5 Alasan Stellar (XLM) Bakal Tembus Rp17.128 di 2030, Investor Wajib Tahu!

Di-update
April 16, 2026
Bagikan
Gambar 5 Alasan Stellar (XLM) Bakal Tembus Rp17.128 di 2030, Investor Wajib Tahu!

Jakarta, Pintu News – Kamu mungkin bertanya-tanya apakah Stellar (XLM) mampu mencapai target legendaris di angka $1 atau sekitar Rp17.128 pada tahun 2030 mendatang. Memasuki pertengahan April 2026, jaringan ini baru saja mencatatkan sejarah besar dengan mendapatkan klasifikasi sebagai komoditas digital resmi dari regulator Amerika Serikat. Artikel ini akan membedah peluang investasi kamu di aset ini berdasarkan data fundamental terbaru dan perkembangan infrastruktur institusional yang semakin matang.

1. Gebrakan Regulasi: XLM Kini Resmi Jadi Komoditas Digital

Pada 17 Maret 2026, SEC dan CFTC mengeluarkan panduan bersama yang secara resmi mengklasifikasikan Stellar (XLM) sebagai komoditas digital dan bukan sekuritas. Keputusan ini sangat krusial karena menghapus ketidakpastian hukum yang selama bertahun-tahun menghambat masuknya modal institusi besar ke dalam ekosistem ini. Sekarang, bursa dapat memperdagangkan aset ini tanpa beban kepatuhan hukum sekuritas yang rumit dan mahal bagi para pelaku pasar.

Perubahan status ini juga memungkinkan penyedia kustodian institusional untuk memegang aset tersebut atas nama klien mereka secara legal dan aman. Amundi sebagai manajer aset terbesar di Eropa langsung merespons dengan meluncurkan dana yang ditokenisasi di jaringan ini pada hari yang sama. Langkah tersebut membuktikan bahwa klasifikasi ini bukan sekadar teori, melainkan pendorong utama bagi adopsi nyata di dunia keuangan internasional.

  • Status Regulasi: Komoditas Digital (seperti Bitcoin dan Ethereum ).
  • Dampak Utama: Menarik modal institusi dan memudahkan pencatatan di bursa global.
  • ISO 20022: Patuh secara asli, membuatnya kompatibel dengan sistem pembayaran bank sentral.

Baca Juga: Fantastis! Elon Musk & Kimbal Musk Kantongi Bitcoin (BTC) Senilai Rp27,4 Triliun

2. Paten DTCC: XLM Jadi Jantung Penyelesaian Saham AS?

Depository Trust Company (DTCC), yang menangani penyelesaian hampir seluruh perdagangan saham di Amerika Serikat, baru saja mendaftarkan paten yang menyebutkan Stellar (XLM) secara eksplisit. Dokumen tersebut menempatkan token ini sebagai “Digital Liquidity Token” yang akan digunakan untuk memfasilitasi penyelesaian transaksi antar buku besar yang berbeda. Jika layanan ini resmi beroperasi di akhir tahun 2026, Stellar akan berada di pusat sistem keuangan yang memproses triliunan dolar setiap harinya.

Kehadiran paten ini memberikan sinyal kuat tentang arah masa depan infrastruktur penyelesaian aset tradisional yang semakin bergerak ke arah blockchain. Meskipun layanan ini belum sepenuhnya aktif, pengakuan dari lembaga sekelas DTCC merupakan validasi teknologi yang sangat besar bagi ekosistem ini. Kamu perlu memantau peluncuran layanan tokenisasi saham dan obligasi ini karena dapat mengubah fundamental harga secara drastis dalam jangka menengah.

