5 Fakta Robert Kiyosaki Siap Beli Bitcoin Jika Jatuh ke Level Rp101 Juta

Di-update
February 9, 2026
Bagikan
Gambar 5 Fakta Robert Kiyosaki Siap Beli Bitcoin Jika Jatuh ke Level Rp101 Juta

Jakarta, Pintu News – Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan Rich Dad Poor Dad, kembali menyita perhatian komunitas investor crypto setelah menyatakan kesiapannya untuk membeli Bitcoin lagi jika harganya turun ke level yang dulu pernah ia beli sekitar USD 6,000 atau setara sekitar Rp101 juta. Pernyataan tersebut muncul di tengah dinamika pasar cryptocurrency yang mengalami fluktuasi signifikan dan meningkatkan perdebatan tentang strategi jangka panjang Bitcoin.

1. Pernyataan Kiyosaki tentang Level USD 6,000

Kiyosaki dengan tegas mengatakan bahwa jika Bitcoin kembali ke sekitar USD 6,000, ia akan kembali membeli lebih banyak BTC. Menurutnya, angka tersebut merupakan titik akumulasi yang sangat menarik dari perspektif nilai jangka panjang. Fokus utamanya adalah pada nilai aset itu sendiri, bukan tanggal pembelian historisnya.

Beberapa kritik mempertanyakan konsistensi klaimnya terkait harga pembelian masa lalu, tetapi Kiyosaki menekankan bahwa fokus seharusnya pada nilai dan potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak terlalu peduli soal tanggal pembelian, selama nilai fundamental aset dianggap kuat. Pernyataan ini bertujuan mengarahkan perhatian investor pada strategi jangka panjang, bukan pada timing pasar.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis

2. Respons Kiyosaki terhadap Kritik

Pernyataan Kiyosaki memicu kritik dari sejumlah pihak yang mempertanyakan klaimnya bahwa ia membeli Bitcoin di level USD 6,000. Beberapa kritik menuduhnya memberikan informasi yang tidak konsisten tentang sejarah pembelian Bitcoinnya. Kiyosaki membalas kritik tersebut dengan menegaskan kembali bahwa yang penting adalah harga dan nilai, bukan tanggal yang tepat ketika ia membeli BTC.

Ia menilai ada fokus berlebihan pada aspek kronologis, yang menurutnya kurang relevan bagi investor jangka panjang. Menurut Kiyosaki, strategi investasi haruslah melihat potensi nilai aset dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada terjebak pada perdebatan tanggal pembelian. Pernyataan ini memperkuat narasi fokus jangka panjang ketimbang strategi spekulatif jangka pendek.

3. Sikap Jangka Panjang terhadap Bitcoin

Selain menyebut siap membeli lagi pada harga lama, Kiyosaki terus menunjukkan dukungan terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Ia pernah menyatakan bahwa Bitcoin bisa mencapai harga sangat tinggi di masa depan, namun dengan ketidakpastian pasar yang tetap signifikan. Dalam pandangannya, Bitcoin dan aset alternatif lain seperti emas memiliki peran penting dalam diversifikasi portofolio.

Sikap ini konsisten dengan filosofi jangka panjang yang ia promosikan: memegang aset yang dinilai krusial dalam struktur ekonomi modern. Walau demikian, Kiyosaki tidak memberikan rekomendasi teknis spesifik soal kapan investor harus membeli, melainkan menekankan prinsip nilai dan waktu yang lebih luas.

4. Hubungan dengan Aset Lain dan Portofolio

Selain Bitcoin, Kiyosaki juga menyatakan kesiapan untuk memperluas akumulasi emas dan perak saat kondisi pasar menunjukkan titik rendah. Ia menganggap aset-aset ini sebagai “hard assets” yang dapat melindungi nilai kekayaan di masa turbulensi ekonomi. Sikap ini menunjukkan bahwa untuk Kiyosaki, diversifikasi portofolio tetap penting meskipun ia memiliki pandangan positif terhadap Bitcoin.

Pendekatan semacam ini mencerminkan filosofi umum para investor konservatif yang ingin menyeimbangkan antara pertumbuhan dan lindung nilai. Dengan membangun portofolio yang mencakup berbagai aset, eksposur terhadap risiko volatilitas pasar crypto dapat dikelola lebih efektif.

5. Implikasi Bagi Pasar Crypto

Pernyataan Kiyosaki sering kali memicu reaksi pasar dan diskusi di kalangan investor. Keyakinannya untuk membeli Bitcoin pada level yang rendah dapat mempengaruhi sentimen, khususnya di kalangan investor ritel yang mencari panduan strategi jangka panjang. Namun, pergerakan harga Bitcoin tetap dipengaruhi banyak faktor makro dan on-chain yang lebih kompleks.

Meski demikian, pandangan tokoh publik seperti Kiyosaki dapat menambah dimensi psikologis dalam pasar cryptocurrency, di mana ekspektasi dan keyakinan individu memiliki peran penting dalam dinamika harga. Hal ini mencerminkan hubungan antara faktor fundamental dan perilaku investor dalam pasar yang sangat volatil.

Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->