilai setiap mata uang tidak didukung oleh aset tertentu, tetapi tetap nilainya relatif terhadap kelas aset lainnya.

Perpindahan ke sistem moneter fiat memberi Federal Reserve dan bank sentral lainnya kemampuan untuk mencetak uang dan kredit dalam denominasi dolar, yang menyebabkan inflasi tahun 1970-an. Selama periode ini, ada pelarian dari dolar dan utang dalam denominasi dolar ke barang, jasa, dan aset yang dilindungi nilai inflasi seperti emas yang banyak dianggap sebagai simpanan kekayaan yang baik. Selama periode ini kita bergerak dari uang yang didukung aset (emas) menuju mata uang kertas mengambang yang tidak didukung oleh aset. Selama 50 tahun mendatang sistem ini berfungsi dengan baik.

Krisis Ekonomi dan Virus COVID-19 Menyerang Ekonomi Dunia

Pada tahun 2008, suku bunga mencapai level terendah selama resesi ekonomi dan pemerintah AS memutuskan untuk memulai pelonggaran kuantitatif untuk membeli uang cetak dan membeli aset keuangan. Hari ini, investor berpikir bahwa AS dapat terus mengalami pertumbuhan pada laju yang biasa, dan utang AS jumlahnya telah melebihi 24 triliun dolar pada April 2020.

Tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi, coronavirus memicu kemerosotan ekonomi dan pasar di seluruh dunia, yang menciptakan lubang dalam pendapatan dan neraca, terutama untuk entitas yang memiliki hutang dan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.

bitcoin dolar | Pintu Aplikasi Jual Beli Crypto

Dampaknya, pada 9 April 2020 pemerintah pusat AS dan bank sentral AS (The Fed) mengumumkan program penciptaan uang dan kredit besar-besaran yang mencakup helicopter money (pembayaran langsung dari pemerintah ke warga negara). Pada dasarnya kebijakan tersebut serupa dengan yang pernah dilakukan Roosevelt pada tahun 1933.

Harapan dalam pertumbuhan yang diciptakan oleh utang yang dicetak oleh The Fed tidak sejalan dengan produktivitas dari bisnis di seluruh dunia. Skenario ini cenderung mengarah pada inflasi. Jika kita melihat ke belakang secara historis, periode-periode ini cenderung ditandai oleh orang yang mengonversi aset menjadi aset yang tidak bersifat inflasi, seperti emas atau aset yang memiliki jumlah tetap atau karakter kelangkaan terhadapnya.

Harapan Baru: Bitcoin Sebagai Mata Uang yang Terdesentralisasi

Pada tahun 2009, Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin dengan ide membangun mata uang alternatif sebagai respons terhadap resesi keuangan tahun 2008 dan hutang yang berkembang di sekitar dolar AS. Harapannya adalah untuk menciptakan sistem keuangan alternatif yang tangguh terhadap perubahan sosial-ekonomi dan konflik geo-politik.

bitcoin dolar | Pintu Aplikasi Jual Beli Crypto

Gagasan di balik bitcoin sederhana. Pada dasarnya, bitcoin adalah mata uang alternatif yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Terdesentralisasi dan tidak dikendalikan oleh satu orang / entitas apa pun (dibangun melalui jaringan desentralisasi)
  2. Faktor kelangkaan (jumlahnya dibatasi sebesar 21 juta bitcoin)
  3. Secara deflasi, dari waktu ke waktu bitcoin akan semakin sulit untuk dihasilkan (dengan demikian, secara teoritis membuat nilainya naik)

Selama 10 tahun terakhir, Bitcoin telah menunjukkan ketahanannya. Mata uang crypto ini mengalami perkembangan pesat baik dalam adopsi masyarakat, penggunaan, dan juga peningkatan nilai. Saat ini Bitcoin berada di kisaran USD 9,000 – USD 10,000 per keping (ketika artikel ini ditulis).

Bitcoin Halving 2020 dan Selanjutnya

Bitcoin telah mengalami periode halving pada Mei 2020.

Bitcoin halving adalah hari dimana imbalan (reward) per blok yang diberikan kepada penambang (miner) akan berkurang menjadi separuhnya. Momen ini terjadi sekali dalam empat tahun atau setiap 210.000 blok. Miner adalah sekelompok orang yang bertugas memverifikasi dan menyelesaikan transaksi pada jaringan blockchain Bitcoin.

Sejak awal diciptakan, protokol Bitcoin telah menetapkan bawah jumlah Bitcoin yang dapat ditambang dibatasi hanya sampai 21 juta Bitcoin. Hingga saat ini, sekitar 18,3 juta bitcoin telah dicetak dari total 21 juta yang akan dibuat.

Bitcoin telah empat kali mengalami periode halving. Ketika bitcoin pertama kali diluncurkan, setiap blok yang berhasil diselasaikan akan diganjar reward 50 BTC. Pada 2012, jumlah itu turun menjadi 25 BTC per blok, dan pada 2016 jumlahnya berkurang menjadi 12,5 BTC per blok. Pada momen halving yang akan datang (yang diprediksi terjadi pada Mei 2020), ketika jaringan mencapai blok 630.000 – jumlah itu akan turun menjadi 6,25 BTC per blok.

Halving akan berdampak pada penurunan pasokan bitcoin di pasar sehingga menyebabkan kelangkaan (scarcity). Ini berarti secara teknis akan menjadi 2x sulit untuk menambang bitcoin baru, sehingga memaksa miner untuk menjual bitcoin mereka dengan harga yang lebih tinggi di untuk menutupi biaya operasional.

Ini akan mengubah dinamika penawaran dan permintaan dengan banyak yang memperkirakan harga akan naik. Menarik untuk menyaksikan kiprah Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan, karena perubahan makro-ekonomi di dunia telah menyiapkan panggung bagi Bitcoin untuk unjuk gigi.

Bitcoin Dollar | Pintu Aplikasi Jual Beli Crypto

Aplikasi Pintu: Tempat Termudah Untuk Investasi dan Jual Beli Bitcoin, Aset Digital, dan Cryptocurrency

Pintu adalah aplikasi seluler termudah (Android dan iOS) bagi orang Indonesia untuk membeli dan menjual Bitcoin (BTC) dan cryptocurrency lainnya seperti Ethereum (ETH), Tether USD (USDT), Rupiah Token (IDRT) dan Binance Coin (BNB).

Di Pintu, kami dapat memproses KYC (verifikasi identitas) dalam beberapa menit dan memungkinkan penyetoran dan penarikan langsung ke rekening bank Indonesia mana saja. Anda dapat membeli Bitcoin pertama Anda dalam 10 menit.

Di aplikasi Pintu, kamu dapat memulai investasi mulai dari 55 ribu Rupiah. Sehingga, siapa pun bisa untuk memulai investasi dan perdagangan (trading) aset cryptocurrency. Download aplikasi Pintu dan mulai berinvestasi sekarang!

Follow sosial media Pintu di:

Telegram:
https://t.me/PintuIndonesia
Instagram:
https://www.instagram.com/Pintu_ID
Twitter:
https://twitter.com/PintuID
Facebook:
https://cutt.ly/eyqWXl4

 

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->