
Jakarta, Pintu News – Federal Reserve akhirnya mengumumkan keputusan yang banyak ditunggu pelaku pasar pada Rabu, 29 Juli 2026 waktu setempat, yaitu menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75% untuk kelima kalinya secara beruntun.
Namun keputusan ini jauh dari kata mulus karena tiga anggota Federal Open Market Committee (FOMC) memilih berbeda dan menghendaki kenaikan suku bunga, sehingga nada rapat kali ini terasa lebih hawkish dibanding perkiraan pasar. Dampaknya langsung terasa ke harga emas dunia yang sempat tertekan menjelang pengumuman, namun berbalik menguat begitu keputusan resmi keluar.
Keputusan FOMC pada 29 Juli 2026 disahkan lewat voting 9 berbanding 3. Tiga presiden bank sentral regional, yaitu Beth Hammack dari Cleveland, Neel Kashkari dari Minneapolis, dan Lorie Logan dari Dallas, menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin karena menilai inflasi Amerika Serikat sudah bertahan di atas target 2% selama lebih dari lima tahun terakhir.
Dissent tiga arah dengan pandangan yang seragam soal arah kebijakan ini menjadi yang pertama kali terjadi sejak September 2016. Bagi pelaku pasar, kondisi ini menjadi sinyal bahwa sayap hawkish di internal Fed semakin menguat, meski keputusan resmi tetap menahan suku bunga untuk saat ini.
Baca juga: “FOMC 28-29 Juli 2026: Suku Bunga Ditahan, Bitcoin Tunggu Sinyal Warsh?“
Dalam konferensi pers usai pengumuman, Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut diskusi internal berjalan sengit dengan istilah “good family fight” yang justru ia minta sendiri. Diskusi tersebut berputar pada empat isu utama, yakni inflasi yang masih membandel, guncangan ekonomi terbaru, tekanan harga yang muncul dari guncangan itu, serta perangkat kebijakan moneter yang masih tersedia.
Warsh menegaskan bahwa The Fed tidak akan memberi petunjuk soal arah suku bunga ke depan, namun memastikan bank sentral tidak akan segan mengambil langkah lanjutan apabila tekanan harga terus meningkat. “Tidak ada target inflasi yang lunak,” tegasnya, mengisyaratkan bahwa opsi kenaikan suku bunga pada pertemuan September masih terbuka lebar.
Sikap tanpa forward guidance semacam ini justru membuat pasar sulit menebak arah kebijakan berikutnya, sehingga volatilitas di pasar emas dan mata uang meningkat tajam sesaat setelah pengumuman.
Menjelang pengumuman, harga emas dunia (XAU/USD) sempat menyentuh level terendah dalam enam hari mendekati level psikologis $4.000 per troy ons, tertekan oleh spekulasi peluang kenaikan suku bunga yang naik ke kisaran 30% menurut CME FedWatch Tool. Ketegangan di Timur Tengah turut memperumit situasi, setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan presisi di Irak terhadap kelompok yang didukung Iran, sehingga memicu lonjakan harga minyak sekitar 4% dan menambah kekhawatiran inflasi.
Namun begitu keputusan resmi keluar bersama nada Warsh yang minim petunjuk soal kebijakan ke depan, harga emas justru berbalik arah dan menguat lebih dari 1% ke level $4.079,60 per troy ons. Kenaikan ini dinilai sebagai reaksi teknikal, karena pasar sempat menahan posisi jual menjelang keputusan sehingga begitu ketidakpastian mereda, muncul aksi beli kembali meski nada rapat tetap hawkish.
Secara teknikal, level $4.070 di sekitar rata-rata pergerakan 21 hari menjadi resistance terdekat, sementara rata-rata pergerakan 50 hari di kisaran $4.200 menjadi batas atas berikutnya yang perlu ditembus agar tren pemulihan emas berlanjut lebih jauh.
Baca juga: “Harga Emas Hari Ini 25 Juni 2026: Anjlok ke $3.981, Kapan Rebound?“
Sikap hawkish The Fed membuat sejumlah lembaga riset merevisi target harga emas mereka. Commerzbank memangkas proyeksi akhir tahun 2026 menjadi $4.500 per troy ons dari sebelumnya $4.800, dengan alasan pergeseran ekspektasi pasar dari skenario pemangkasan menjadi potensi kenaikan suku bunga. Meski begitu, Commerzbank menilai ekspektasi kenaikan suku bunga saat ini justru berlebihan dan skenario dasarnya tetap memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga hingga akhir tahun ini.

Goldman Sachs sebelumnya juga telah memangkas target akhir tahun 2026 dari $5.400 menjadi $4.900 pada Juni lalu, dengan alasan bergesernya ekspektasi pasar dari pemangkasan suku bunga serta melambatnya arus masuk dana ETF berbasis emas. Pasar kini mematok peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September di kisaran 77%-80%, sehingga arah kebijakan Fed dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan pergerakan harga emas selanjutnya.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga melalui aset crypto berbasis emas seperti PAX Gold dan Tether Gold .
Kenapa emas crypto?
Emas fisik / biasa
✕ Kena ongkos cetak
✕ Jam beli/jual terbatas
✕ Perlu nominal lebih besar
Emas crypto di Pintu
✓ Tanpa ongkos cetak
✓ Trading 24/7
✓ Mulai dari Rp11.000
Didukung 1:1 emas fisik · PAXG & XAUT
Coba emas crypto →Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.