Apa itu Prive?

Updated
July 18, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa itu Prive?
Reading Time: 4 minutes

Dalam dunia bisnis, prive adalah istilah yang sudah sangat sering digunakan untuk investor. Prive adalah istilah yang digunakan untuk investor yang mengambil aset miliknya dari perusahaan. Oleh sebab itu, pencatatan setiap pengeluaran dan menerapkan pedoman yang ketat terkait pemakaiannya sangat penting dilakukan.

Pasalnya, bila tidak berhati-hati atau tidak adanya pelacakan dan pencatatan, maka akan berakibat pada kehilangan keuntungan dalam jumlah yang besar dalam waktu yang singkat pada bisnis kamu. Terlebih lagi jika kamu mengambil prive ini. 

Untuk menghindari kerugian tersebut, kamu perlu memahami tentang prive itu sendiri. Berikut ini penjelasan lengkap tentang apa itu prive, contoh, hingga cara mengelolanya.

Baca Juga : Apa Perbedaan Market Value vs Book Value

Pengertian Prive

Prive adalah istilah akuntansi yang juga digunakan di dalam bisnis. Dengan kata lain, prive adalah penarikan modal yang dilakukan oleh pemegang investasi dari suatu perusahaan. namun penarikan yang dilakukan tersebut atas dasar persetujuan yang telah disepakati oleh kedua pihak. 

Modal investasi itu pun tidak hanya saham, dapat juga berupa uang, aset ataupun alat-alat produksi. Penarikan atau pengambilan uang ini biasanya digunakan untuk keperluan pribadi si investor. 

Saat investor menarik modalnya dari perusahaan untuk kepentingan pribadi, maka perusahaan mengambil ini dari bagian modalnya. Investor menerima uang tunai sebagai imbalan perusahaan karena membeli kembali sebagian dari modalnya tersebut. 

Istilah lain dari prive adalah withdrawals. Biasanya investor juga membuat rencana penarikan atau withdrawals plan. Hal ini akan memungkinkan investor untuk menarik uang dari saham atau jenis investasi lainnya dengan interval yang sudah ditentukan. 

Nah, seringkali mereka melakukan penarikan dengan tujuan untuk memenuhi pengeluaran selama masa pensiunnya. Namun, hal itu bisa saja digunakan untuk tujuan lain juga. 

Baca Juga : Apa Itu Market Share, Rumus dan Contohnya?

Contoh Prive

contoh prive

Untuk lebih memahami tentang prive, perhatikan contoh berikut ini!

Andre mempunyai investasi 50% berupa saham di perusahaan ABC. Kemudian dia memutuskan untuk membeli mobil baru, sehingga dia menarik modalnya sebanyak Rp100 juta dari bagiannya dalam kemitraan. 

Maka perusahaan ABC akan mencatat debit ke akun penarikan modal Andre dan kredit ke akun kasnya sebesar Rp100 juta.

  • Prive (D) = Rp100.000.0000
  • Cash (K) = Rp100.000.000

Jadi setelah tutup buku akhir tahun, modal investasi Andre tersebut akan berkurang Rp100.000.0000 karena penarikan atau prive tersebut. 

Apakah Prive Dikenakan Pajak

Di Indonesia sendiri, prive adalah transaksi yang tidak dikenakan pajak walaupun kamu menariknya dengan nominal yang tinggi. Hal ini sudah tercantum di dalam Undang-undang PPh pasal 4 aya 3 huruf I yang menjelaskan tentang penghasilan yang dikecualikan dari pajak penghasilan.

Dalam UU Pajak Penghasilan tersebut menyebutkan bahwa pajak yang dikenakan bersifat kesatuan sebagai lembaga bukan pribadi. Sehingga penghasilan yang kamu terima sebagai anggota atau investor bukanlah objek pajak penghasilan.

Tidak hanya itu, prive itu sendiri juga tidak termasuk objek yang dikenakan pajak penghasilan bagi orang pribadi. Hal ini dikarenakan penarikannya dicatat dan dilakukan dalam SPT Tahunan 1770 sebagai wajib pajak pribadi dengan penghasilan dan bukan objek pajak.

Baca juga: Contoh Trading Equity dan Cara Melakukannya

Kategori dan Karakteristik Prive

Setelah memahami apa itu prive dan ketentuan pajaknya, kamu juga perlu mengetahui kategori dan karakteristik atau ciri-ciri dari prive. Adapun kategori prive adalah sebagai berikut:

  • Membagi hasil keuntungan dengan berdasar pada nama baik dalam bentuk apapun itu.
  • Anggota CV atau investor yang menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan pribadinya.
  • Terdapat investor pasif ataupun aktif yang menarik modalnya.
  • Gaji/penghasilan yang ingin dibayarkan kepada investor pasif maupun aktif dalam modalnya tidak terbagi dalam bentuk saham.

