Piutang Wesel Adalah: Mengenal Apa Itu Piutang Wesel, Manfaat & Komponennya

Updated
April 11, 2023
• Waktu baca 5 Menit
Gambar Piutang Wesel Adalah: Mengenal Apa Itu Piutang Wesel, Manfaat & Komponennya
Reading Time: 5 minutes

Piutang wesel adalah nama lain dari wesel tagih atau notes receivable. Dalam sudut pandang yuridis, piutang wesel adalah dokumen tertulis yang menjanjikan pembayaran sejumlah uang pada tanggal yang telah ditentukan atau atas permintaan pemegangnya di masa depan. 

Singkatnya, piutang wesel adalah perjanjian tertulis antara pemberi pinjaman dan peminjam. Isi dari piutang wesel adalah pemberian hak kepada pemberi pinjaman untuk menerima pembayaran pokok dan bunga dari peminjam pada waktu yang telah ditentukan.

Memahami fungsi dari piutang wesel dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah memudahkan pengaturan keuangan, menjaga likuiditas, menetapkan kebijakan kredit, hingga menjaga akuntabilitas perusahaan.

Yuk cari tahu apa itu piutang wesel, karakteristik, dan manfaat piutang wesel melalui artikel Pintu di bawah ini!

Pengertian Piutang Wesel

Piutang wesel atau sering disebut dengan wesel tagih adalah janji tertulis yang dikeluarkan oleh pihak debitur untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan atau atas permintaan pemegang wesel. Piutang wesel dapat digunakan sebagai instrumen keuangan untuk memperoleh pembiayaan atau untuk melakukan transaksi pembayaran dalam suatu bisnis. 

Komponen-komponen Piutang Wesel adalah nominal, tanggal jatuh tempo, nama penerima atau pemegang wesel, perintah pembayaran, penanda tangan, dan meterai. Piutang wesel dokumen transaksi yang bersifat formal dan diatur oleh hukum, sehingga memberikan jaminan yang lebih kuat bagi pemegang piutang wesel untuk memperoleh pembayaran dari debitur pada tanggal jatuh tempo.

Perbedaan Piutang Dagang dan Piutang Wesel

Perbedaan Piutang Dagang dan Piutang Wesel

Piutang dagang dan piutang wesel adalah dua jenis piutang yang berbeda dalam beberapa aspek seperti karakteristik, sifat, dan cara penggunaannya. Dalam piutang dagang, piutang tersebut terjadi ketika barang atau jasa dijual secara kredit. Sedangkan dalam piutang wesel, piutang tersebut terjadi ketika sebuah wesel tagih diterbitkan.

Piutang dagang bersifat informal dan tidak diatur oleh hukum khusus, sementara piutang wesel adalah perjanjian yang bersifat formal dan diatur oleh hukum yang mengatur wesel tagih. 

Dalam pembayaran piutang dagang, pembayaran dilakukan langsung oleh debitur kepada kreditur. Sementara dalam pembayaran piutang wesel, pembayaran dilakukan melalui wesel tagih yang dikeluarkan oleh debitur dan harus dilunasi pada tanggal jatuh tempo. 

Tingkat resiko piutang wesel cenderung lebih rendah dibandingkan piutang dagang karena wesel tagih memiliki sifat formal dan diatur oleh hukum, sehingga pihak yang memiliki wesel tagih lebih memiliki jaminan hukum untuk memperoleh pembayaran. 

Penanganan masalah piutang dagang yang macet lebih sulit karena tidak memiliki bentuk dokumen yang jelas, sedangkan piutang wesel memiliki bentuk dokumen tertulis yang jelas sehingga memudahkan penanganan masalah jika terjadi keterlambatan atau tidak dibayar pada tanggal jatuh tempo. 

Piutang dagang sering terjadi dalam transaksi bisnis yang bersifat informal. Sedangkan piutang wesel adalah dokumen perjanjian yang sering digunakan dalam transaksi yang memerlukan jaminan pembayaran yang lebih kuat, seperti dalam transaksi internasional atau antar perusahaan besar.

Baca juga: 5 Tips dan Strategi Trading for Living, Ternyata Mudah!

Pencatatan Piutang Wesel

Untuk memantau dan mengontrol arus kas perusahaan, penting bagi perusahaan untuk mencatat piutang wesel dalam laporan keuangannya. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pencatatan piutang wesel adalah mencatat piutang wesel pada buku besar akun piutang wesel dengan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi wesel tagih tersebut. 

Kemudian menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran piutang wesel, besarnya nominal, dan bunga yang harus dibayar serta mencatat piutang wesel pada neraca perusahaan dengan menggolongkannya pada kelompok piutang yang berjangka panjang. 

Pemantauan terhadap piutang wesel yang jatuh tempo juga perlu dilakukan dan catatan piutang wesel yang sudah lunas harus diperbaharui. Jika piutang wesel dijual ke pihak lain, perusahaan harus mencatat penjualan piutang wesel dan merinci besarnya nilai yang diterima dari penjualan tersebut. 

Selain itu, perlu dilakukan penghitungan nilai kini piutang wesel untuk mengetahui nilai saat ini dan dimasukkan dalam neraca perusahaan. Dalam melakukan pencatatan piutang wesel, perlu dilakukan secara cermat dan teliti agar dapat membantu perusahaan mengelola piutang dengan baik serta memantau arus kas secara efektif. 

Contoh Piutang Wesel

contoh piutang wesel

Contoh piutang wesel adalah ketika pada tanggal 1 April 2023, PT MEDIKA memberikan pinjaman sebesar Rp 10.000.000 kepada PT FARMA dan mengeluarkan sebuah wesel tagih.

Piutang wesel tersebut memiliki komponen-komponen penting berupa judul wesel tagih, nominal sebesar Rp 10.000.000, tanggal jatuh tempo pada 1 Oktober 2023, penerima piutang wesel yaitu PT FARMA, pembuat wesel yaitu PT MEDIKA, dan pemegang wesel yaitu PT NUSANTARA. 

Wesel tagih ini tidak memiliki endosan, namun memiliki perintah pembayaran yang mengharuskan PT FARMA membayar sejumlah Rp 10.000.000 pada tanggal jatuh tempo yang ditunjuk. Direktur PT MEDIKA menandatangani wesel tagih ini, serta terdapat meterai resmi sebesar Rp 6.000. 

Jika PT FARMA tidak membayar pada tanggal jatuh tempo, maka PT NUSANTARA berhak untuk menuntut pembayaran melalui jalur hukum. PT MEDIKA merupakan kreditur dalam transaksi ini, sementara PT FARMA adalah debitur.

Baca juga: Time Value of Money: Ketika Waktu Juga Adalah Uang

Manfaat Piutang Wesel

Manfaat terpenting piutang wesel adalah pengaturan keuangan, terutama dalam bisnis. Fungsi pertama piutang wesel adalah memudahkan pengaturan keuangan dengan memberikan dokumen tertulis yang jelas dan jaminan hukum dalam transaksi bisnis. 

Manfaat kedua piutang wesel adalah membantu menjaga likuiditas perusahaan atau individu dengan memberikan kemampuan untuk mengkonversi piutang menjadi uang tunai. Manfaat ketiga piutang wesel adalah membantu perusahaan menetapkan kebijakan kredit yang tepat dan mengelola risiko kredit dengan lebih efektif. 

Manfaat selanjutnya penggunaan piutang wesel adalah  meningkatkan kepercayaan pelanggan dan investor karena menunjukkan adanya komitmen tertulis untuk membayar dan mempertahankan akuntabilitas dalam transaksi keuangan. 

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan atau individu untuk memahami fungsi piutang wesel agar dapat memanfaatkannya secara efektif dalam pengaturan keuangan mereka.

Komponen

Memahami komponen pokok piutang wesel adalah hal penting yang dapat membantu seseorang memahami berbagai jenis wesel tagih yang ada, tata cara penggunaannya, serta hak-hak yang dimiliki oleh para pihak yang terkait dalam Piutang wesel. Beberapa komponen pokok piutang wesel adalah:

  • Judul: Komponen dari piutang wesel yang menunjukkan bahwa dokumen tersebut adalah wesel tagih.
  • Nominal: Jumlah uang yang dipinjam atau harus dibayarkan.
  • Tanggal jatuh tempo: Tanggal dimana pembayaran harus dilakukan.
  • Penerima: Nama individu atau perusahaan yang menerima pembayaran.
  • Pembuat wesel: Nama individu atau perusahaan yang membuat wesel tagih.
  • Pemegang wesel: Nama individu atau perusahaan yang memegang wesel tagih dan berhak menerima pembayaran.
  • Endosan: Proses transfer hak kepemilikan dari pemegang wesel tagih kepada pihak lain.
  • Perintah pembayaran: Bagian dari piutang wesel yang memuat perintah pembayaran kepada pihak yang dituju.
  • Tanda tangan: Tanda tangan dari pembuat wesel tagih.
  • Materai: Wesel tagih biasanya dilengkapi dengan materai sebagai tanda keabsahan secara hukum.

Penutup

Penggunaan piutang wesel adalah hal yang membawa banyak manfaat dalam transaksi keuangan. Namun saat ini sudah ada teknologi baru yang dapat menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi transaksi keuangan, yaitu teknologi smart contract pada cryptocurrency.

Piutang wesel dan smart contract memiliki beberapa kesamaan dalam hal fungsi dan manfaat. Kedua alat tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan transaksi dan pembayaran antara dua belah pihak. Namun pada teknologi smart contract, penyelesaian transaksi dapat dilakukan tanpa perlu adanya pihak ketiga.

Smart contract dan piutang wesel adalah alat yang dapat mempercepat dan menyederhanakan proses pembayaran dan transaksi. Namun teknologi smart contract dapat lebih meningkatkan efisiensi dan produktivitas ketimbang teknologi konvensional.

Kedua alat ini dapat memberikan keamanan dan juga dapat dipergunakan untuk melakukan perdagangan dan investasi. Namun cryptocurrency memberikan lebih banyak instrumen investasi dibanding piutang wesel.

Buat kamu yang tertarik investasi kripto, kamu bisa gunakan aplikasi Pintu dengan modal awal mulai dari Rp11.000 saja. Kamu juga bisa gunakan Pintu Earn dan PTU Stake untuk mendapatkan pendapatan pasif setiap jamnya.

Dapatkan juga informasi terbaru seputar berita crypto di Pintu News dan perdalam wawasan kamu melalui Pintu Academy untuk mendapatkan materi belajar crypto untuk level pemula hingga level mahir.

Ada beragam koin unggulan seperti Ripple, Polkadot, Ethereum, Bitcoin yang bisa kamu perdagangkan. Tentunya melalui aplikasi Pintu yang bisa di download melalui App Store atau Play Store.

Referensi:

CorporateFinanceInstitute.com, Notes Receivable, diakses tanggal  4 April 2023 

Kristina Russo, Notes Receivable Defined: What It Is & Examples, diakses tanggal  4 April 2023

AccountingTools.com, Notes Receivable Accounting, diakses tanggal  4 April 2023

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->