
Jakarta, Pintu News ā Ketegangan geopolitik global kembali menjadi sorotan pasar keuangan, mulai dari konflik Timur Tengah hingga ketidakpastian ekonomi dunia. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mencari aset yang aman seperti emas, sekaligus tetap melirik peluang dari crypto dan cryptocurrency. Pertanyaannya, di tengah konflik global, mana yang sebenarnya lebih perform antara emas dan crypto?
Konflik geopolitik seperti perang sering memicu penurunan pasar saham dan lonjakan harga komoditas. Contohnya, saat perang Rusia-Ukraina 2022, indeks S&P 500 sempat turun sekitar 5ā10% dalam periode awal konflik.
Selain itu, dampak ekonomi global mencapai sekitar $1,3 triliun atau setara ± Rp21.970 triliun (kurs Rp16.900/USD), menunjukkan besarnya efek perang terhadap pasar keuangan. Kondisi ini biasanya membuat investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman.
Baca Juga:Ā Harga Emas Anjlok 7,47% Saat Perang AS-Iran Memanas di Akhir Maret 2026!

Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang cenderung stabil saat krisis. Ketika inflasi naik dan ketidakpastian meningkat, harga emas biasanya ikut terdorong naik karena permintaan meningkat.
Hal ini membuat emas menjadi pilihan utama investor konservatif untuk menjaga nilai aset. Namun, kenaikannya cenderung tidak eksplosif dan lebih bersifat stabil dalam jangka panjang.
Di sisi lain, cryptocurrency seperti Bitcoin menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar $70.799 atau setara ± Rp1.196.503.100.
Meski demikian, crypto sangat sensitif terhadap sentimen pasar dan bisa mengalami fluktuasi tajam saat terjadi ketidakpastian global. Namun bagi investor agresif, volatilitas ini justru menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
Data historis menunjukkan bahwa pasar cenderung turun saat konflik terjadi, tetapi akan pulih seiring waktu. Setelah berbagai krisis seperti perang, pandemi, hingga serangan global, pasar keuangan biasanya kembali stabil dalam jangka menengah hingga panjang.
Bahkan, investasi jangka panjang di indeks seperti S&P 500 mencatat imbal hasil rata-rata sekitar 10,41% per tahun sejak 1926. Ini menunjukkan bahwa ketidakpastian justru sering menjadi momen akumulasi aset.
Daripada memilih salah satu, banyak analis menyarankan diversifikasi antara emas dan crypto. Emas memberikan stabilitas, sementara cryptocurrency memberikan potensi pertumbuhan.
Pendekatan ini membantu mengurangi risiko sekaligus membuka peluang keuntungan dari dua jenis aset yang berbeda karakter. Dengan strategi alokasi yang tepat, kamu bisa tetap bertahan di tengah krisis sekaligus memanfaatkan momentum pasar.
Baca Juga:Ā XRP Terjun Bebas di Awal 2026: Akankah Kuartal Kedua Ulangi Kejayaan 2017?
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
SebagaiĀ aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga aksesĀ investasi emas cryptoĀ secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ danĀ harga emas batangan hari iniĀ untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu sertaĀ belajar cryptoĀ lewat Pintu Academy.
UnduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnyaĀ teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melaluiĀ aset crypto berbasis emas.
Emas crypto menawarkan caraĀ investasiĀ emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.