
Jakarta, Pintu News – NFT adalah aset digital unik yang dicatat di blockchain, sering digunakan untuk karya seni, koleksi, atau item game yang tidak bisa dipertukarkan satu sama lain. NFT dapat diperjualbelikan di pasar digital dan dipindahkepemilikannya secara on-chain, tetapi nilai NFT pada dasarnya masih crypto sampai dijual dan diubah menjadi mata uang fiat seperti rupiah atau dolar.
Langkah awal pencairan NFT dilakukan dengan menjual aset tersebut di marketplace NFT. Platform seperti OpenSea, Blur, dan Magic Eden memungkinkan NFT dicantumkan dengan harga tetap atau melalui sistem lelang. Setelah transaksi berhasil, penjual akan menerima pembayaran dalam bentuk cryptocurrency, umumnya Ethereum atau token sesuai jaringan NFT tersebut.
Proses penjualan ini mensyaratkan koneksi dompet crypto non-kustodial seperti MetaMask atau Phantom. NFT yang telah terjual otomatis berpindah kepemilikan di blockchain, sementara crypto hasil penjualan masuk ke dompet. Pada tahap ini, nilai NFT masih berbentuk aset digital dan belum bisa digunakan sebagai uang fiat.
Baca juga: Prediksi Harga XRP: Mengapa Target $7 Masih Bertahan Meski Harga Sempat Ambruk

Tahap berikutnya adalah mengubah crypto hasil penjualan NFT menjadi mata uang fiat. Crypto tersebut biasanya dikirim ke bursa terpusat yang mendukung pasangan perdagangan crypto–fiat. Di bursa, aset crypto dapat dijual menjadi dolar AS atau mata uang lokal sesuai ketersediaan pasar.
Setelah konversi selesai, dana fiat dapat ditarik ke rekening bank melalui metode transfer yang disediakan platform. Pada 2026, sebagian bursa dan layanan keuangan crypto telah mengintegrasikan proses ini dengan sistem perbankan, meski tetap memerlukan verifikasi identitas dan kepatuhan regulasi.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Lebih Murah dari Emas? Sinyal Langka Ini Disebut Mirip Awal Reli 11.800%
Selain jalur marketplace dan bursa, sejumlah solusi baru mulai berkembang pada 2026. Beberapa dompet dan layanan off-ramp kini menawarkan fitur penukaran crypto ke fiat secara langsung tanpa perlu berpindah platform. Model ini dirancang untuk menyederhanakan alur pencairan dan mengurangi friksi transaksi.
Meski semakin mudah, pencairan NFT tetap memiliki faktor risiko dan biaya. Gas fee blockchain, biaya perdagangan, serta fluktuasi harga crypto dapat memengaruhi hasil akhir. Selain itu, regulasi dan kebijakan KYC tetap menjadi elemen yang tidak dapat dihindari dalam proses konversi ke uang fiat.
Mencairkan NFT pada 2026 dilakukan melalui rangkaian proses yang dimulai dari penjualan di marketplace, penerimaan crypto, hingga konversi ke fiat melalui bursa atau layanan off-ramp. Perkembangan infrastruktur membuat proses ini semakin efisien, meski tetap memerlukan pemahaman teknis dan manajemen risiko. Dengan ekosistem yang semakin matang, NFT kian berperan sebagai aset digital yang dapat dimonetisasi secara nyata.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi