10 Rekomendasi Aplikasi Pembukuan Keuangan Usaha & Bisnis

Di-update
January 21, 2026
Gambar 10 Rekomendasi Aplikasi Pembukuan Keuangan Usaha & Bisnis

Jakarta, Pintu News – Menjalankan sebuah bisnis yang tidak memiliki pencatatan keuangan akan merasakan kesusahan untuk mengetahui apakah bisnis untung, ada biaya yang bocor dan kapan harus mengerem pengeluaran.

Disinilah peran aplikasi pembukuan sebagai alat untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut. Aplikasi ini akan menjadi sebuah dashboard bisnis yang bisa melihat kondisi usaha secara real time mulai dari uang masuk, uang keluar dan posisi kas saat ini.

Dengan sistem digital, proses yang dulu memakan waktu untuk mencatat transaksi, mengelompokkan pengeluaran, hingga menyusun laporan bisa dilakukan lebih cepat. Sistem ini cocok untuk UMKM, toko retail, perusahaan kecil, menengah hingga ke atas.

Apa itu Aplikasi Pembukuan?

Pembukuan akuntansi adalah proses pencatatan transaksi keuangan secara rutin dan terstruktur. 

Dari data inilah bisnis bisa membentuk laporan penting seperti laporan laba rugi untuk melihat untung & rugi usaha yang dijalankan, neraca untuk mengetahui aset, utang, dan modal, serta arus kas untuk memastikan bisnis punya cashflow yang sehat.

Aplikasi pembukuan adalah versi modern dari proses tersebut. Jika dulu memakai buku besar dan kalkulator, sekarang kamu bisa mencatat dan merangkum transaksi lewat satu sistem yang sama.

Berikut ini rekomendasi daftar aplikasi pembukuan untuk bisnis dan usaha.

Rekomendasi Software Aplikasi Pembukuan Keuangan Usaha

1. Aplikasi Pembukuan Jubelio

Aplikasi pembukuan keuangan

Aplikasi pembukuan keuangan usaha yang paling direkomendasikan yaitu Jubelio. Dengan menggunakan Jubelio, kamu dapat mengintegrasikan dengan marketplace, toko online dan offline pada bisnis kamu.

Jubelio hadir sebagai aplikasi pembukuan yang menghubungkan transaksi penjualan, pembayaran, hingga persediaan ke dalam laporan keuangan yang siap dipakai kapan pun, Jubelio bisa dibilang sebagai aplikasi pembukuan terbaik karena terintegrasi dengan sistem omnichannel.

Fitur Jubelio:

1. Sinkronisasi transaksi otomatis dari banyak channel

Semua transaksi dari marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop), POS, dan toko online masuk otomatis ke pencatatan akuntansi. Hal ini mengurangi risiko salah input, mempercepat closing laporan, dan punya angka yang konsisten antar channel.

2. Laporan keuangan real-time

Laba rugi, neraca, arus kas, sampai jurnal penyesuaian bisa ditarik kapan saja. Keputusan bisnis bisa lebih cepat dalam menentukan promo, belanja stok, atau menekan biaya tanpa menunggu laporan akhir bulan.

3. Multi cabang dan multi gudang terpusat

Aktivitas dari berbagai cabang tetap masuk ke satu dashboard. Kamu bisa membandingkan performa cabang, memantau biaya operasional dan menghindari data yang duplikat.

4. Rekonsiliasi bank otomatis

Aplikasi pembukuan terbaik

Transaksi masuk-keluar dapat dicocokkan dengan saldo kas dan rekening, mengurangi selisih pembukuan dengan rekening, mempercepat pengecekan pembayaran, dan membuat cashflow lebih terkontrol.

5. Integrasi menyeluruh dengan Jubelio WMS & Omnichannel

Satu sistem dari stok, order, hingga pembukuan termasuk kebutuhan pelaporan. Laporan keuangan jadi lebih sesuai karena terhubung dengan stok dan operasional.

6. Kontrol akses user

Atur siapa yang boleh melihat, mengedit, atau input data. Meminimalkan risiko kesalahan internal, menjaga keamanan data, dan membuat alur kerja tim lebih rapi.

2. Zahir

Zahir sering jadi opsi, terutama karena ia dikembangkan lokal dan sudah lama digunakan berbagai jenis usaha di Indonesia.

Zahir membantu bisnis merapikan fondasi keuangan mulai dari arus kas, pengelolaan piutang pelanggan, pencatatan utang supplier, sampai laporan yang lebih mudah dibaca.

Fitur dari Zahir:

  • Kontrol kas harian: uang masuk-keluar tercatat jelas
  • Piutang & utang: mengurangi kebocoran karena lupa tagih / bayar

Analisis lebih mudah dipantau lewat tampilan yang membantu membaca kondisi usaha.

3. SAP Business One

Kalau skala bisnis sudah besar, problemnya biasanya mengendalikan proses lintas divisi. Keuangan, purchasing, inventory, hingga HR berjalan masing-masing, dan sering kali datanya tidak sinkron. 

