Saat mengirim crypto ke luar Pintu, kamu dikenakan biaya jaringan yang disebut gas fee atau blockchain fee. Panduan ini menjelaskan apa itu biaya tersebut, besarannya, kenapa kamu tidak perlu native coin, dan apakah transaksi gagal tetap dikenakan biaya.
Blockchain fee adalah biaya yang dibayarkan kepada operator jaringan (validator) yang mengonfirmasi transaksi di blockchain. Biaya ini juga dikenal sebagai gas fee.
Fee ini dibayarkan ke validator, bukan ke Pintu. Besarnya menyesuaikan kondisi jaringan, sehingga bisa berubah sewaktu-waktu. Semakin padat jaringan, semakin tinggi fee agar transaksi diprioritaskan.
Pengiriman crypto ke sesama pengguna Pintu tidak dikenakan biaya. Pengiriman ke luar Pintu dikenakan gas fee sesuai kebutuhan blockchain tujuan.
Untuk melihat gas fee saat ini:
Kamu juga bisa kirim pesan “/fee” di grup Telegram Pintu, atau kunjungi pintu.co.id/fees.
Tidak. Mengirim token di app Pintu tidak memerlukan native coin sebagai gas fee.
Pintu mengonversi gas fee transaksimu otomatis ke dalam aset yang ingin kamu kirim, sehingga prosesnya lebih simpel. Contoh: saat mengirim IDRT atau USDT, kamu tidak perlu ETH karena gas fee sudah dikonversi otomatis menjadi IDRT atau USDT oleh Pintu.
Ya, kamu tetap dikenakan blockchain fee. Validator perlu mengonfirmasi transaksi di blockchain, terlepas transaksi berhasil atau gagal.
Blockchain fee ini tidak dapat dikembalikan. Biaya tersebut merupakan pembayaran kepada validator yang menyelesaikan dan memvalidasi transaksi di blockchain.
Sebagai contoh, di jaringan Ethereum kamu tetap membayar gas fee untuk perhitungan yang dilakukan saat bertransaksi, berinteraksi dengan smart contract, atau aktivitas lainnya di blockchain.