
Jakarta, Pintu News ā Polemik mengenai rencana ekspansi saham BitMine telah memicu kekhawatiran di kalangan investor. Tom Lee, tokoh di balik proposal ini, berargumen bahwa penambahan jumlah saham yang diizinkan dari 500 juta menjadi 50 miliar adalah langkah strategis untuk mengantisipasi pemecahan saham di masa depan dan pertumbuhan nilai Ethereum . Namun, banyak investor merasa bahwa ini hanya akan mengurangi nilai investasi mereka dan mempertanyakan beberapa aspek dari proposal tersebut.
Kritik terhadap proposal ini sering kali berfokus pada aspek waktu. Lee menyatakan bahwa pemecahan saham di masa depan, yang akan dilakukan ketika harga Ethereum (ETH) mencapai tingkat yang sangat tinggi, sebagai alasan untuk menambah jumlah saham yang diizinkan saat ini. Namun, BitMine saat ini memiliki sekitar 426 juta saham dari 500 juta yang diizinkan, yang berarti ruang untuk manuver sangat terbatas.
Urgensi yang ditunjukkan oleh Lee ini, menurut beberapa investor, lebih mencerminkan kebutuhan BitMine untuk terus menerbitkan saham guna membeli Ethereum (ETH). Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah langkah ini benar-benar untuk persiapan pemecahan saham atau hanya untuk kebutuhan pendanaan jangka pendek.
Permintaan untuk meningkatkan batas saham yang diizinkan menjadi 50 miliar juga menimbulkan kekhawatiran. Peningkatan skala yang begitu besar ini, menurut beberapa pihak, akan mengeliminasi kebutuhan akan persetujuan pemegang saham di masa depan, sehingga menghapus salah satu pengawasan tata kelola perusahaan yang penting.
Tanpa adanya pengawasan yang efektif, BitMine bisa jadi akan mengambil keputusan yang tidak selalu menguntungkan pemegang saham. Ini menimbulkan risiko bahwa keputusan penting yang berdampak pada nilai saham bisa dilakukan tanpa persetujuan atau bahkan pengetahuan pemegang saham.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Patahkan Siklus 4 Tahunan untuk Pertama Kalinya dalam 14 Tahun!
Kekhawatiran lain muncul dari struktur insentif eksekutif yang diusulkan. Dalam proposal tersebut, kompensasi Tom Lee dikaitkan dengan total kepemilikan Ethereum (ETH), bukan ETH per saham. Meskipun berbasis kinerja, metrik ini dianggap mendorong pertumbuhan aset tanpa mempertimbangkan dampak terhadap nilai pemegang saham.
Investor khawatir strategi ini mendorong akumulasi ETH melalui penerbitan saham baru, meski berujung pada dilusi. Sebagai perbandingan, metrik ETH per saham dianggap lebih melindungi kepentingan investor. Tanpa pengaman ini, pertumbuhan aset crypto perusahaan bisa terjadi dengan mengorbankan nilai individual pemegang saham.
Kekhawatiran dilusi semakin menguat karena saham BitMine tidak lagi diperdagangkan dengan premi signifikan terhadap nilai aset bersih (NAV). Ketika saham mendekati atau berada di bawah NAV, penerbitan saham baru berpotensi merugikan pemegang saham lama. Dalam konteks ini, setiap saham baru akan mengurangi porsi Ethereum (ETH) yang mendukung setiap lembar saham.

Jika saham diterbitkan di bawah NAV, nilai ETH per saham akan turun secara permanen. Investor menilai proposal otorisasi saham yang terlalu longgar meningkatkan risiko skenario tersebut. Hal ini sangat sensitif di pasar cryptocurrency yang fluktuatif dan sarat sentimen.
Baca juga: 3 Altcoin yang Berpotensi Mencetak Rekor Tertinggi Baru di Awal Tahun 2026
Perdebatan akhirnya mengarah pada pertanyaan mendasar: apakah lebih baik memiliki saham BitMine atau membeli Ethereum (ETH) secara langsung. Sejumlah investor mulai mempertanyakan nilai tambah kepemilikan saham jika risiko dilusi terus meningkat. Tanpa pembatasan yang jelas, saham perusahaan crypto dinilai bisa kalah menarik dibandingkan aset dasarnya.
Kekhawatiran juga mencakup potensi ATM dilution dalam waktu singkat. Investor khawatir kepentingan mereka dapat tergerus sewaktu-waktu oleh keputusan manajemen. Meski demikian, sebagian besar kritik menegaskan bahwa mereka tetap bullish terhadap Ethereum (ETH) dan crypto secara umum.
Sebagai penutup, polemik BitMine menunjukkan bahwa adopsi cryptocurrency dalam struktur perusahaan publik membutuhkan tata kelola yang kuat dan transparan. Investor tidak menolak strategi berbasis crypto, tetapi menuntut perlindungan nilai yang jelas. Tanpa guardrails yang memadai, strategi agresif justru berisiko menggerus kepercayaan pasar.
Meskipun terdapat kekhawatiran yang signifikan terhadap rencana ekspansi saham BitMine, banyak pemegang saham yang tetap optimis terhadap prospek Ethereum (ETH) dan mendukung strategi jangka panjang perusahaan. Namun, penting bagi BitMine untuk mempertimbangkan masukan dari investor dan memastikan bahwa keputusan yang diambil dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham, bukan hanya memperluas skala operasi.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkanĀ berita cryptoĀ terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini sepertiĀ harga bitcoin hari ini,Ā harga coin xrp hari ini,Ā dogecoinĀ dan harga asetĀ cryptoĀ lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui GoogleĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitasĀ jual beli bitcoinĀ dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi