Contoh Trading Equity dan Cara Melakukannya

Updated
May 10, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Contoh Trading Equity dan Cara Melakukannya
Reading Time: 4 minutes

Secara umum, istilah ekuitas (equity) dapat diartikan sebagai nilai buku (book value) suatu perusahaan. Nilai yang tercermin pada akun ekuitas secara akuntansi dapat dihitung dengan cara mengurangkan total aktiva dengan total liabilitas perusahaan. Ekuitas dapat diperjualbelikan di pasar ekuitas dan aktivitas tersebut dikenal sebagai trading equity. Artikel kali ini akan membahas lebih lengkap tentang apa itu trading equity dan bagaimana cara menggunakannya.

Baca juga: Apa itu Trading Jangka Panjang dan Keuntungannya Bagi Trader?

Apa itu Trading Equity?

trading equity adalah

Agar dapat lebih memahami konsep trading equity, terlebih dahulu kamu harus memahami tentang apa itu ekuitas dan saham. Seringkali dianggap identik, ekuitas dan saham sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda.

Ekuitas merupakan gambaran posisi kepemilikan terhadap suatu aset perusahaan, khususnya dari segi pendanaan. Ketika investor menggunakan sebagian dananya untuk berinvestasi pada ekuitas suatu perusahaan, maka ia akan mengharapkan adanya kenaikan nilai perusahaan

Di sisi lain, saham merupakan gambaran porsi kepemilikan investor atau pemegang saham terhadap perusahaan. Semakin banyak jumlah saham yang dimiliki investor, maka semakin besar porsi kepemilikan investor terhadap perusahaan.

Besar porsi kepemilikan saham nantinya akan berpengaruh terhadap keterlibatan dalam pengambilan keputusan penting mengenai manajemen internal perusahaan pada saat rapat umum pemegang saham dan tentunya, pembagian dividen.

Trading equity adalah aktivitas jual-beli ekuitas melalui dana investasi yang dilakukan di pasar ekuitas. Secara umum, ekuitas sendiri terdiri dari saham dan obligasi. Nah, jenis ekuitas yang diperjualbelikan melalui dana investasi adalah saham dari beberapa perusahaan.

Jenis-Jenis Saham dan Penjelasannya

Para trader di pasar ekuitas biasanya akan melakukan investasi dalam berbagai saham perusahaan yang berbeda-beda dengan tujuan diversifikasi keuntungan dan risiko. Penentuan jenis saham investasi yang dipilih biasanya didasarkan atas skala perusahaan (size of the company), yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berikut:

  • Large Cap atau juga dikenal sebagai saham blue chip adalah saham yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang mampu menawarkan pembayaran dividen secara rutin dan tingkat pertumbuhan harga yang stabil
  • Saham Mid-Cap adalah sebutan untuk jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan berskala menengah. Jenis saham ini sedikit lebih berisiko dibanding saham blue chip, namun masih memiliki tingkat pertumbuhan yang potensial dan pembayaran dividen pun dapat dilakukan.
  • Sementara itu, saham Small Cap adalah sebutan untuk jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan berskala kecil. Jenis saham ini memiliki tingkat risiko yang tinggi dan pembayaran dividen tidak dapat dilakukan secara rutin. Namun apabila perusahaan dapat meraih kesuksesan maka harga per lembar saham bisa meningkat secara drastis.

Baca juga: 7 Jenis Investasi Risiko Sedang Menurut Para Ahli

Bagaimana Cara Melakukan Trading Equity?

Trading equity dilakukan dengan cara menginvestasikan dana investasi untuk membeli saham dari berbagai perusahaan yang berbeda. Tujuannya adalah untuk melakukan diversifikasi sekaligus menyebarkan risiko investasi dari berbagai negara, wilayah, dan industri yang berbeda-beda.

Ketika melakukan trading equity, maka para trader telah mengambil kepemilikan secara langsung dari aset yang mendasarinya. Berdasarkan aktivitas tersebut, trader akan mendapatkan keuntungan apabila nilai saham naik. Sementara itu, trader nantinya juga akan mendapatkan manfaat dari pembayaran dividen jika perusahaan bersangkutan memberikan dividen.

