SaaS Cloud Software: Alternatif dari On Premise dan Rekomendasinya
Updated
May 18, 2026
• Waktu baca 4 Menit
Reading Time: 4minutes
Pertumbuhan penggunaan SaaS cloud software menunjukkan bahwa semakin banyak bisnis mulai beralih dari sistem on-premise ke solusi berbasis cloud.Â
Daftar Isi
Menurut Gartner, pengeluaran global untuk SaaS diproyeksikan mencapai USD195 miliar pada 2023, naik hampir 50% dibandingkan 2018, sementara pengeluaran untuk solusi on-premise diperkirakan menurun 7% pada 2024.Â
Tren ini menunjukkan bahwa SaaS semakin dipilih karena lebih praktis, fleksibel, dan efisien untuk mendukung operasional bisnis modern.Â
Karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami apa itu SaaS cloud software, perbedaannya dengan on-premise, serta rekomendasi software terbaik yang bisa digunakan di Indonesia.Â
Software as a Service cloud software
Software as a Service atau SaaS adalah model software berbasis cloud yang dapat digunakan melalui internet tanpa perlu instalasi, server, atau pemeliharaan sistem sendiri. Pengguna cukup berlangganan, lalu aplikasi bisa diakses melalui browser atau aplikasi.
SaaS penting karena membantu bisnis menggunakan software dengan lebih praktis, hemat, dan fleksibel. Perusahaan tidak perlu membeli infrastruktur IT sendiri, sementara update, keamanan, dan maintenance dikelola oleh penyedia layanan.
Beberapa manfaat utama SaaS antara lain:
Biaya awal lebih rendah karena tidak perlu membeli server atau lisensi besar di awal.
Aplikasi lebih mudah diakses dari berbagai perangkat selama terhubung ke internet.
Implementasi lebih cepat karena sistem sudah disediakan oleh vendor.
Update, maintenance, dan keamanan sistem dikelola oleh penyedia layanan.
Kapasitas penggunaan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan bisnis.
Tim internal bisa lebih fokus pada operasional bisnis, bukan pengelolaan infrastruktur IT.
Karakteristik SaaS cloud software
SaaS memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari software tradisional, yaitu:
Mudah diakses: Aplikasi dapat digunakan dari berbagai perangkat yang terhubung ke internet, seperti laptop, tablet, atau smartphone.
Berbasis langganan: Pengguna biasanya membayar biaya bulanan atau tahunan sesuai paket yang dipilih.
Dikelola secara terpusat: Software dan infrastrukturnya berada di server atau cloud milik penyedia layanan.
Pembaruan otomatis: Update fitur, patch keamanan, dan perbaikan sistem dilakukan oleh vendor.
Mudah diskalakan: Paket, kapasitas, atau jumlah pengguna dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Berbasis cloud: Data dan aplikasi tersimpan di lingkungan cloud sehingga mendukung akses dan kolaborasi yang lebih fleksibel.
Biaya akses lebih rendah: Pengguna tidak perlu membeli perangkat keras atau menanggung biaya pemeliharaan sistem secara mandiri.
Perbedaan SaaS cloud software dan on-premise
SaaS dan on-premise sama-sama digunakan untuk menjalankan software bisnis, tetapi keduanya memiliki cara kerja yang berbeda.Â
SaaS diakses melalui internet dan dikelola oleh penyedia layanan, sedangkan on-premise dipasang di server milik perusahaan dan dikelola secara internal.
Aspek
SaaS cloud software
On-premise
Implementasi
Lebih cepat digunakan karena aplikasi sudah tersedia melalui internet.
Membutuhkan instalasi, konfigurasi server, dan pengaturan sistem sendiri.
Biaya awal
Lebih rendah karena menggunakan model langganan.
Lebih tinggi karena perlu membeli server, lisensi, dan infrastruktur.
Pemeliharaan
Update, perbaikan, dan maintenance dilakukan oleh vendor.
Semua pemeliharaan menjadi tanggung jawab perusahaan.
Kustomisasi
Dapat disesuaikan melalui paket, fitur, atau konfigurasi yang tersedia.
Lebih leluasa dikustomisasi karena sistem dikelola sendiri.
Skalabilitas
Mudah dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan.
Perlu tambahan perangkat keras atau kapasitas server.
Aksesibilitas
Dapat diakses dari mana saja selama ada koneksi internet.
Biasanya bergantung pada jaringan internal atau akses khusus.