Selain kategori, prive juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri khusus antara lain:

  • Dengan adanya akun prive dapat membantu perusahaan untuk melacak jumlah modal yang digunakan investor untuk keperluan pribadi.
  • Prive bukanlah akun atau catatan yang berkelanjutan atau permanen. Dengan kata lain, prive ini akan diseimbangkan dalam buku besar dengan kredit. Kemudian sisanya akan dipindahkan ke total modal investor dari neraca dengan debit pada setiap akhir tahun keuangan. 
  • Berbeda dengan biaya, prive bukanlah akun atau catatan pengeluaran. Prive ini lebih menunjukkan penarikan modal yang tersedia di bisnis dan masuk dalam akun debit.
  • Prive dapat dibuat oleh perusahaan yang berbadan hukum maupun perusahaan biasa. Misal, perusahaan kemitraan, perusahaan perseorangan maupun persekutuan komanditer.
  • Sering digunakan sebagai kepentingan pensiun.

Cara Menghitung Prive 

cara menghitung prive

Adapun rumus mencari prive adalah sebagai berikut:

Prive = Modal Akhir – (Modal awal + Laba)

Untuk lebih memahami cara menghitung prive, berikut ini contohnya:

Perusahaan Abdi Jaya mempunyai modal awal sebesar Rp300 juta dengan laba bersih perusahaan Rp60 juta. Kemudian ada salah satu investornya bernama Ahmad yang menarik modalnya hingga tersisa Rp250 juta. Maka jumlah prive tersebut bisa dihitung dengan teknis berikut ini:

Prive = Modal Akhir – (Modal awal + Laba) = Rp250 juta – (Rp300 juta + Rp60 juta) = Rp250 juta – Rp360 juta = -Rp110 juta

Jadi, Ahmad sudah menarik modalnya sebanyak Rp110 juta dan akan dimasukkan ke dalam debit dan kredit di kasnya.

Cara Mengelola Prive

Adapun pembahasan terakhir mengenai prive adalah cara mengelolanya. Pengambilan atau penarikan modal yang terlalu banyak dan tanpa adanya pencatatan tentu tidak baik. Hal ini akan menyebabkan kamu kehilangan keuntungan dari modal investasi yang ditanam di perusahan.

Oleh sebab itu, penting adanya pengelolaan terhadap prive tersebut. Berikut ini cara mengelola prive antara lain:

  1. Sebagai perusahaan, perlu membatasi jumlah penarikan minimal di bawah 50% dari modal awal. Sehingga penarikan modal tersebut tidak mengganggu keseimangan finasial di perusahaan.
  2. Menyiapkan dana darurat untuk keperluan mendadak dengan mengambil dari laba ditahan. Hal ini supaya kondisi finansial tidak terganggu. 
  3. Membuat kebijakan kepada investor yang ingin menarik modal dengan jumlah kurang dari imbal hasil. Hal ini bertujuan agar terhindar dari masalah keuangan perusahaan.
  4. Perusahaan harus selalu mengevaluasi prive untuk memantau kegiatan investor dalam mengelola modal. Selain itu, perusahaan juga harus selalu mengawasi agar mereka tidak menarik modal melebihi kebijakan persentasenya.
  5. Perusahan perlu memisahkan kepentingan pribadi dari perusahaan. adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengimbau mereka supaya tidak terlalu banyak menarik modalnya hanya untuk memenuhi keperluannya. 

Ayo download dan install aplikasi Pintu di HP kamu, hanya dengan Rp11.000 kamu sudah bisa trading aset kripto dengan puluhan jenis aset kripto unggulan. Tunggu apa lagi, segera install dan dapatkan keuntungan di dunia kripto!

Referensi:

Answer to all, Drawings, diakses tanggal 29 Mei 2022 

Company rescue, draw from LLC, diakses tanggal 29 Mei 2022

Wise, withdraw money from LLC, diakses tanggal 29 Mei 2022

Vanguard, how to withdraw, diakses tanggal 29 Mei 2022My accounting course, withdrawals, diakses tanggal 29 Mei 2022

Wildana Husada
Author
Wildana Husada
Topik
#Prive
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->