Pada dasarnya, terdapat tiga macam cara penggunaan trading equity yang dapat diterapkan oleh trader, antara lain:

Day Trading

Day Trading adalah strategi jangka pendek yang melibatkan analisis terhadap pergerakan harga saham. Tujuan day trading adalah membeli dan menjual ekuitas dan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga sekecil apapun pada saat kondisi pasar sedang tidak stabil.

Sesuai namanya, strategi ini dijalankan selama satu hari pada saat perdagangan harian efektif dalam pasar tengah bergejolak sebagai akibat dari tingginya likuiditas dan trader yang sering keluar-masuk pasar.

Para trader yang menerapkan strategi ini biasanya akan menutup posisi mereka sebelum jam penutupan perdagangan dan berharap ada sedikit keuntungan yang dapat menutup kerugian mereka.

Gunakan Option

Option adalah satu jenis kontrak derivatif yang dapat digunakan untuk memperjualbelikan aset di masa mendatang dengan harga tertentu. Transaksi jual-beli saham menggunakan option dapat digunakan dengan tujuan melindungi harga saham pada tingkat tertentu.

Pada dasarnya, transaksi jual-beli saham menggunakan option memiliki prosedur yang sama dengan transaksi pada umumnya. Hanya saja, option memiliki tanggal kadaluarsa dan tidak memberikan hak bagi investor untuk mendapatkan dividen atas kepemilikan aset.

Social Trading Equity

Social Trading Equity adalah strategi jual-beli saham yang dilakukan dengan cara mengamati perkembangan pasar secara online. Metode ini cukup efektif dan mudah dilakukan oleh para pemula. Pasalnya, bagi para pemula tentunya belum terbiasa mengikuti ritme pasar yang sangat fluktuatif. Oleh karena itu, biasanya mereka mengikuti platform yang terpercaya dan apabila memungkinkan dipandu oleh investor profesional.

Contoh Trading Equity

contoh trading equity

Sebagai contohnya, Pak Andi adalah equity trader yang bekerja pada salah satu bank dan bertugas untuk memantau keadaan pasar sekaligus menjadi manajer yang bertanggungjawab atas berbagai produk investasi berbasis ekuitas.

Suatu hari, seorang investor datang dan ia hendak membeli 100 lot lembar saham PT. ABC dengan harga yang spesifik.

Saat itu, harga saham PT. ABC adalah Rp10.000,- per lembar. Kemudian, Pak Andi berniat untuk membeli saham seharga Rp9.000,- per lembar dan menjualnya pada investor dengan harga Rp.11.000,- per lembar. Selisih antara harga Rp9.000,- dengan Rp11.000,- ini merupakan bid-ask spread.

Untuk bisa memenuhi perencanaan tersebut, Pak Andi menggunakan sistem option untuk mengunci harga saham PT. ABC agar tetap berada pada rate Rp9.000,- per lembar atau membagi permintaan sebesar 100 lot menjadi beberapa kelompok dan membelinya dari beberapa rekanan.

Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai apa itu trading equity, contoh, dan bagaimana cara melakukannya. Pada dasarnya, trading equity adalah salah satu aktivitas trading di pasar ekuitas yang mengacu pada instrumen investasi obligasi maupun saham. Cukup mudah dipahami, bukan?

Ingin mendapatkan informasi lainnya seputar Ekonomi atau Investasi, kunjungi Pintu Blog. Selain itu, kamu juga bisa belajar crypto dari nol secara gratis di Pintu Akademi.

Baru-baru ini, investasi dan trading crypto juga sedang menarik perhatian banyak investor Indonesia, nih! Tertarik berinvestasi crypto tapi tidak tau harus mulai dari mana? Download Pintu sekarang! Di Pintu, kamu bisa melakukan jual beli crypto mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Referensi:

Brian DeChesare, Equity Trading: The Definitive Guide. Diakses tanggal: 24-01-22

CMC Market, Equity trading. Diakses tanggal: 24-01-22

FP Markets, Stocks vs Equity: Are Equities and Stocks the Same? Diakses tanggal: 24-01-22

Jason Fernando, Equity. Diakses tanggal: 24-01-22

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->