Keamanan
Sistem keamanan dikelola oleh vendor SaaS.
Perusahaan mengatur dan memantau keamanan sendiri.
Backup data
Umumnya sudah termasuk dalam layanan vendor.
Perusahaan perlu mengatur backup dan pemulihan data sendiri.
Dukungan teknis
Disediakan oleh penyedia layanan.
Bergantung pada tim IT internal atau vendor tambahan.
Secara umum, SaaS lebih cocok untuk bisnis yang membutuhkan software siap pakai, cepat digunakan, fleksibel, dan tidak ingin terbebani pengelolaan infrastruktur.Â
Sementara itu, on-premise lebih sesuai untuk perusahaan yang membutuhkan kontrol penuh atas sistem, keamanan, dan kustomisasi, tetapi siap dengan biaya serta kebutuhan teknis yang lebih besar.
Contoh SaaS yang umumnya digunakan perusahaan
SaaS dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari pengelolaan karyawan, keuangan, pajak, penjualan, hingga kolaborasi tim. Berikut beberapa contoh SaaS yang umum digunakan perusahaan:
Software manajemen karyawan / HRIS: Membantu perusahaan mengelola data karyawan, absensi, cuti, payroll, reimbursement, hingga administrasi HR dalam satu sistem.
Software manajemen pelanggan / omnichannel: Memudahkan perusahaan melayani pelanggan dari berbagai kanal, seperti WhatsApp, email, live chat, media sosial, dan marketplace secara terpusat.
Software akuntansi dan operasional keuangan: Digunakan untuk mencatat transaksi, membuat invoice, memantau arus kas, melakukan rekonsiliasi, dan menyusun laporan keuangan.
Software manajemen pajak: Membantu perusahaan menghitung, membayar, dan melaporkan pajak secara lebih praktis sesuai ketentuan yang berlaku.
Software manajemen pengeluaran / expense management: Memudahkan pengajuan, persetujuan, pencatatan, dan pemantauan pengeluaran perusahaan agar lebih transparan.
Software omnichannel marketplace: Membantu bisnis mengelola pesanan, stok, katalog produk, dan penjualan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard.
Aplikasi kasir: Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, mengelola stok barang, memantau laporan penjualan, dan mempercepat proses pembayaran.
Software manajemen kolaborasi: Memudahkan komunikasi tim, pembagian tugas, pengelolaan proyek, dan penyimpanan dokumen secara online.
Software tanda tangan digital: Membantu perusahaan menandatangani dokumen secara digital dengan lebih cepat, aman, dan efisien tanpa proses manual.
Rekomendasi Software as a Service terbaik untuk perusahaan di Indonesia
Mekari menghadirkan ekosistem software terpadu dengan automasi operasional, integrasi tanpa hambatan, dan intelligent reporting untuk membantu bisnis bekerja lebih efisien melalui platform SaaS terintegrasi.
Berikut beberapa software Mekari sesuai kebutuhan bisnis:
Mekari Talenta: AI-centric HCM berbasis cloud untuk mengelola HR, payroll, absensi, dan employee lifecycle.
Mekari Qontak: Omnichannel CRM berbasis AI dan Partner Resmi Meta Business untuk mengelola pelanggan, penjualan, layanan, dan pemasaran.
Mekari Jurnal: Software akuntansi dan keuangan untuk mengelola laporan keuangan, inventaris, pembelian, dan proses finance.
Mekari Sign: Solusi tanda tangan digital untuk mengirim, menandatangani, dan mengelola dokumen secara online.
Mekari Klikpajak: PJAP resmi mitra DJP untuk membantu perusahaan mengelola administrasi dan pelaporan pajak.
Mekari Expense: Spend management software untuk mengontrol pengeluaran, reimbursement, cash advance, dan approval biaya.
Mekari Officeless: Platform pembuatan aplikasi bisnis, otomasi workflow, dan analitik untuk mendukung operasional yang scalable.
Mekari Desty: Platform omnichannel marketplace untuk mengelola penjualan multi-channel dalam satu dasbor.
Mekari POS: Aplikasi kasir modern untuk bisnis F&B dan retail agar transaksi dan operasional lebih mudah dikelola.
Dengan ekosistem software terpadu, Mekari sebagai SaaS cloud software terbaik membantu bisnis mengurangi proses manual, menyatukan data antar-divisi, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam satu platform SaaS terintegrasi.