3. Raksasa Amundi Luncurkan Dana Rp1,7 Triliun di Jaringan Stellar

prospek stellar lumens xlm
Sumber: InvestorPlace

Amundi, manajer aset terbesar di Eropa dengan dana kelolaan lebih dari €2 triliun, telah meluncurkan dana investasi yang ditokenisasi senilai Rp1,7 triliun di Stellar. Selain Amundi, raksasa Franklin Templeton juga telah mengoperasikan dana pemerintah Amerika Serikat bernama BENJI yang kini memiliki aset lebih dari Rp4,6 triliun. Kehadiran produk-produk ini menunjukkan bahwa institusi keuangan dunia mulai memercayai Stellar sebagai platform yang andal dan aman untuk aset mereka.

Tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Asset (RWA) kini menjadi tren utama di tahun 2026 yang mendorong nilai guna jaringan blockchain secara organik. Stellar saat ini menampung lebih dari Rp20,5 triliun dalam bentuk aset RWA di atas jaringannya, menjadikannya salah satu pemimpin di sektor ini. Penggunaan nyata oleh manajer aset global ini memberikan tekanan beli yang lebih stabil dibandingkan dengan aset crypto yang hanya mengandalkan spekulasi murni.

  • Dana Amundi: $100 Juta (Sekitar Rp1,71 Triliun).
  • Dana Franklin Templeton: $270 Juta+ (Sekitar Rp4,62 Triliun).
  • Total RWA di Stellar: $1,2 Miliar+ (Sekitar Rp20,55 Triliun).

4. Soroban Smart Contracts: Mengubah Stellar Jadi Raksasa DeFi

Peluncuran Soroban pada tahun 2024 telah memperluas kapabilitas Stellar dari sekadar jaringan pembayaran menjadi platform kontrak pintar yang sangat canggih. Protokol terbaru di tahun 2026 bahkan telah menambahkan dukungan zero-knowledge proof (ZK) untuk menjaga privasi transaksi tanpa melanggar aturan audit regulasi. Fitur ini sangat dicintai oleh perbankan yang membutuhkan privasi data sensitif namun tetap ingin patuh pada hukum keuangan yang berlaku.

Ekosistem keuangan terdesentralisasi atau DeFi di Stellar kini mulai tumbuh pesat dengan masuknya berbagai protokol pinjam-meminjam dan bursa terdesentralisasi. Meskipun volume kuncian nilai atau Total Value Locked (TVL) masih lebih kecil dibanding Solana , pertumbuhannya menunjukkan tren positif yang konsisten setiap bulannya. Kamu dapat melihat bahwa integrasi kontrak pintar ini adalah kunci bagi Stellar untuk menangkap lebih banyak nilai ekonomi dari setiap transaksi yang terjadi.

5. Prediksi Harga XLM 2030: Mampukah Sentuh Angka Rp17.128?

Mencapai target harga Rp17.128 pada tahun 2030 memerlukan kapitalisasi pasar Stellar (XLM) meningkat hingga sekitar Rp565 triliun dari nilai saat ini. Angka tersebut sebenarnya sangat masuk akal jika dibandingkan dengan valuasi puncak yang pernah dicapai oleh aset besar lain seperti Cardano atau XRP . Kondisi utama untuk mencapai target ini adalah integrasi penuh Stellar ke dalam sistem penyelesaian transaksi saham dan obligasi global di masa depan.

Perjalanan menuju target tersebut kemungkinan besar akan melewati beberapa tahap penting, mulai dari peluncuran ETF di tahun 2027 hingga adopsi massal pembayaran ritel. Mengingat pasokan token yang kini tetap tanpa inflasi setelah pembakaran besar-besaran di tahun 2019, dinamika kelangkaan akan mulai terasa saat permintaan institusi melonjak. Kamu harus tetap bijak dalam berinvestasi di dunia cryptocurrency dan selalu melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk mengambil posisi jangka panjang.

  • Harga XLM Saat Ini (April 2026): Rp2.569 – Rp2.740 (~$0.15 – $0.16).
  • Target Konservatif 2030: Rp2.569 – Rp6.851 ($0.15 – $0.40).
  • Target Agresif 2030: Rp17.128 – Rp42.820 ($1.00 – $2.50).

Baca Juga: Beli Perak Dimana? 5 Tempat Terbaik untuk Membeli Perak di 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->