
Jakarta, Pintu News β Harga nikel dunia pada 22 Juni 2026 berada di kisaran US$17.900 per ton, sementara Harga Mineral Acuan (HMA) yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk bulan Juni 2026 tercatat sebesar US$18.799,29 per dry metric ton (dmt). Pasar nikel global saat ini berada dalam fase transisi menuju keseimbangan baru, ditandai oleh serangkaian kebijakan pemotongan kuota penambangan di Indonesia serta penghentian produksi dari salah satu tambang nikel terbesar di dunia, Weda Bay.
Langkah paling signifikan yang mempengaruhi pasar nikel global belakangan ini datang dari Indonesia. Pemerintah memangkas kuota penambangan nikel secara drastis dari 379 juta ton menjadi hanya 250-260 juta ton. Pemotongan kuota ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola cadangan nikel secara lebih berkelanjutan sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri nikel dalam negeri.
Kebijakan ini membawa dampak ganda. Di satu sisi, pengurangan kuota berpotensi menekan volume pasokan bijih nikel yang tersedia untuk diekspor maupun diolah, yang pada gilirannya dapat memberikan tekanan ke atas pada harga nikel di pasar internasional. Di sisi lain, kebijakan ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk tidak sekadar mengekspor bahan mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti feronikel, nikel matte, dan bahan baku baterai kendaraan listrik.
Pemotongan kuota ini juga dinilai sebagai sinyal bahwa Indonesia mulai lebih berhati-hati dalam mengelola deplesi sumber daya alamnya, sebuah pertimbangan jangka panjang yang penting mengingat posisi Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia.
Kabar penghentian produksi dari Weda Bay Industrial Park di Halmahera, Maluku Utara, menjadi salah satu faktor penggerak pasar nikel yang paling dinantikan pelaku pasar. Weda Bay merupakan salah satu kawasan industri nikel terbesar dan paling produktif di Indonesia, yang menjadi rumah bagi sejumlah smelter feronikel dan fasilitas pengolahan nikel kelas dunia.
Penghentian produksi ini, meskipun bersifat sementara, berpotensi mengurangi pasokan feronikel dan produk olahan nikel lainnya secara signifikan dalam jangka pendek. Para pembeli di Tiongkok, yang merupakan konsumen nikel terbesar dunia, dilaporkan mulai mencari pasokan alternatif untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh penghentian operasi Weda Bay.
Dari sisi pasar, gangguan produksi di Weda Bay memberikan dukungan harga bagi nikel di tengah tekanan yang sudah ada dari sisi makroekonomi global. Pelaku pasar mencermati perkembangan ini dengan seksama, mengingat skala produksi Weda Bay yang cukup material terhadap total output nikel Indonesia.
Baca juga: β5 Sorotan Prospek Logam 2026: Emas US$6.000, Nikel US$17.000β
Di tengah berbagai tekanan dari sisi pasokan, kabar positif datang dari sisi permintaan. Konsumsi nikel Tiongkok tercatat naik sebesar 4% secara tahunan, didorong oleh dua sektor utama: industri baja tahan karat (stainless steel) dan industri baterai kendaraan listrik (EV). Tiongkok merupakan konsumen nikel terbesar di dunia, sehingga pergerakan permintaannya memiliki pengaruh signifikan terhadap harga global.
Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Tiongkok terus menunjukkan momentum yang kuat. Penjualan EV di negara tersebut terus mencetak rekor baru, yang secara langsung mendorong permintaan nikel sulfat sebagai bahan baku katode baterai lithium nikel mangan kobalt oksida (NMC). Kapasitas produksi baterai EV di Tiongkok diperkirakan akan terus ekspansi dalam beberapa tahun ke depan.
Selain dari sektor EV, industri stainless steel Tiongkok yang merupakan penyerap nikel terbesar dalam volume absolut juga menunjukkan pemulihan yang stabil. Peningkatan aktivitas konstruksi dan manufaktur di beberapa provinsi kunci mendorong permintaan baja tahan karat, yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan akan nikel sebagai bahan baku utamanya.
Baca juga: βApakah Baik Berinvestasi pada Nikel?β
Harga nikel sepanjang 2025-2026 bergerak dalam kisaran yang cukup lebar, yakni antara US$15.000 hingga US$20.000 per ton. Volatilitas ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang tinggi akibat tarik-menarik antara berbagai faktor fundamental yang saling berlawanan.
Dari sisi bearish, kelebihan pasokan nikel kelas dua (nickel pig iron dan feronikel) dari Indonesia dan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir sempat menekan harga ke level terendahnya. Sementara dari sisi bullish, prospek permintaan jangka panjang dari transisi energi global dan kebijakan pembatasan pasokan dari Indonesia memberikan dukungan harga.
Para analis memandang bahwa pasar nikel sedang dalam proses penyesuaian (rebalancing) menuju keseimbangan baru. Kebijakan pemotongan kuota Indonesia, penghentian produksi Weda Bay, dan pertumbuhan konsumsi China secara bersamaan menciptakan kondisi yang lebih seimbang antara penawaran dan permintaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset crypto berbasis emas seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Emas crypto menawarkan cara investasi emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi