
Jakarta, Pintu News ā Perdebatan soal kapan waktu terbaik membeli Bitcoin kembali menguat di tengah konflik Iran dan fluktuasi pasar global. Arthur Hayes menilai katalis terpenting bukan semata eskalasi geopolitik, melainkan respons kebijakan moneter Amerika Serikat yang memengaruhi likuiditas. Dalam kerangka ini, kamu perlu membaca sinyal makro yang biasanya mendahului reli crypto dan cryptocurrency.

Hayes menekankan bahwa pemicu reli besar sering muncul setelah Federal Reserve menurunkan suku bunga atau menambah likuiditas. Dalam logika makro, pelonggaran kebijakan membuat uang lebih āmurahā dan mendorong investor mengambil risiko lebih besar, termasuk ke cryptocurrency. Karena itu, fokus utamanya adalah momen perubahan kebijakan, bukan headline konflik harian.
Ia juga menyarankan pendekatan āwait and seeā sampai sinyal kebijakan benar-benar terlihat. Dengan kata lain, kamu tidak sekadar mengejar volatilitas, tetapi menunggu konfirmasi kondisi likuiditas yang lebih longgar. Strategi ini biasanya dipakai untuk mengurangi risiko salah timing saat pasar masih rapuh.
Baca Juga: Portofolio Crypto Donald Trump Anjlok 94%: Rugi Rp181,92 Miliar dalam Setahun, Ini 6 Pelajarannya
Dalam analisis Hayes, konflik dapat meningkatkan kebutuhan belanja pemerintah dan memperbesar tekanan fiskal. Jika tekanan tersebut memukul sentimen ekonomi dan pasar, bank sentral cenderung mempertimbangkan kebijakan yang lebih akomodatif untuk meredam guncangan. Pada fase inilah aset berisiko seperti crypto sering mendapat dorongan dari sisi likuiditas.
Hayes mengaitkan pola tersebut dengan beberapa episode historis ketika ketidakpastian geopolitik beriringan dengan kebijakan uang mudah. Bagi kamu, poin praktisnya adalah membedakan āperistiwaā dan ārespons kebijakanā sebagai dua hal yang berbeda. Konflik bisa memicu volatilitas, tetapi reli yang lebih berkelanjutan biasanya butuh dukungan likuiditas.

Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin (BTC) diperdagangkan sekitar $72.605 atau setara Rp1.226.734.080. Hayes sebelumnya menyinggung dua jalur skenario: koreksi lanjutan atau pemulihan menuju puncak sebelumnya, sehingga level-level harga menjadi rujukan penting. Agar ringkas, berikut konversi acuan harga yang sering disebut dalam narasi tersebut (kurs 1 USD = Rp16.896).
Secara edukasional, level Rp1,01āRp1,06 miliar biasanya dibaca sebagai area tekanan jika sentimen memburuk, sedangkan Rp2,13 miliar merepresentasikan target āreclaimā puncak yang menuntut arus likuiditas kuat. Kamu bisa memakai daftar ini untuk memahami konteks ketika analis menyebut āsupportā, ābreakdownā, atau āretestā pada pasar cryptocurrency. Namun, level harga bukan kepastian arah; ia hanya alat untuk memetakan skenario risiko.
Jika kamu pemula, pendekatan paling aman biasanya memisahkan rencana masuk (entry) dari pengelolaan risiko. Rencana entry bisa mengikuti sinyal makro (misalnya setelah Fed cut), sementara manajemen risiko memastikan kamu tidak āall-inā pada satu titik harga. Ini penting karena pasar crypto bisa bereaksi cepat terhadap berita, tetapi sering berubah arah ketika euforia mereda.
Hayes juga menekankan kehati-hatian terhadap leverage saat sinyal kebijakan belum jelas. Untuk praktik yang lebih stabil, sebagian investor memilih pembelian bertahap (misalnya DCA) ketimbang menebak satu harga āpaling bawahā. Intinya, kamu mengelola probabilitas, bukan mengejar kepastian.
Meski kebijakan uang mudah historisnya mendukung aset berisiko, reli tidak selalu berjalan mulus. Bitcoin (BTC) dan pasar cryptocurrency dapat mengalami drawdown tajam, terutama ketika likuiditas global berfluktuasi atau ketika risiko geopolitik memicu aksi ārisk-offā mendadak. Karena itu, sinyal kebijakan sebaiknya dibaca sebagai konteks, bukan jaminan hasil.
Di sisi lain, narasi āwaktu terbaik membeliā sering terdengar sederhana, padahal keputusan investasi bergantung pada horizon waktu, toleransi risiko, dan disiplin eksekusi. Kamu bisa memakai kerangka Hayes untuk memahami mekanisme likuiditas, lalu menyesuaikannya dengan rencana pribadi. Untuk pemula, langkah paling rasional adalah memahami skenario, menentukan batas risiko, dan tidak menggantungkan keputusan pada satu prediksi.ā
Baca Juga:Ā Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.