
Jakarta, Pintu News ā Harga emas global mengalami penurunan tajam hingga 7,47% dalam waktu singkat, mengejutkan pasar yang sebelumnya melihat emas sebagai aset safe haven. Di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, pergerakan ini justru bertolak belakang dari ekspektasi investor. Kondisi ini memicu pertanyaan besar: apakah emas masih relevan sebagai lindung nilai, atau justru crypto mulai mengambil peran tersebut?
Dalam beberapa hari terakhir, harga emas mengalami koreksi signifikan dan menyentuh level sekitar US$4.156 atau setara Rp70,2 juta per ons. Penurunan ini terjadi hanya dalam empat hari, mencerminkan volatilitas tinggi di tengah ketegangan geopolitik global.
Kondisi ini cukup mengejutkan karena secara historis, emas cenderung naik saat konflik global meningkat. Namun, kali ini pasar menunjukkan respons berbeda akibat faktor likuiditas dan kebijakan moneter.
Baca Juga:Ā 3 Alasan Robert Kiyosaki Yakin Bitcoin Bisa Meledak Hingga Rp4,22 Miliar di 2026!
Lonjakan harga emas sebelumnya ternyata didorong oleh akumulasi besar dari institusi seperti bank sentral dan perusahaan investasi global. Setelah harga naik signifikan sejak 2022, investor ritel mulai masuk di harga tinggi, yang kemudian diikuti aksi jual dari pemain besar.
Fenomena ini dikenal sebagai liquidity trap, di mana investor ritel membeli saat harga tinggi sementara institusi justru keluar dari pasar. Akibatnya, harga mengalami koreksi tajam dan banyak investor terlambat mengalami kerugian.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk serangan militer dan ancaman terhadap jalur minyak global seperti Selat Hormuz, seharusnya mendorong harga emas naik. Namun kenyataannya, harga emas justru turun di tengah kenaikan harga minyak.
Hal ini terjadi karena pasar lebih fokus pada kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS. Dalam kondisi seperti ini, aset seperti emas menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbasis yield.
Sebelum koreksi ini, harga emas sempat mengalami reli besar hingga 250% sejak awal tren bullish, mendorong kapitalisasi pasar naik drastis. Banyak institusi membeli emas di harga sekitar US$2.000 (Rp33,8 juta) dan mendorong sentimen bullish di pasar.
Namun setelah mencapai puncaknya, harga emas mengalami koreksi hingga 25% dari level tertinggi. Pola ini menunjukkan adanya distribusi dari investor besar kepada investor ritel yang masuk belakangan.
Penurunan emas membuka diskusi baru mengenai peran crypto sebagai alternatif safe haven. Beberapa investor mulai melihat Bitcoin dan Ethereum sebagai aset lindung nilai modern, terutama karena sifatnya yang terdesentralisasi.
Dalam beberapa kasus, crypto bahkan menunjukkan performa yang berbeda dibanding emas saat krisis. Hal ini membuat cryptocurrency semakin relevan dalam portofolio investasi, meskipun tetap memiliki risiko volatilitas tinggi.
Kenaikan suku bunga global menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Saat suku bunga naik, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan imbal hasil tetap, sehingga permintaan emas menurun.
Selain itu, likuiditas global yang mengetat juga membuat investor lebih selektif dalam menempatkan dana. Aset tanpa yield seperti emas menjadi kurang menarik dibandingkan obligasi atau instrumen lainnya.
Bagi kamu sebagai investor, kondisi ini menjadi pengingat bahwa tidak ada aset yang selalu naik, termasuk emas. Diversifikasi tetap menjadi strategi penting, termasuk mempertimbangkan crypto sebagai bagian dari portofolio.
Namun, penting untuk memahami bahwa baik emas maupun cryptocurrency memiliki risiko masing-masing. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis fundamental dan kondisi pasar, bukan sekadar mengikuti tren.
Baca Juga:Ā Altcoin Season Index: Indikator Penting untuk Mengetahui Altseason
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
SebagaiĀ aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga aksesĀ investasi emas cryptoĀ secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ danĀ harga emas batangan hari iniĀ untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu sertaĀ belajar cryptoĀ lewat Pintu Academy.
UnduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.