SAP Business sebagai ERP dirancang untuk menyatukan proses bisnis dalam satu sistem, saat tim purchasing membuat pembelian, inventory bergerak, dan keuangan otomatis mencatat dampaknya.

SAP Business One cocok untuk perusahaan yang butuh otomatisasi dan standardisasi proses agar perusahaan tetap rapi.

4. Xero Accounting

Xero memudahkan pemilik bisnis untuk memantau kondisi keuangan kapan pun dan dari perangkat apa pun. Tampilan yang minimalis dan navigasinya yang mudah membantu pengguna non-akuntansi tetap bisa memahami alur pencatatan.

Yang menjadi nilai tambah Xero yaitu sistem invoice digital, pembuatan laporan lebih otomatis, serta proses pencatatan yang dibuat lebih ringan.

Keuntungan menggunakan Xero:

  • Kontrol cashflow lebih cepat tanpa rekap manual
  • Invoice terlihat profesional
  • Kolaborasi antara owner dan tim bisa akses data yang sama secara real-time
  • Skala fleksibel untuk bisnis yang sedang tumbuh

5. Wave

Banyak pengguna memanfaatkan Wave untuk kebutuhan dasar seperti invoice, pencatatan pemasukan-pengeluaran, serta pembuatan kwitansi online. Untuk freelancer atau usaha jasa, fitur-fitur ini biasanya sudah cukup membantu.

Namun penting dipahami, Wave tidak dibangun untuk bisnis yang punya proses operasional kompleks, terutama yang bergantung pada stok dan inventory. Karena fokus utamanya memang pada pembukuan sederhana.

6. Moodah

Moodah membantu kamu mendapatkan laporan keuangan secara cepat karena proses pencatatan dan rangkuman dibuat lebih otomatis. Selain itu, pengelolaan utang piutang juga dibikin sederhana, jadi kamu tidak perlu lagi mengandalkan catatan terpisah yang sering tercecer.

Yang menarik, Moodah juga membawa nilai tambah untuk pelaku usaha yang baru mulai jualan online karena membantu memulai proses jualannya dengan lebih mudah lewat fitur online shop.

Keuntungan Moodah:

  • Cocok untuk bisnis yang ingin mulai pembukuan dari nol
  • Membantu mengurangi chaos utang piutang
  • Pas untuk pemula bisnis online yang ingin punya alur jualan + pencatatan dalam satu tempat

7. EQUIP

EQUIP (HashMicro) punya pendekatan yang berbeda, aplikasi ini merupakan platform modular yang bisa disusun sesuai kebutuhan bisnis. 

Kamu bisa mulai dari modul akuntansi, lalu menambahkan modul lain seperti inventaris, penjualan, pembelian, manufaktur, dan seterusnya tanpa harus pindah sistem.

Keuntungan menggunaka EQUIP:

  • Modul bisa dipilih sesuai prioritas
  • Cocok untuk bisnis yang butuh sinkronisasi antar divisi
  • Lebih aman untuk skala menengah ke atas karena sistemnya mendukung proses yang lebih kompleks

8. Monefy

Monefy memiliki tampilan yang simpel agar kamu bisa mencatat pengeluaran harian.

Dengan beberapa tap, kamu bisa memasukkan transaksi seperti belanja, tagihan, makan, atau transport, sehingga kamu punya gambaran yang lebih jelas ke mana uang bocor setiap harinya.

Monefy mendukung banyak mata uang, jadi praktis buat kamu yang sering transaksi lintas currency (misalnya freelancer, traveler, atau belanja dari platform luar negeri).

9. Spendee

Spendee lebih menonjol sebagai alat untuk mengatur batas pengeluaran dan memahami pola finansial bulanan.

Spendee memudahkan kamu melihat arus uang masuk-keluar dan mengelompokkannya dalam kategori, sehingga kamu bisa tahu kebiasaan finansialmu dengan lebih objektif.

Kamu bisa mengetahui bagian mana yang paling boros, mana yang stabil dan mana yang sering kelebihan.

Fitur budgetingnya membantu kamu membuat smart budget, semacam alarm batasan agar pengeluaran untuk kategori tertentu tidak melewati target.

10. Harvest

Harvest berbeda dibanding dua aplikasi sebelumnya. Jika Monefy dan Spendee lebih dekat ke keuangan personal, Harvest sering dipakai oleh freelancer, agency, atau tim berbasis proyek karena menggabungkan time tracking, pengeluaran, invoice dalam satu alur kerja.

Masalah yang sering terjadi yaitu jam kerja tidak tercatat rapi, penagihan tidak akurat, dan profit proyek sulit diukur. Harvest membantu merapikan semuanya, jadi kamu bisa melacak waktu kerja per klien / proyek, mencatat biaya, lalu mengubahnya menjadi invoice.

Harvest juga bisa berdiri sendiri atau dihubungkan dengan solusi akuntansi lain sebagai add-on, sehingga cocok untuk workflow yang ingin tetap fleksibel.

*Artikel ini hasil kerjasama Jubelio dan Pintu

Topik
Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->