
Jakarta, Pintu News – Saham Tesla Inc (TSLA) menutup sesi reguler perdagangan Selasa, 14 Juli 2026 waktu New York, di level $396,18, naik tipis 0,36 persen atau setara $1,42 dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Pada sesi setelah jam bursa, harga sempat terkoreksi ke kisaran $395,82. Pergerakan yang relatif tenang ini terjadi di tengah gelombang revisi target harga dari sejumlah analis Wall Street, hanya beberapa hari menjelang Tesla merilis laporan keuangan kuartal kedua 2026 pada 22 Juli mendatang.
Berdasarkan data Google Finance, saham TSLA dibuka di level $399,05 pada perdagangan 14 Juli 2026, sempat menyentuh level tertinggi $402,22 dan terendah $394,76 dalam sehari. Volume transaksi tercatat sebesar 23,38 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata volume harian sebesar 46,42 juta lembar, menandakan minat jual beli yang relatif moderat menjelang laporan kuartalan.

Dengan harga penutupan tersebut, kapitalisasi pasar Tesla berada di kisaran $1,24 triliun. Rasio price to earnings (P/E) tercatat di angka 362,02, sementara rentang 52 minggu saham ini berada di antara $297,82 dan $498,82, menggambarkan volatilitas yang cukup lebar sepanjang tahun berjalan.
Beberapa hari terakhir, sejumlah analis Wall Street kompak merilis pembaruan target harga untuk TSLA. Wells Fargo lewat analis Colin Langan pada 14 Juli mempertahankan rating Sell dengan target $130, sementara Barclays melalui Dan Levy pada hari yang sama mempertahankan rating Hold dengan target $370. Di sisi lain, Morgan Stanley (Andrew Percoco) pada 13 Juli mempertahankan Hold dengan target $417, dan Jefferies (Philippe Houchois) pada 12 Juli menegaskan Hold dengan target $400.
Secara keseluruhan, rata rata target harga dari 29 analis yang memantau TSLA dalam tiga bulan terakhir berada di $402,69, dengan proyeksi tertinggi $600 dari Wedbush dan proyeksi terendah jauh di bawah harga pasar saat ini. Rentang proyeksi yang lebar ini mencerminkan perbedaan pandangan analis soal valuasi Tesla di tengah ekspansi bisnis robotaxi dan kecerdasan buatan.

Pergerakan TSLA belakangan ini tidak lepas dari data operasional Tesla yang dirilis awal Juli. Pada 2 Juli 2026, Tesla mengumumkan pengiriman kendaraan kuartal kedua sebanyak 480.126 unit, melonjak 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan melampaui konsensus analis sekitar 406.024 unit. Meski begitu, saham TSLA justru sempat anjlok sekitar 8 persen pada hari pengumuman tersebut karena investor mencermati margin dan insentif penjualan di balik angka pengiriman yang tinggi.
Sentimen kemudian membaik setelah Tesla resmi meluncurkan layanan robotaxi tanpa pengemudi di Miami, Florida pada awal Juli, yang turut mendorong saham rebound ke $419,77 pada 6 Juli lalu. Baca juga: “Harga Saham Tesla (TSLA) Hari Ini 7 Juli 2026: Rebound ke $419 usai Robotaxi Miami” untuk konteks lengkap pergerakan harga pekan lalu.
Fokus pasar kini bergeser ke laporan keuangan kuartal kedua yang dijadwalkan rilis pada 22 Juli 2026 setelah penutupan pasar. Konsensus analis memperkirakan laba per saham (EPS) sebesar $0,52 dengan estimasi pendapatan $25,88 miliar. Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama 2026 Tesla mencatat EPS aktual $0,41, sama dengan angka konsensus saat itu, dengan pendapatan $22,39 miliar.
Jika menilik tren beberapa kuartal terakhir, EPS Tesla sempat berada di $0,50 pada kuartal keempat 2025 dan kuartal ketiga 2025, sebelum turun ke $0,41 pada kuartal pertama 2026. Angka konsensus $0,52 untuk kuartal kedua kali ini akan menjadi penanda apakah momentum pemulihan margin benar benar berlanjut, terutama setelah lonjakan pengiriman kendaraan dan mulai berkontribusinya bisnis robotaxi serta penyimpanan energi terhadap pendapatan perusahaan.
Bagi investor yang tertarik memantau maupun bertransaksi saham global seperti Tesla dari Indonesia, akses kini semakin mudah lewat instrumen tokenized stocks yang mengikuti harga aset aslinya secara real time. Baca juga: “5 Tokenized Stocks Terpanas Akhir Q2 2026” yang turut membahas posisi TSLAx di antara saham tertokenisasi paling diminati.

Nikmati kemudahan investasi saham global seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) hingga aset komoditas seperti emas dan perak dalam wujud tokenized stocks dari xStocks dan Ondo langsung di aplikasi Pintu!
Kenapa harus coba investasi tokenized stocks di Pintu?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi